JEDADULU.COM โ Dunia sepak bola Belanda tengah diguncang skandal “paspoortgate”. Empat pemain naturalisasi Timnas IndonesiaโDean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypensโdilarang bermain oleh klub mereka masing-masing karena masalah izin kerja.
Kasus ini bermula dari sebuah podcast yang mempertanyakan status Dean James di Go Ahead Eagles. Klub NAC Breda yang kalah 0-6 dari Go Ahead pada 15 Maret 2026 lalu melaporkan hal ini ke operator liga, mempertanyakan keabsahan status James yang dianggap masih memanfaatkan paspor Belanda.
Akibatnya, keempat pemain tersebut untuk sementara tidak bisa membela klub, bahkan dilarang mengikuti sesi latihan. Padahal, mereka adalah pilar penting Timnas Garuda di lini belakang.
โ๏ธ Kenapa Bisa Terjadi?
Akar masalahnya terletak pada regulasi ketenagakerjaan Belanda. Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda. Setelah resmi menjadi WNI, para pemain ini otomatis kehilangan status sebagai warga negara Belanda.
Akibatnya, di mata hukum Belanda, mereka kini dianggap sebagai pekerja asing yang wajib mengurus izin kerja khusus. Namun, klub-klub tempat mereka bermain masih mendaftarkan mereka sebagai pemain lokal (Uni Eropa), sehingga terjadi pelanggaran administratif.
๐ Dua Nasib Berbeda: James vs Paes
Yang menarik, tidak semua pemain Indonesia terkena imbasnya. Kiper Maarten Paes yang baru direkrut Ajax Amsterdam pada Februari 2026 lalu lolos dari masalah ini. Mengapa? Karena Ajax sejak awal sudah jeli dan mendaftarkan Paes sebagai pemain asing.
Peran Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruyff (putra legenda Johan Cruyff), disebut-sebut sebagai sosok di balik kejelian ini. Ia memastikan proses administrasi Paes berjalan sesuai aturan, termasuk mengurus izin kerja sebelum sang kiper bisa bermain.
๐ฃ๏ธ PSSI Buka Suara
Menanggapi kegaduhan ini, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa status kewarganegaraan keempat pemain tersebut tidak ada masalah dan sudah sah menurut hukum Indonesia.
“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” tegas Sumardji dalam pernyataan resmi PSSI.
Sumardji juga menekankan bahwa dengan menjadi WNI, para pemain ini telah rela melepas banyak fasilitas, termasuk kemudahan izin tinggal dan bekerja di Belanda. “Ini bukti pengorbanan dan kecintaan mereka terhadap tanah air,” tambahnya.
๐งโโ๏ธ Dua Jalan Keluar
Direktur Eredivisie, Jan de Jong, mengungkapkan ada dua solusi agar para pemain ini bisa kembali beraksi:
| Solusi | Syarat | Dampak |
|---|---|---|
| Stempel Uni Eropa | Punya istri/anak warga Belanda/Eropa (tidak berlaku bagi James dkk) | Bisa langsung main |
| Izin Tinggal Kemanusiaan | Lahir & besar di Belanda | Harus menunggu izin keluar dulu |
Para pemain dan klub kini sedang mengupayakan solusi kedua, yaitu mengajukan izin tinggal kemanusiaan (wedertoelating). Jika berhasil, mereka diprediksi bisa kembali bermain dalam beberapa pekan ke depan.
๐ฅบ Reaksi Pemain dan Dampaknya
Justin Hubner, saat ditanya wartawan usai laga persahabatan Timnas Indonesia kontra Bulgaria, mengaku tidak tahu banyak soal kasus ini. “Saya tidak tahu apa yang terjadi,” katanya.
Sementara itu, kasus ini juga berimbas pada klub lain. Selain Go Ahead Eagles, klub-klub seperti Fortuna Sittard, Willem II, dan FC Emmen ikut terdampak. Bahkan ada wacana pertandingan diulang jika terbukti ada pemain ilegal yang diturunkan.
Kini publik sepak bola Indonesia menanti perkembangan selanjutnya. Apakah para pemain Garuda ini bisa segera kembali menghiasi lapangan hijau Eredivisie? Kita doakan yang terbaik.
(Berbagai Sumber)

Komentar