JEDADULU.COM — Banyak umat Muslim mungkin mengira nama Nabi Muhammad SAW adalah yang paling sering disebut dalam Al-Qur’an. Namun data menunjukkan hal berbeda. Justru Nabi Musa AS menempati posisi teratas sebagai nabi yang paling banyak disebut namanya di dalam kitab suci umat Islam tersebut.
Fakta ini kerapkali dibahas dalam berbagai kajian keislaman di YouTube, konten edukasi Instagram, hingga forum diskusi daring. Salah satunya diulas dalam kanal dakwah populer yang mengangkat tema “statistik nama nabi dalam Al-Qur’an”, yang kemudian ramai dibagikan ulang oleh warganet di media sosial.
Dalam Al-Qur’an, nama Nabi Musa AS disebut sebanyak 136 kali. Jumlah ini jauh melampaui penyebutan nama nabi lainnya. Kisah Nabi Musa memang tersebar di banyak surah, mulai dari perjuangannya menghadapi Firaun, membebaskan Bani Israil, hingga menerima wahyu di Bukit Sinai.
Di posisi kedua ada Nabi Ibrahim AS yang disebut 69 kali. Sosok bapak para nabi ini menjadi figur sentral dalam sejarah tauhid, dan namanya hadir dalam banyak ayat terkait keimanan, pengorbanan, serta keteladanan keluarga.
Urutan berikutnya ditempati Nabi Yusuf AS dengan 58 kali penyebutan. Kisahnya bahkan menjadi satu surah penuh, Surah Yusuf, yang dikenal sebagai salah satu kisah paling indah dalam Al-Qur’an.
Sementara itu, Nabi Isa AS disebut 55 kali dengan beberapa penyebutan berbeda: sebagai Isa, Al-Masih, dan Ibnu Maryam. Variasi penyebutan ini membuat jumlahnya cukup signifikan dalam Al-Qur’an.
Menariknya, Nabi Muhammad SAW justru hanya disebut sebanyak 25 kali, sama dengan Nabi Adam AS. Hal ini seringkali menjadi bahan refleksi dalam kajian bahwa Al-Qur’an lebih banyak menonjolkan kisah para nabi terdahulu sebagai pelajaran bagi umat akhir zaman.
10 Nabi Paling Sering Disebut dalam Al-Qur’an
Fakta menarik dari penelusuran ayat suci Al-Qur’an
Konten ini memantik rasa penasaran warganet. Di kolom komentar Instagram dan YouTube, banyak yang mengaku baru mengetahui fakta tersebut.
“Baru tahu ternyata Nabi Musa paling sering disebut. Pantas kisahnya sering diulang di banyak surah,” tulis salah satu pengguna Instagram.
Warganet lain menilai fakta ini menunjukkan betapa pentingnya pelajaran dari kisah-kisah para nabi terdahulu. “Al-Qur’an itu ternyata penuh pola pengulangan cerita untuk jadi pelajaran hidup,” komentar seorang pengguna YouTube.
Para ustaz dan pendakwah yang mengulas topik ini juga menegaskan bahwa frekuensi penyebutan bukan soal keutamaan, melainkan terkait konteks dakwah dan pelajaran yang ingin ditegaskan dalam Al-Qur’an.
Fakta ini menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan sekadar dibaca, tetapi juga dipahami pola kisah dan pesan yang berulang di dalamnya.
(Sumber: Kajian kanal YouTube dakwah Islam, Konten edukasi Instagram, dan Penelusuran ayat Al-Qur’an)

Komentar