Alexander Zverev memastikan diri menutup musim tenis 2026 sebagai petenis nomor satu dunia. (Foto: ATP)
JEDADULU.COM — Alexander Zverev menutup musim tenis 2026 dengan pencapaian yang selama ini menjadi impiannya. Petenis asal Jerman tersebut memastikan diri mengakhiri tahun di puncak peringkat ATP untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya.
Penghargaan No. 1 ATP akhir tahun itu menjadi penanda musim terbaik bagi Zverev. Petenis berusia 29 tahun tersebut mampu melewati persaingan ketat di papan atas tenis putra, sekaligus membuktikan dirinya bisa kembali ke performa terbaik setelah sempat menghadapi cedera pergelangan kaki.
“Ini merupakan musim yang luar biasa bagi saya dengan kemenangan di Paris dan New York. Mengetahui bahwa saya akan mengakhiri tahun di puncak peringkat merupakan impian yang menjadi kenyataan,” kata Zverev, dikutip dari ATP Tour, Selasa (13/10/2026).
Perjalanan menuju posisi teratas tidak berlangsung mudah. Zverev membuka musim dengan menembus semifinal Australian Open pada Januari. Namun, langkahnya terhenti setelah ia kalah dari Carlos Alcaraz dalam pertandingan dramatis yang berlangsung selama lima jam 27 menit.
Zverev kemudian menjaga konsistensi dalam rangkaian turnamen ATP Masters 1000. Ia setidaknya mencapai semifinal di Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, dan Madrid. Di Madrid, petenis kelahiran Hamburg itu melaju hingga partai final, tetapi harus mengakui keunggulan Jannik Sinner.
Puncak keberhasilan Zverev datang di Roland Garros. Ia mengalahkan Flavio Cobolli dalam final lima set untuk merebut gelar French Open, sekaligus meraih trofi Grand Slam pertamanya. Kemenangan tersebut juga menjadikannya petenis putra Jerman pertama pada era Open yang menjuarai turnamen bergengsi di Paris itu.
Performa Zverev berlanjut di Wimbledon. Ia berhasil mencapai final dan mencatat sejarah sebagai petenis putra Jerman pertama yang menembus partai puncak keempat turnamen Grand Slam. Capaian itu menunjukkan konsistensinya di berbagai jenis lapangan dan turnamen besar.
Di US Open, Zverev harus melewati dua pertandingan lima set pada awal turnamen. Setelah itu, ia tampil lebih stabil dan hanya kehilangan satu set hingga mengangkat trofi di New York. Sepanjang musim, ia membukukan 25 kemenangan dan dua kekalahan di empat turnamen Grand Slam.
Catatan tersebut memperkuat posisinya dalam persaingan peringkat dunia. Zverev juga menjadi petenis Jerman pertama yang mengakhiri musim di peringkat nomor satu. Saat peringkat akhir tahun ditetapkan pada 23 November 2026, ia akan berusia 29 tahun 217 hari, melampaui catatan usia Andre Agassi pada 1999 dan Andy Murray pada 2016 ketika keduanya pertama kali menutup musim di posisi teratas.
Ketua ATP Andrea Gaudenzi menyampaikan apresiasi atas pencapaian Zverev. Menurut dia, konsistensi selama bertahun-tahun dan kemauan untuk terus berkembang menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
“Selama satu dekade, ia secara konsisten menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya pada usia 29 tahun menunjukkan kegigihan dan tekadnya untuk terus berkembang,” ujar Gaudenzi.
Setelah memastikan penghargaan akhir tahun tersebut, Zverev tetap membidik hasil maksimal dalam sisa kompetisi. Ia tengah berupaya menambah koleksi gelar ATP Masters 1000 dan mengejar prestasi lebih tinggi di ATP Finals. Pencapaian sebagai petenis nomor satu dunia menjadi tonggak penting dalam kariernya setelah bertahun-tahun bersaing dengan pemain elite dunia. (*)
