JEDADULU.COM– K2 Pictures resmi mengumumkan langkah besar mereka di dunia perfilman internasional saat Festival Film Cannes berlangsung, dengan memperkenalkan “K2P Film Fund I” yang akan mendanai sejumlah proyek film dan televisi baru. Di antara proyek yang paling mencuri perhatian adalah adaptasi anime layar lebar dari manga GIGANT, serta film musikal yang diangkat dari karya eksperimental legendaris Osamu Tezuka berjudul The Book of Human Insects.
Proyek adaptasi GIGANT menjadi sorotan utama karena merupakan debut K2 Pictures dalam produksi film animasi. Manga ini sebelumnya telah dilisensikan dalam bahasa Inggris oleh Seven Seas Entertainment, dan dikenal dengan premisnya yang unik, memadukan kehidupan remaja, dunia perfilman amatir, hingga unsur supernatural yang tak terduga. Ceritanya mengikuti Rei Yokoyamada, seorang siswa SMA yang bercita-cita membuat film bersama teman-temannya. Suatu hari, ketika ia mencoba mencari pemain untuk proyeknya, ia tanpa sengaja menemukan petunjuk tentang seorang bintang film dewasa bernama Papico yang tinggal di lingkungannya. Pertemuan tak terduga dengan Papico justru menyeret mereka ke dalam peristiwa misterius yang membuat sang aktris mengalami transformasi luar biasa: tubuhnya membesar hingga menjadi raksasa. Manga ini pertama kali dimuat di majalah Big Comic Superior pada akhir 2017 dan berakhir pada 2021, dengan volume terakhirnya dirilis pada tahun yang sama di Jepang.
Sementara itu, proyek film musikal The Book of Human Insects menjadi bagian dari perayaan 100 tahun kelahiran Osamu Tezuka. Adaptasi ini akan disutradarai oleh Ken Ninomiya dan sebelumnya telah dipresentasikan dalam acara “Spotlight on Japan” di European Film Market, Berlin. Karya aslinya sendiri dikenal sebagai salah satu cerita paling gelap dan kompleks dari Tezuka, yang mengangkat tokoh utama Toshiko Tomura, seorang wanita muda yang sangat berbakat dan telah meraih berbagai penghargaan bergengsi di dunia seni dan sastra. Namun di balik pencapaiannya, ia digambarkan sebagai sosok yang terus-menerus menyerap identitas, bakat, dan kehidupan orang-orang di sekitarnya. Cerita ini berkembang menjadi potret dunia yang keras dan penuh intrik, diisi oleh jurnalis oportunis, eksekutif kejam, hingga pembunuh bayaran, menciptakan atmosfer noir yang tanpa tokoh benar-benar heroik.
Karya tersebut juga bukan hal baru dalam dunia adaptasi, karena sebelumnya pernah diangkat menjadi serial televisi live-action pada tahun 2011. Selain itu, kabar lain datang dari situs resmi Tezuka Productions yang mengumumkan bahwa lembaga penyiaran publik Jepang, NHK, akan memproduksi drama televisi live-action berdasarkan manga autobiografis pendek Tezuka berjudul Paper Fortress (Kami no Toride) yang dijadwalkan tayang pada bulan Agustus.
Dengan deretan proyek ini, K2 Pictures tampak sedang membangun portofolio ambisius yang menghubungkan karya-karya klasik manga Jepang dengan format film dan televisi modern, sekaligus membawa kembali warisan kreator besar seperti Hiroya Oku dan Osamu Tezuka ke panggung global dengan pendekatan yang lebih segar dan sinematik.
Sumber: Anime News Network 18 Mei 2026

Komentar