JEDADULU.COM โ Di balik gemerlap panggung dan statusnya sebagai salah satu ikon pop terbesar dunia saat ini, perjalanan karier solo Harry Styles ternyata tidak selalu mulus. Mantan personel One Direction itu mengaku pernah diliputi rasa canggung, kesepian, hingga tekanan besar saat harus berdiri sendiri tanpa rekan satu grup.
Dalam wawancara dengan The Sunday Times Magazine yang dikutip People, Minggu (15/2/2026), Styles membuka sisi personal tentang masa transisi setelah boyband yang membesarkan namanya bubar pada 2015. Menurutnya, berada di dalam grup memberi semacam โperlindunganโ emosional.
โAda banyak ruang untuk bersembunyi di dalam band,โ ujar Styles, merujuk pada kebersamaan dengan Niall Horan, Zayn Malik, Louis Tomlinson, dan Liam Payne.
Ketika pertama kali tampil sendiri di panggung, pelantun โApertureโ itu bahkan merasa kikuk. โAku berpikir, โApa yang harus kulakukan dengan tanganku?โโ kenangnya.
Kesuksesan yang Dibayar dengan Kesepian
Meski publik menyambut hangat langkah solonya, Styles mengaku justru merasa sangat sendiri di awal perjalanan tersebut. Antusiasme penggemar berbanding lurus dengan tekanan yang dirasakan penyanyi asal Inggris itu untuk tidak mengecewakan mereka.
Album debutnya, Harry Styles (2017), menjadi ajang eksplorasi identitas musik pribadinya โ sekaligus sumber kecemasan. Ia ingin bebas berkarya, namun di saat yang sama memikul ekspektasi besar dari publik yang telah menaruh kepercayaan padanya.
โBanyak orang percaya padaku, dan aku tidak ingin mengecewakan mereka,โ ungkapnya.
Jeda Panjang yang Mengubah Perspektif
Setelah tur dunia โLove on Tourโ berakhir pada Juli 2023, Styles memutuskan mengambil jeda panjang โ yang pertama dalam lebih dari satu dekade kariernya. Keputusan itu awalnya terasa โgilaโ baginya.
Namun momen tersebut bertepatan dengan fase penting dalam hidupnya: menjelang usia 30 tahun.
Styles memilih menghabiskan waktu di Italia, terutama Roma, yang menurutnya mengajarkan arti melambat di tengah kehidupan yang selama ini serba cepat.
Duduk santai di kafe sambil minum kopi sederhana menjadi pengalaman yang terasa asing sekaligus menyadarkan.
โAku tidak ingat kapan terakhir kali duduk dan hanya minum kopi,โ katanya, menggambarkan betapa sibuknya hidupnya selama ini.
Menjauh dari Sorotan, Menemukan Diri Sendiri
Jauh dari dunia musik selama lebih dari dua tahun memberi pengalaman yang ia sebut โsangat kuat.โ Styles mengaku sempat takut kehilangan sensasi adrenalin dan validasi yang biasa datang dari pekerjaannya.
Namun justru di masa itulah ia belajar menikmati hidup tanpa sorotan publik dan menemukan kebebasan baru sebagai individu.
Pengalaman tersebut, katanya, kini memengaruhi karya yang sedang ia siapkan. โSekarang musikku lahir dari kebebasan murni,โ ujarnya.
Siap Comeback dengan Album Baru
Setelah periode refleksi panjang, Styles dikabarkan siap kembali menyapa penggemar. Ia akan merilis album keempat bertajuk All the Time. Disco, Occasionally pada 6 Maret 2026 mendatang.
Kembalinya sang bintang menandai babak baru dalam perjalanan seorang artis yang telah berevolusi โ dari anggota boyband fenomenal menjadi musisi solo dengan identitas kuat.
Bagi penggemar, album ini bukan sekadar rilisan baru, melainkan hasil dari proses pendewasaan pribadi dan artistik yang panjang.
(Sumber: Wawancara Harry Styles di The Sunday Times Magazine, dikutip People)

Komentar