JEDADULU.COM — Era 2000-an seringkali disebut sebagai masa keemasan anime. Di periode ini, judul-judul raksasa seperti Naruto, One Piece, Bleach, Fullmetal Alchemist, hingga Death Note mendominasi layar televisi dan perbincangan penggemar.
Popularitas besar anime-anime tersebut membuat dekade ini dikenang sebagai salah satu fase paling berpengaruh dalam sejarah industri anime global.
Namun di balik gemerlap nama-nama besar itu, ada sejumlah anime lain yang justru luput dari perhatian. Bukan karena kualitasnya rendah, melainkan karena kalah sorotan di tengah banjir rilisan besar dalam waktu bersamaan.
Menariknya, banyak dari anime ini baru diakui nilainya bertahun-tahun kemudian oleh komunitas penonton yang lebih luas.
Berikut beberapa anime 2000-an yang layak mendapat apresiasi ulang.
- Kaleido Star (2003)
Kaleido Star seringkali disalahartikan sebagai anime shoujo klise dengan balutan kisah gadis mengejar mimpi. Anggapan ini membuat banyak penonton melewatkannya. Padahal, serial ini lebih menekankan tema ketekunan, disiplin, dan kekuatan mental dalam meraih cita-cita sebagai performer sirkus profesional.
Fokus ceritanya bukan romansa, melainkan proses jatuh bangun yang realistis dan emosional. Banyak penggemar baru menyadari bahwa Kaleido Star adalah salah satu anime motivasional terbaik di masanya.
- Rave Master (2001)
Sebelum Fairy Tail mendunia, Hiro Mashima lebih dulu dikenal lewat Rave Master. Serial ini sempat populer saat awal tayang, namun pamornya meredup setelah karya sang kreator berikutnya meledak di pasar global.
Padahal, Rave Master menawarkan petualangan klasik dengan world-building kuat, karakter karismatik, dan alur cerita yang solid dari awal hingga akhir.
- Haibane Renmei (2002)
Anime ini nyaris tak pernah masuk daftar populer, tetapi sering disebut sebagai “hidden gem” oleh penggemar lama. Haibane Renmei menghadirkan kisah penuh simbolisme tentang kehidupan, rasa bersalah, dan pencarian makna eksistensi.
Gaya penceritaannya tenang, atmosfernya melankolis, dan penuh ruang tafsir. Ini bukan tontonan ringan, tetapi sangat membekas.
- Planetes (2003)
Di saat anime bertema luar angkasa identik dengan perang besar, Planetes justru mengangkat sisi realistis: petugas pembersih sampah antariksa. Konsep ini terdengar sederhana, namun eksekusinya luar biasa matang.
Anime ini memadukan sains, drama manusia, dan refleksi sosial dengan sangat cerdas, jauh sebelum isu sampah luar angkasa menjadi topik global.
- Texhnolyze (2003)
Bagi yang menyukai anime gelap dan filosofis, Texhnolyze adalah mahakarya yang kurang mendapat sorotan. Visualnya suram, dialognya minim, namun atmosfer distopianya sangat kuat.
Serial ini menuntut kesabaran penonton, tetapi menawarkan pengalaman menonton yang unik dan mendalam.
- Seirei no Moribito (2007)
Anime ini menyuguhkan fantasi dengan pendekatan dewasa dan serius. Tokoh utamanya bukan remaja penuh semangat, melainkan seorang pengawal wanita berpengalaman yang melindungi seorang pangeran kecil.
Kualitas animasi, koreografi aksi, dan kedalaman cerita membuatnya sering disebut sebagai salah satu anime fantasi terbaik yang jarang dibicarakan.
- Dennou Coil (2007)
Mengangkat tema teknologi augmented reality jauh sebelum menjadi tren, Dennou Coil memadukan misteri, petualangan anak-anak, dan isu teknologi masa depan dengan sangat cerdas. Anime ini terasa visioner untuk ukuran zamannya.
Anime-anime tersebut menjadi bukti bahwa era 2000-an tidak hanya melahirkan judul besar, tetapi juga karya-karya berkualitas yang tertutup bayang-bayang popularitas raksasa.
Kini, ketika penonton mulai mencari tontonan dengan pendekatan berbeda, judul-judul ini kembali menemukan tempatnya.
Bisa jadi, anime underrated inilah yang justru menawarkan pengalaman menonton paling berkesan.
(Berbagai Sumber)

Komentar