RajaBackLink.com

Delapan Tips Mendaki Gunung Bagi Pemula

(Mendaki gunung/Foto: Pixabay)

Belum lama ini atau pada Senin, 4 Maret 2019, tiga siswa SMP asal Kabupaten Indramayu tewas saat mendaki Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ketiganya tewas diduga akibat hipotermia. Saat ditemukan, ketiganya hanya mengenakan pakaian seadanya dan peralatan mendaki yang tak standar.

Mendaki gunung memang kegiatan luar ruangan yang menyenangkan, menantang, dan memacu adrenalin. Namun mendaki gunung sebaiknya tak dianggap remeh. Perlu persiapan khusus yang harus diperhatikan para pendaki, terutama kondisi fisik dan mental. Menganggap remeh persiapan bisa berakibat fatal. Kejadian seperti tiga siswa SMP dan korban-korban lain bisa menimpa siapa saja yang sedang beraktivitas mendaki gunung.

Banyak pemula yang masih menganggap kegiatan mendaki gunung hanya sebatas jalan-jalan, bahkan diperparah dengan persiapan yang sangat minim. Alhasil fisik pun kelelahan dan ujungnya berakibat fatal.

Mendaki gunung bukan tentang liburan atau hanya sebatas kegiatan treking, hura-hura, foto-foto di puncak, dan turun kembali ke basecamp. Tentu, perlu persiapan yang matang untuk mendaki gunung. Delapan tips mendaki gunung berikut bisa bermanfaat bagi pemula yang akan melakukan aktivitas satu ini.

1. Perencanaan dan Pengecekan Lokasi Pendakian


Periksa dahulu lokasi pendakian dan jalur pendakian yang akan dilewati. Apakah keadaan gunung dalam kondisi baik untuk didaki atau kondisi gunung siaga satu dan tak layak untuk didaki. Bertanya kepada teman atau petugas setempat yang sudah hapal jalur pendakian juga penting dilakukan agar lebih siap melewati medan.

2. Persiapan Fisik dengan Olahraga Teratur


Biasakan berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari karena kaki adalah satu-satunya media bagi pendaki untuk mencapai puncak. Oleh karena itu perhatikan kekuatan otot kaki sehingga kaki yang digunakan dalam kondisi prima. Kemudian berlatih dengan jogging setiap pagi atau akhir pekan. Sama seperti halnya seorang bayi yang tengah belajar berjalan, pendaki pemula wajib menyiapkan fisik agar memiliki ketahanan yang baik.

3. Berlatih Kendalikan Emosi


Berbagai macam masalah sering kali muncul di luar dugaan saat mendaki gunung, terutama bagi yang belum pernah melakukan aktivitas mendaki gunung lantaran akan dihadapkan pada ujian mental dan fisik yang terbilang tak ringan. Oleh karena itu, cobalah untuk mengendalikan emosi selama mendaki dengan melatih diri sebelumnya. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengambil nafas selama 30 detik untuk setiap 30 menit pendakian. Jangan sungkan meminta berhenti berjalan pada teman atau rombongan jika sangat kelelahan. Ini berguna untuk mengatur sirkulasi oksigen mengingat tingginya dataran pegunungan memiliki tekanan udara yang cukup ekstrem, terutama pada saat akan sampai di puncak gunung. Mengeluh saat perjalanan mendaki gunung adalah sesuatu yang sia-sia. Bukannya lega, dengan mengeluh justru bakal merasa menyesal mendaki gunung. Kendalikan emosi ya.

4. Perbekalan yang Mencukupi


Siapkan sepatu yang memiliki grip dan kaus kaki khusus mendaki untuk mendukung kenyamanan selama mendaki gunung. Pilih sepatu yang tak mudah rembes jika terkena air dan yang terpenting tak berat. Tubuh juga akan sangat membutuhkan makanan yang mudah dicerna agar proses pengembalian energi dalam tubuh pun cepat. Selain asupan nutrisi, harus dijaga asupan air agar terhindari dari dehidrasi. Sebelum berangkat mendaki, pastikan telah memiliki banyak perbekalan makanan kering agar tak terlalu memberatkan tas punggung. Untuk persediaan air, bawalah setidaknya 3 hingga 5 liter air dalam botol yang dapat dimasukkan backpack. Perlengkapan memasak jadi salah satu komponen yang harus dibawa. Sebaiknya pendaki membawa kompor gas portable yang praktis. Bawa juga cadangan gas yang cukup untuk memasak. Bawa barang yang penting saja. Mendaki gunung bukanlah piknik yang segala sesuatunya harus dibawa. Pilihlah barang bawaan dengan bijak. Membawa barang berlebihan juga bisa menghambat pendakian.


(Berkemah di gunung/Foto: Pixabay)

5. Perlengkapan Tidur


Jangan lupa untuk membawa tenda anti-air sehingga dapat menjaga dari hujan yang sering kali terjadi tanpa dapat diprediksi sebelumnya. Selain itu tenda yang bagus juga dapat berfungsi untuk menghindarkan diri dari gangguan hewan liar yang bisa muncul di tengah malam. Untuk sleeping bag, silakan membawa yang sudah teruji kualitasnya. Selain itu, membawa matras juga sangat penting untuk keperluan tidur. Karena biasanya tanah yang digunakan sebagai alas tetap terasa dingin meskipun sudah menggunakan sleeping bag.

6. Jangan Lupa Jaket atau Pakaian Hangat


Siapkan juga jaket tebal agar terhindari dari hipotermia. Jaket berbahan katun atau wol adalah pilihan baik untuk mendaki gunung dan ingat jangan membawa jaket berbahan jeans karena bahan ini tampak kuat dan praktis, tetapi sulit sekali kering apabila basah. Saat ini ada banyak sekali varian jaket yang dikhususkan untuk medaki gunung dengan fasilitas waterproof, anti angin, dan tentunya tetap breathable. Jaket yang dirancang khusus mendaki gunung umumnya memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan suhu di luar. Misal, pada saat cuaca dingin akan membuat badan lebih hangat, bahkan sebaliknya jika cuaca panas tak akan membuat kegerahan. Selain itu biasanya jenis jaket ini juga mudah untuk dilipat dan ringkas sehingga lebih gampang untuk dibawa ke mana-mana.

7. Jas Hujan


Jas hujan diperlukan untuk melindungi tubuh dan seisi tas jika turun hujan saat pendakian. Sebab seringkali cuaca di gunung kurang bersahabat dan turun hujan yang cukup lebat secara tiba-tiba. Jika hujan cukup deras, ada baiknya berhenti sejenak dan mendirikan tenda sementara untuk berteduh.

8. Persedian Obat-obatan


Selain persiapan makanan dan minuman, perlengkapan lainnya yang harus disiapkan adalah pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), misalnya obat sakit kepala, obat anti mabuk, minyak angin, perban, dan obat-obat khusus bagi penderita penyakit tertentu. Meskipun terbilang sepele namun akan sangat berharga saat di tengah hutan yang tak ada toko atau jauh dari perumahan penduduk sekitar.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.