Menu
Jedadulu

Sejumlah Penelitian Membuktikan Bawang Merah Bisa Turunkan Kadar Gula Darah dan Kolesterol

Bawang merah/ilustrasi (foto: pixabay)

Bumbu dapur bawang merah selain sebagai penyedap makanan ternyata juga bermanfaat untuk tubuh, khususnya kesehatan. Bawang ini juga dibudidayakan hampir di seluruh dunia dengan berbagai varietas.

Bawang merah pun bermanfaat untuk mencegah diabetes tipe 2. Ini adalah kondisi kronis di mana pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau insulin yang dihasilkannya tidak diserap oleh sel, dikenal juga sebagai resisten insulin. Alhasil, gula darah bisa naik dan mengancam menimbulkan kerusakan permanen pada tubuh.

Untunglah, kini ada tindakan pencegahan yang efektif. Menurut temuan yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan The Endocrine Society ke-97 di San Diego, California, Amerika Serikat (AS0, ekstrak bawang (allium cepa) bisa membantu menurunkan kadar glukosa darah yang tinggi dan kadar kolesterol total pada tikus diabetes ketika diberikan dengan obat antidiabetes metformin.

"Bawang sangat mudah ditemukan di manapun dan telah digunakan sebagai sebagai suplemen nutrisi, dan ini memiliki potensi untuk digunakan dalam mengobati pasien dengan diabetes," kata ketua peneliti Anthony Ojieh dari Delta State University di Abraka, Nigeria, seperti dikutip dari laman Express, Senin (29/8/2022).

Allium cepa juga dilaporkan menurunkan kadar kolesterol total pada tikus diabetes, dengan dua dosis yang lebih besar lagi memiliki efek terbesar. Ekstrak bawang merah menyebabkan peningkatan berat badan rata-rata di antara tikus non-diabetes tetapi tidak pada tikus diabetes.

Ojieh menyatakan bawang tidak tinggi kalori. Bawang tampaknya meningkatkan tingkat metabolisme, dan dengan itu meningkatkan nafsu makan yang mengarah pada peningkatan makan. "Kita perlu menyelidiki mekanisme bawang merah yang menyebabkan penurunan glukosa darah. Kami belum memiliki penjelasan," kata dia.

Ekstrak bawang merah yang digunakan dalam percobaan didapat dari umbi bawang merah yang tersedia di pasar lokal. Jika ini diberikan kepada manusia, biasanya akan dimurnikan sehingga hanya bahan aktif yang akan diukur untuk dosis yang memadai.

Penelitian ini mengikuti penelitian yang dilakukan di University of Madrid, Spanyol, pada 2011. Para peneliti menyimpulkan bahwa kulit bawang dapat memberikan manfaat perlindungan bagi penderita diabetes tipe 2.

Penelitian yang juga melibatkan ilmuwan dari Cranfield University di Inggris menemukan bahwa kulit coklat dan lapisan luar bawang mengandung serat dan flavonoid. Sementara itu, umbinya mengandung senyawa belerang dan fruktan.

Penelitian menunjukkan bahwa karena kulit cokelat bawang merah mengandung serat makanan yang tinggi dapat digunakan sebagai bahan fungsional. Lalu, dua lapisan berdaging terluar juga mengandung serat dan flavonoid, serta memiliki kapasitas antioksidan yang tinggi.


(nnn)

Tidak ada komentar