JEDADULU.COM; JAKARTA — Whip Pink alias ‘Gas Tertawa’ kembali jadi perbincangan hangat di media sosial setelah kematian selebgram Lula Lahfah (26 tahun) yang diduga terkait penyalahgunaan zat tersebut. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan otoritas kesehatan mendesak masyarakat untuk tidak coba-coba menghirup gas ini karena risiko kesehatannya yang serius.
Kabar duka itu terungkap setelah Lula Lahfah, influencer dengan jutaan pengikut di Instagram dan TikTok, ditemukan meninggal di apartemennya di Jakarta Selatan pada 23 Januari 2026. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian dan menunggu hasil forensik dari Laboratorium Forensik Bareskrim Polri atas barang bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk sebuah tabung gas Whip Pink.
BNN Tegaskan Bahaya Nitrous Oxide
Kepala BNN RI, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, mengatakan Whip Pink mengandung Dinitrogen Oksida (N₂O), gas yang kadang dipakai dalam dunia medis dan kuliner — misalnya untuk whipped cream — namun rentan disalahgunakan sebagai inhalan rekreasional untuk efek euforia singkat.
“N₂O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya bisa fatal dan permanen,” ujar Suyudi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
N₂O sering disebut gas tertawa karena perilaku penggunanya yang tampak senang atau tertawa setelah menghirupnya. Namun menurut BNN, penyalahgunaan gas ini justru berpotensi menyebabkan kekurangan oksigen (hipoksia), kerusakan saraf permanen, hingga kematian.
BPOM dan Pengawasan Zat Serupa
Data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyebut bahwa Whip Pink sebenarnya merupakan produk yang secara resmi ditujukan sebagai bahan pendukung kuliner — misalnya sebagai zat pengembang krim. Namun cara pemasaran di media sosial seringkali disalahpahami atau sengaja dibuat seolah-olah gas ini aman untuk rekreasi sehingga memicu penyalahgunaan di kalangan anak muda.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan pihaknya sedang memperkuat pengawasan bersama BNN, kepolisian, dan Kementerian Kesehatan untuk mencegah peredaran gas ini sebagai zat yang disalahgunakan demi sensasi sesaat.
Respons Publik
Di media sosial, reaksi warganet terhadap kabar kematian Lula bercampur. Ada yang berduka, namun tak sedikit pula yang memperingatkan bahaya tren semacam ini.
“Sungguh sedih lihat ini ramai dibicarakan, tapi semoga jadi pelajaran buat semua,” tulis salah satu netizen di Instagram.
“Jangan coba-coba hal yang kelihatannya lucu, tapi risikonya gila,” komentar pengguna lain lewat Twitter.
Imbauan BNN
BNN kembali mengimbau agar masyarakat tidak menghirup gas tertawa demi sensasi sesaat, apalagi di bawah pengaruh kelompok atau tren online. Jika menemukan penjualan atau penyalahgunaan gas semacam ini, warga diminta melapor ke BNN melalui layanan telepon 184 atau ke polisi terdekat.
(Berbagai Sumber)

Komentar