09/08/2026
Timnas sepak bola Indonesia.

Timnas sepak bola Indonesia di Piala AFF 2026. (Foto: PSSI)

Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026. PSSI kembali bicara evaluasi setelah skuad Garuda ditahan Singapura 1-1.

JEDADULU.COM — Timnas Indonesia kembali gagal mencapai semifinal Piala AFF 2026. Hasil imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A, Jumat (7/8/2026), membuat skuad Garuda harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.

Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan setelah Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan pada menit ke-47. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Singapura mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-66 dan mempertahankan skor 1-1 hingga pertandingan berakhir.

Hasil itu membuat Indonesia gagal menembus dua besar Grup A. Vietnam keluar sebagai pemuncak klasemen dengan 10 poin, sedangkan Singapura mengamankan posisi kedua dengan delapan poin.

Bagi Indonesia, kegagalan tersebut terasa semakin mengecewakan karena kembali terjadi setelah kegagalan pada edisi sebelumnya.

PSSI Kembali Janjikan Evaluasi

Setelah Timnas Indonesia tersingkir, Ketua Umum PSSI Erick Thohir kembali menyampaikan bahwa evaluasi akan dilakukan.

“Kami akan melakukan evaluasi terhadap hasil di ASEAN Championship 2026 agar Timnas Indonesia lebih siap untuk menghadapi sejumlah turnamen penting ke depan,” tulis Erick melalui akun Instagram resminya, Jumat.

Pernyataan tersebut kembali menempatkan kata “evaluasi” sebagai respons PSSI setelah target Timnas Indonesia tidak tercapai.

Masalahnya, kegagalan Indonesia di Piala AFF bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Dua tahun sebelumnya, skuad Garuda juga gagal mencapai semifinal setelah hanya finis di posisi ketiga grup dengan koleksi empat poin.

Artinya, evaluasi kali ini dituntut tidak berhenti sebagai pernyataan setelah turnamen berakhir. Ada sejumlah persoalan di lapangan yang perlu dijawab, mulai dari konsistensi permainan, koordinasi antarpemain, hingga kemampuan mempertahankan keunggulan.

Pada laga melawan Singapura, misalnya, Indonesia gagal menjaga keunggulan setelah unggul lebih dahulu. Gol penyama kedudukan tuan rumah juga tidak lepas dari persoalan koordinasi di lini belakang.

Herdman Akui Ada Kesalahan Kecil

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman juga mengakui masih ada sejumlah hal yang harus diperbaiki setelah kegagalan di Piala AFF 2026.

Herdman berjanji membawa perubahan agar skuad Garuda kembali dengan semangat baru pada turnamen berikutnya.

“Kami akan membenahi semua itu dan kembali dengan semangat baru, benar-benar semangat yang baru,” kata Herdman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Pelatih asal Inggris itu menilai Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. Skuad Garuda dinilai mampu menguasai permainan, tetapi gagal mencetak gol kedua untuk mengunci kemenangan.

“Kami memiliki cukup peluang untuk memenangkan pertandingan itu. Kami memiliki cukup penguasaan bola, cukup kontrol, dan terkadang dewa sepak bola tidak akan memberi apa yang kami inginkan,” ujarnya.

Herdman juga tidak ingin memperpanjang pembahasan mengenai kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Menurut dia, persoalan itu tidak perlu terus dibahas karena justru dapat menimbulkan masalah baru.

Sebaliknya, ia meminta para pemain mengambil pelajaran dari kesalahan yang terjadi selama pertandingan.

“Hal-hal (kesalahan kecil) itu tidak akan lagi kita lihat pada turnamen mendatang,” kata Herdman.

Piala AFF 2026 bukan Kegagalan Pertama

Kegagalan Indonesia kali ini memperpanjang catatan buruk di Piala AFF.

Terakhir kali skuad Garuda berhasil mencapai semifinal adalah pada edisi 2020. Saat itu Indonesia bahkan mampu melangkah hingga final sebelum dikalahkan Thailand dengan agregat 2-6 dan harus puas menjadi runner-up.

Setelah itu, Indonesia kembali gagal mencapai semifinal pada edisi berikutnya dan kini kembali mengulang kegagalan yang sama pada Piala AFF 2026.

Kondisi tersebut membuat PSSI memiliki pekerjaan besar. Evaluasi yang dilakukan setelah turnamen harus mampu menjawab mengapa Indonesia kembali gagal memenuhi target dan apa yang akan dilakukan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Jadwal Timnas Indonesia Masih Padat

Timnas Indonesia tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama menyesali kegagalan di Piala AFF.

Skuad Garuda akan kembali menjalani agenda FIFA ASEAN Cup pada September-Oktober 2026. Dalam ajang tersebut, Indonesia kembali akan bertemu Singapura karena keduanya berada di Grup A bersama Malaysia dan India.

Herdman bahkan mengaku sudah menantikan pertemuan berikutnya dengan Singapura. “Saya sudah tidak sabar untuk kembali menghadapi Singapura. Saat itu pasti akan tiba,” ujarnya.

Menurut Herdman, pertandingan di FIFA ASEAN Cup bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan perkembangan setelah mendapatkan pelajaran dari kegagalan di Piala AFF 2026.

Namun, pada akhirnya, hasil di lapangan yang akan menjadi ukuran. PSSI tidak cukup hanya menyampaikan evaluasi setiap kali Timnas Indonesia gagal mencapai target.

Apalagi setelah dua edisi berturut-turut Indonesia gagal menembus semifinal Piala AFF, publik tentu menunggu apakah evaluasi kali ini benar-benar melahirkan pembenahan atau kembali berhenti sebagai pernyataan setelah kegagalan.

Erick sebelumnya juga menyampaikan apresiasi kepada pemain, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang di Piala AFF 2026. “Terima kasih untuk seluruh pemain, pelatih dan ofisial Timnas Indonesia yang telah berjuang di ASEAN Championship 2026,” kata Erick.

Setelah Piala AFF, tantangan berikutnya sudah menanti. Indonesia juga akan tampil di Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi mulai Januari tahun depan.

(Berbagai Sumber)