JEDADULU.COM — Rose Blackpink akhirnya angkat bicara soal rencana tur dunia sebagai solois. Idol K-pop yang dikenal dengan warna vokal khas tersebut mengaku belum siap untuk melangkah sejauh itu dan memilih memberi waktu bagi dirinya sendiri untuk mematangkan konsep serta materi musik.
Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Channel News Asia, Kamis (29/1/2026), Rose mengatakan tur solo bukan perkara sederhana. Ia merasa belum memiliki “dunia” yang utuh untuk dibawa ke atas panggung.
“Dan saya merasa belum siap untuk menciptakan serangkaian karya lengkap untuk semua orang,” ujar Rose.
Penyanyi yang sempat mencuri perhatian lewat kolaborasi dengan Bruno Mars ini menilai, sebuah tur solo idealnya ditopang oleh katalog lagu yang kuat. Saat ini, menurutnya, materi yang ia miliki masih belum cukup.
“Untuk menciptakan sebuah dunia utuh di atas panggung, saya butuh lebih banyak waktu untuk membangunnya dengan lagu-lagu tambahan juga, karena saat ini kita punya, berapa? 12 lagu?” katanya sambil tertawa kecil.
Rose bahkan menyebut setidaknya ia ingin memiliki materi setara dua album sebelum benar-benar siap menggelar tur dunia seorang diri. Ia pun meminta penggemar bersabar, seraya menegaskan keinginannya untuk menikmati proses tanpa terburu-buru.
“Saya tidak ingin merusak pengalaman itu. Begitu saya mulai, saya ingin melakukannya dengan penuh keyakinan dan untuk waktu yang lama,” jelas Rose.
Pernyataan tersebut langsung memantik reaksi warganet. Di media sosial, banyak penggemar justru mendukung sikap Rose yang dinilai jujur dan matang.
“Lebih baik menunggu daripada tur setengah-setengah,” tulis seorang penggemar di X. Ada pula yang menyebut Rose sebagai artis yang “perfeksionis tapi bertanggung jawab”.
Sementara itu, Blackpink baru saja menuntaskan tur dunia grup mereka yang dimulai di Stadion Goyang, Korea Selatan, pada 5 Juli 2025, dan ditutup di Stadion Kai Tak, Hong Kong, pada 26 Januari 2026. Usai tur panjang tersebut, masing-masing anggota disebut akan kembali fokus pada proyek individual.
Bagi Rose, waktu tampaknya menjadi kunci. Bukan untuk mundur, melainkan menyiapkan langkah yang benar-benar siap dinikmati dunia.
(***)

Komentar