JEDADULU.COM โ Kabar yang selama ini hanya menjadi gosip di kalangan penggemar akhirnya menjadi kenyataan. Warner Bros dikabarkan secara resmi sedang mengembangkan film layar lebar pertama dari dunia Game of Thrones.
Dunia Westeros yang penuh intrik, naga, dan perebutan takhta akan segera hadir di bioskop, bukan hanya di layar kaca. Mengutip laporan Variety dan Page Six, Selasa (3/3/2026), proyek ambisius ini telah memasuki tahap pengembangan dengan melibatkan penulis naskah papan atas, Beau Willimon.
Pria yang dikenal lewat karyanya di House of Cards dan Andor itu dikabarkan telah menyerahkan draf naskah pertama. Hingga kini, belum ada sutradara atau pemeran yang diumumkan.
Kisah Aegon Sang Penakluk, Nenek Moyang Daenerys
Yang menarik, film ini tidak akan menceritakan kembali petualangan Jon Snow atau Daenerys Targaryen. Sebaliknya, Warner Bros memilih untuk menggali sejarah lebih dalam lagi.
Film ini dilaporkan akan berfokus pada Aegon I Targaryen, pendiri dinasti Targaryen yang legendaris, dan penaklukannya atas Westeros menggunakan tiga naga raksasa.
Cerita ini terjadi sekitar 300 tahun sebelum kelahiran Daenerys dan peristiwa serial asli Game of Thrones. Ini adalah era di mana tujuh kerajaan masih terpecah, dan Aegonโbersama saudari sekaligus istri-istrinya, Visenya dan Rhaenysโmelancarkan kampanye militer berdarah yang dikenal sebagai Aegon’s Conquest.
Sosok Aegon belum pernah muncul sama sekali di layar, menjadikannya proyek yang segar namun tetap berakar kuat pada lore yang dicintai jutaan penggemar.
Dua Proyek Aegon: Film vs Serial
Uniknya, kabar ini datang di tengah perkembangan menarik lainnya. Menurut India Today dan The Hollywood Reporter, kisah Aegon Targaryen sebenarnya sedang dikembangkan dalam dua format sekaligus.
Selain film yang digarap Warner Bros, HBO juga dikabarkan sedang menggarap versi serial televisi untuk cerita yang sama. Ini menunjukkan betapa bernilainya intellectual property (IP) ini bagi studio, meski masih harus dilihat apakah keduanya akan benar-benar terwujud atau salah satunya akan dikalahkan.
Salah satu sumber menyebut bahwa versi film ini digambarkan sebagai proyek raksasa berdurasi ala Duneโspektakel sinematik penuh dengan kobaran api naga dan pertempuran besar.
Merger Warner Bros dan Paramount: Bisa Jadi Penyelamat atau Penghancur
Namun, masa depan proyek ini masih digantung oleh situasi korporat. Warner Bros saat ini sedang dalam proses akuisisi oleh Paramount Skydance.
Jika merger ini disetujui, manajemen baru berpotensi mengevaluasi ulang seluruh proyek yang sedang berjalan, termasuk film Game of Thrones.
Tapi ada secercah harapan. CEO Paramount, David Ellison, secara terbuka pernah menyebut Game of Thrones sebagai serial HBO favoritnya. Ditambah lagi, Ellison berjanji akan merilis 30 film di bioskop setelah merger rampung, yang berarti mereka akan sangat membutuhkan materi-materi berkualitas dan populer seperti ini.
Apa Kata Penggemar?
Di media sosial, reaksi penggemar langsung meledak. Banyak yang antusias, namun tak sedikit pula yang waswas dengan proyek ini, terutama mengingat akhir kontroversial dari serial aslinya.
Akun @westerosian.id nulis, “AKHIRNYA! Aegon the Conqueror! Kalau ini beneran jadi film Dune-sized, siap-siap nonton IMAX sampe leher pegel!”
Ada juga yang mengingatkan, “Yang sabar guys, masih tahap naskah. Apalagi Warner lagi mau merger, bisa aja proyek ini dikubur dalam-dalam,” tulis @the_movie_man.
Warganet @history_of_thrones menambahkan, “Aegon’s Conquest itu era paling brutal dan epik di dunia Westeros. Tiga naga sekaligus di medan perang. Kalau visualnya bagus, ini bakal jadi film fantasi terbesar sepanjang masa.”
Saga yang Masih Panjang
Di luar proyek film ini, waralaba Game of Thrones di televisi juga masih berjalan panas. House of the Dragon akan kembali untuk musim ketiga pada Juni 2026, sementara A Knight of the Seven Kingdoms baru saja menyelesaikan musim pertamanya.
George R.R. Martin, sang penulis, juga dikabarkan telah menyelesaikan sekitar 1.100 halaman manuskrip untuk buku keenamnya, The Winds of Winter.
Dunia Westeros sepertinya benar-benar belum akan berakhir. Tinggal menunggu apakah api naga akan benar-benar menyala di layar lebar.
(Berbagai Sumber)

Komentar