JEDADULU.COM — Netflix kembali memanaskan lini konten lokal dengan deretan drama Indonesia lintas genre yang siap menyapa penonton muda. Setelah membuka tahun dengan film drama panti asuhan “Surat Untuk Masa Mudaku” karya Sim F, platform streaming raksasa ini tak berhenti.
Romansa, thriller, sampai laga penuh adrenalin, semuanya diracik dengan sentuhan sineas papan atas dan deretan aktor lintas generasi. Langkah ini menegaskan satu hal: drama Indonesia makin dipercaya jadi magnet global.
- Romansa, Kuliner, dan Rasa yang Belum Selesai di “Luka, Makan, Cinta”
Sutradara Teddy Soeriaatmadja (Mungkin Kita Perlu Waktu) kembali dengan pendekatan intim lewat serial romantis bertema kuliner, “Luka, Makan, Cinta.” Ia mengajak lagi Sha Ine Febriyanti dan memasangkannya dengan trio aktor muda: Mawar Eva de Jongh, Deva Mahenra, dan Adipati Dolken.
Judulnya saja sudah puitis. Ceritanya diprediksi memadukan rasa—secara harfiah dari dapur, dan secara emosional dari relasi antarkarakter. Buat kamu yang suka drama pelan tapi menghanyutkan, ini kandidat tontonan nyaman yang bikin lapar sekaligus baper.
- Fanwar K-Pop Jadi Drama Persahabatan di “Night Shift for Cuties”
Sutradara film pendek Monica Vanesa Tedja (Dear to Me) mengangkat tema yang sangat dekat dengan Gen Z: fanatisme K-Pop. Dalam “Night Shift for Cuties,” Shenina Cinnamon dan Nadia Mirandhany terlibat dalam kisah persahabatan yang retak karena rivalitas fandom.
Setting malam hari, ritme anak muda, dan konflik yang terasa “dekat banget” dengan realita media sosial, bikin serial ini terasa relevan. Bukan cuma soal idola, tapi soal ego, identitas, dan arti pertemanan.
- Misteri Gelap Ravi Bharwani di Thriller “Secrets”
Nama Ravi Bharwani identik dengan kedalaman emosi sejak “27 Steps of May.” Kini ia kembali lewat thriller berjudul “Secrets.” Menggandeng Sha Ine Febriyanti dan Abimana Aryasatya, film ini menjanjikan misteri psikologis yang gelap dan menekan.
Buat penonton muda yang suka teka-teki dan plot berlapis, “Secrets” berpotensi jadi tontonan yang bikin mikir lama setelah kredit akhir.
- Derby Romero Tancap Gas di Film Laga “Serangan Balik”
Dari horor ke laga. Sidharta Tata (Waktu Maghrib, Waktu Maghrib 2) kini menggarap “Serangan Balik.” Derby Romero tampil beda dengan aksi fisik intens, ditemani Lukman Sardi.
Cuplikan awalnya memperlihatkan koreografi pertarungan yang serius—bukan sekadar gebuk-gebukan, tapi sinematik dan penuh tensi. Ini bisa jadi salah satu film aksi lokal yang paling ditunggu.
- Drama Ayah-Anak yang Menghangatkan di “Aku Sebelum Aku”
Penulis dan sutradara Gina S. Noer (Dua Garis Biru) kembali dengan drama keluarga “Aku Sebelum Aku.” Dibintangi Ringgo Agus Rahman, Bima Sena, Widuri Puteri Sasono, serta Prastiwi Dwiarti (T2), film ini mengangkat relasi ayah dan anak dengan pendekatan emosional khas Gina: jujur, hangat, dan relevan.
Siap-siap tisu. Tema keluarga yang dekat dengan keseharian sering kali justru paling menampar.
- Sinyal Kuat: Netflix Makin Serius Garap Cerita Lokal
Dari romansa kuliner, fanwar K-Pop, thriller psikologis, laga, hingga drama keluarga—Netflix menunjukkan keberanian mengeksplor keragaman cerita Indonesia dengan menggandeng sineas yang punya ciri kuat.
Buat kawula muda, ini bukan cuma tontonan. Ini representasi: cerita yang terasa dekat, wajah yang familiar, dan isu yang relate dengan keseharian.
Dan satu hal yang makin jelas: drama Indonesia bukan lagi pelengkap katalog, tapi jadi etalase utama.
(Sumber: Variety, materi rilis Netflix, dan keterangan produksi masing-masing sineas)

Komentar