Tontonan
Beranda » Berita » Kelompok Hacker asal Kurdi Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Siber ke Studio Anime Jepang, Termasuk One Piece dan Kaiju No. 8

Kelompok Hacker asal Kurdi Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Siber ke Studio Anime Jepang, Termasuk One Piece dan Kaiju No. 8

Tangkapan Layar Anime One Piece.

Kelompok hacker yang mengaku berasal dari etnis Kurdi telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan siber terhadap sejumlah perusahaan Jepang, termasuk studio anime ternama seperti Toei Animation (produser One Piece), Production I.G (Kaiju No. 8), dan David Production (JoJo’s Bizarre Adventure). Informasi ini diungkap oleh Tim Pemantau OSINT (Open-Source Intelligence) milik NTT Security Japan pada tanggal 7 Agustus 2025.

Manga “Suiyōbi, Watashi no Otto ni Dakarete Kudasai” Karya Kikuko Kikuya Akan Diadaptasi Jadi Live-Action

Dilansir dari Anime Corner pada 15 Agustus 2025, dalam laporan setebal 13 halaman  NTT Security mendokumentasikan pengakuan dari akun media sosial milik kelompok hacker tersebut, yang diposting melalui platform X (dulu Twitter) dan Telegram. Dalam unggahan bertanggal 4 dan 5 Agustus, kelompok ini mengklaim bahwa serangan mereka merupakan respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai diskriminasi terhadap komunitas Kurdi di Jepang.

Kelompok tersebut menuding bahwa beberapa anime Jepang menggambarkan Kurdi secara negatif, bahkan disebut membakar bendera Kurdistan dalam tayangan mereka. Pmerintah Jepang dianggap bertindak atas perintah Turki untuk mengusir warga Kurdi.

Nana Mizuki Kembali Tampil, Bawakan Lagu Opening untuk Anime Magical Girl Lyrical Nanoha Exceeds Gun Blaze Vengeance

Salah satu pernyataan yang diposting oleh akun hacker pada 4 Agustus menyebutkan:

“Kami berhasil melumpuhkan situs web Toei Animation, studio yang memproduksi Dragon Ball dan One Piece.”

(via X)

Kaguya-sama: Love Is War Dapat Adaptasi Anime Baru

Dan pernyataan lainnya melalui Telegram:

“Orang Jepang yang fasis dan bodoh, berhentilah mencemarkan nama baik Kurdi lewat anime kalian.”

Aksi Berlanjut dan Jaringan Internasional

Dalam unggahan lain, kelompok ini mengekspresikan kemarahan mereka terhadap pemerintah Jepang yang dianggap bertindak rasis dan tunduk pada tekanan dari pemerintah Turki. Mereka mengklaim bahwa anime tertentu dibuat untuk menyudutkan pejuang Kurdi dan mencoreng nama bangsa Kurdi.

“Pemerintah Jepang sudah lama menunjukkan sikap anti-Kurdi, dan karena itu serangan kami akan terus berlanjut.”

Laporan NTT juga menyebut bahwa kelompok ini diduga memiliki aliansi dengan kelompok hacktivist pro-Rusia dan turut melakukan serangan siber terhadap negara-negara seperti Turki, Iran, Armenia, dan beberapa wilayah tetangga.

Meskipun tidak jelas apakah Toei Animation, Production I.G, dan David Production memang menjadi target utama atau hanya karena mereka merupakan nama besar di industri anime, daftar perusahaan Jepang yang diklaim telah diserang turut dipublikasikan dalam laporan NTT.

Sebagai catatan, NTT Security berada di bawah naungan NTT Group, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia yang juga menaungi penerbit manga dan produser anime seperti NTT DOCOMO (Manga Mirai, d-anime Store) dan NTT Solmare (MangaPlaza, Obey Me!).

(Damar Pratama Yuwanto/berbagai sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *