JEDADULU.COM โ Industri manga dan anime Jepang selama ini dikenal sebagai industri yang disiplin dan minim kontroversi. Namun, di balik gemerlapnya karya-karya populer yang mendunia, ternyata tersimpan sejumlah skandal yang mengguncang dunia hiburan.
Skandal itu mulai dari kasus kriminal yang melibatkan kreator hingga tragedi kemanusiaan yang memilukan. Berikut deretan skandal manga terheboh dalam satu dekade terakhir.
Tragedi Kyoto Animation: 36 Kreator Tewas dalam Kobaran Api
Salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah anime modern terjadi pada 18 Juli 2019. Seorang pria bernama Shinji Aoba (46 tahun) menyerang Studio 1 milik Kyoto Animation dengan menyiramkan bensin dan membakar fasilitas tersebut. Peristiwa ini menewaskan 36 orang dan melukai puluhan lainnya yang sedang bekerja di dalam studio.
Setelah melalui proses hukum yang panjang, pada Januari 2024 Pengadilan Distrik Kyoto menjatuhkan hukuman mati kepada Aoba. Meski sempat mengajukan banding dengan dalih mengalami gangguan jiwa, Aoba akhirnya mencabut bandingnya pada Januari 2025 sehingga hukuman matinya resmi ditetapkan. Motif pelaku adalah dendam karena merasa karyanya tidak diakui oleh studio tersebut.
Kontroversi Penerbit Shogakukan: Penulis Kriminal Kembali Berkarya
Pada awal 2026, industri manga diguncang kasus kontroversial yang melibatkan penerbit raksasa Shogakukan. Terungkap bahwa sebuah platform besar dari penerbit tersebut telah memperbolehkan seorang penulis yang memiliki catatan kriminal pelecehan seksual terhadap anak untuk terus menerbitkan karya, bahkan dengan menggunakan nama pena baru.
Penulis yang sudah didakwa dalam kasus pelecehan kepada korban di bawah umur itu kembali menulis dan menerbitkan karya di layanan manga ONE dengan identitas baru. Insiden ini memicu penarikan karya beberapa seniman besar serta kritik luas dari komunitas pembaca.
Skandal Nobuhiro Watsuki dan Dampaknya yang Masih Terasa
Komikus legendaris Rurouni Kenshin, Nobuhiro Watsuki, ditangkap pada akhir 2017 karena kepemilikan materi pornografi anak. Polisi menyita lebih dari 100 DVD berisi materi eksplisit anak di bawah umur dari rumahnya. Meski hanya didenda sekitar 1.800 dolar AS, kasus ini memicu perdebatan panjang di industri.
Yang menarik, pada perayaan 30 tahun Rurouni Kenshin di tahun 2025, Hirohiko Araki (kreator JoJo’s Bizarre Adventure) membuat ilustrasi tribute yang sangat sederhana dan flatโkontras dengan tribute dari mangaka lain yang penuh detail. Banyak penggemar menafsirkan ini sebagai bentuk protes diam-diam Araki terhadap keputusan industri yang dianggap terlalu cepat “memaafkan” Watsuki.
Kasus Kenya Suzuki: Komikus Galko-chan Dibui
Pada Desember 2021, Kenya Suzuki, komikus di balik manga populer Please Tell Me! Galko-chan, ditangkap oleh Kepolisian Prefektur Aichi atas dugaan kepemilikan materi pelecehan seksual anak yang diimpor dari Jerman. Ia terbukti memiliki koleksi foto dan video pornografi anak di bawah umur.
Pada Maret 2022, Pengadilan Distrik Nagoya menjatuhkan hukuman satu tahun dua bulan penjara kepadanya. Setelah empat tahun berlalu, layanan ComicWalker Kadokawa mengumumkan akan melanjutkan serialisasi manga Galko-chan pada 2025.
Kasus Tatsuya Matsuki: Act-Age Dibatalkan Permanen
Pada 8 Agustus 2020, Tatsuya Matsuki, penulis cerita manga populer Act-Age yang dimuat di Weekly Shonen Jump, ditangkap karena melakukan tindakan tidak senonoh terhadap dua siswi SMP di Tokyo. Ia mendekati korban dari belakang saat bersepeda dan menyentuh mereka.
Shueisha selaku penerbit segera mengambil tindakan tegas dengan membatalkan serialisasi Act-Age secara permanen. Keputusan ini diambil setelah berdiskusi dengan ilustrator Shiro Usazaki. Bab yang sedang dimuat di majalah menjadi bab terakhir dari komik tersebut.
Plagiarisme Wind Breaker: Webtoon Populer Dihentikan Setelah 12 Tahun
Pada Juli 2025, penggemar webtoon dikejutkan dengan kabar pemberhentian serial Wind Breaker karya Jo Yong-seok. Naver Corporation selaku perusahaan di balik Webtoon mengonfirmasi adanya kasus plagiarisme di mana beberapa adegan dalam komik tersebut memiliki kemiripan komposisi dan struktur dengan karya lain.
Jo Yong-seok mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf yang mendalam. “Di antara materi referensi yang saya gunakan selama produksi, beberapa adegan ternyata sangat mirip atau hampir identik dalam ekspresi dengan karya lain. Ini jelas salah saya,” tulisnya.
Serial yang telah berjalan hampir 12 tahun dengan lebih dari 600 juta tampilan itu resmi dihentikan.
Mangamura: Situs Bajakan Didenda Rp 180 Miliar
Situs pembajakan manga terbesar, Mangamura, menjadi sorotan internasional setelah pemiliknya, Romi Hoshino alias Zakay Roma, dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Distrik Tokyo. Ia diperintahkan membayar denda sebesar 1,7 miliar yen atau sekitar Rp 180 miliar kepada penerbit Shogakukan, Shueisha, dan Kadokawa.
Mangamura terbukti membajak 17 judul manga dan 441 volume, termasuk judul-judul besar seperti One Piece, Kingdom, Dorohedoro, dan Overlord. Sebelumnya, pada Juni 2021, Hoshino juga sempat divonis 3 tahun penjara dan denda 10 juta yen.
Rangkuman Skandal Manga Terheboh
| Tahun | Kasus | Tokoh Terkait | Dampak |
|---|---|---|---|
| 2019 | Pembakaran Studio Kyoto Animation | Shinji Aoba | 36 tewas, pelaku divonis mati |
| 2017 | Kepemilikan pornografi anak | Nobuhiro Watsuki | Denda, kontroversi berlanjut |
| 2020 | Pelecehan seksual | Tatsuya Matsuki | Act-Age dibatalkan |
| 2021 | Kepemilikan materi ilegal | Kenya Suzuki | Hukuman penjara |
| 2025 | Plagiarisme | Jo Yong-seok | Wind Breaker dihentikan |
| 2025 | Pembajakan | Romi Hoshino | Denda Rp 180 miliar |
| 2026 | Penulis kriminal kembali berkarya | Shogakukan | Kritik publik, penarikan karya |
Pelajaran dari Industri Manga
Deretan skandal ini menunjukkan bahwa industri manga dan anime, sekaya kreativitasnya, juga tak luput dari masalah etika dan kriminalitas. Kasus seperti Act-Age dan Wind Breaker menunjukkan bahwa konsekuensi atas pelanggaran bisa sangat berat, bahkan hingga menghentikan karya yang sudah populer.
Sementara itu, tragedi Kyoto Animation menjadi pengingat bahwa di balik karya-karya indah, ada ribuan kreator yang bekerja keras dan rentan menjadi korban kejahatan.
Bagi para pencinta manga dan anime, dukungan terbaik adalah dengan membaca karya melalui platform resmi dan selalu kritis terhadap kontroversi yang melibatkan kreator favorit. Karena pada akhirnya, menghargai karya juga berarti menghargai nilai-nilai kemanusiaan di baliknya.
(Berbagai Sumber)

Komentar