Kasih Sayang
Beranda ยป Berita ยป Awas, Kebanyakan Scroll Medsos, Remaja Bisa Alami FOMO dan Gangguan Tidur!

Awas, Kebanyakan Scroll Medsos, Remaja Bisa Alami FOMO dan Gangguan Tidur!

Kebiasaan remaja yang terlalu sering menggulir layar ponsel alias scroll media sosial (medsos) tanpa kendali ternyata menyimpan bahaya laten.
Kebiasaan remaja yang terlalu sering menggulir layar ponsel alias scroll media sosial (medsos) tanpa kendali ternyata menyimpan bahaya laten. (Foto: Freepik)

JEDADULU.COM โ€“ Kebiasaan remaja yang terlalu sering menggulir layar ponsel alias scroll media sosial (medsos) tanpa kendali ternyata menyimpan bahaya laten. Jika tak percaya, maka simak saja penjelasan psikolog ini.

Psikolog klinis dewasa lulusan Magister Profesi Klinis Universitas Indonesia (UI), Teresa Indira Andani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengingatkan bahwa aktivitas ini bisa memicu gangguan psikologis serius, mulai dari kecemasan, perbandingan sosial yang tak sehat, hingga hilangnya kepercayaan diri.

“Remaja bisa merasa tidak cukup menarik, tidak cukup populer, atau tidak cukup berhasil karena melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna di media sosial,” ujar Teresa dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Dampak Negatif Scroll Berlebihan pada Remaja

Menurut Teresa yang akrab disapa Tesya, konten di medsos umumnya hanya menampilkan sisi terbaik seseorang. Masalah muncul ketika remaja yang sedang berada di fase pencarian identitas belum memiliki kemampuan untuk memilah antara realitas dan representasi.

Jangan Asal Simpan di Kulkas! 4 Makanan Segar Ini, Termasuk Tomat dan Pisang, Malah Cepat Busuk

Berikut beberapa dampak psikologis yang sering muncul:

DampakPenjelasan
Perbandingan SosialRemaja terus membandingkan diri dengan standar tidak realistis dari konten media sosial
Harga diri eksternalRasa percaya diri jadi bergantung pada jumlah likes dan komentar [citation:bahan]
FOMOFear of missing out, kecemasan karena takut tertinggal tren atau informasi terbaru
Gangguan TidurPenggunaan gawai hingga larut malam menurunkan kualitas istirahat
Konsentrasi MenurunAkibat kurang tidur, fokus belajar dan aktivitas harian terganggu

Mengapa Remaja Paling Rentan?

Masa remaja adalah periode pencarian jati diri. Pada fase ini, validasi dari lingkungan sosial menjadi sangat penting. Ketika validasi itu datang dari dunia maya dalam bentuk likes dan komentar, harga diri anak menjadi sangat bergantung pada faktor eksternal.

“Jika validasi terlalu bergantung pada likes dan komentar, harga diri menjadi sangat eksternal. Artinya, rasa percaya diri bergantung pada respons orang lain,” jelas Teresa.

Bukan Berarti Media Sosial Selalu Jahat

Jalan Kaki: Olahraga “Santuy” tapi Ampuh! Cukup 30 Menit Sehari, Jantung Sehat, Gula Darah Stabil

Teresa menekankan bahwa media sosial tidak selalu berdampak negatif. Banyak remaja justru memanfaatkannya untuk hal-hal positif seperti belajar, membangun komunitas, dan mengekspresikan kreativitas.

“Masalah muncul ketika penggunaannya tidak seimbang dan tidak terkelola,” jelas Teresa.

Peran Orang Tua Sangat Vital

Tesya menilai peran orang tua dan lingkungan menjadi sangat penting untuk membantu remaja menggunakan media sosial secara sehat dan proporsional. Pendampingan, komunikasi terbuka, dan pemberian contoh penggunaan gadget yang baik dari orang tua bisa menjadi benteng utama anak dari dampak negatif dunia digital.

Dengan memahami risiko ini, diharapkan orang tua dan pendidik bisa lebih aktif mendampingi remaja dalam ber-media sosial. Sebab, kesehatan mental generasi muda adalah investasi masa depan bangsa.

Viral Pengakuan Mimi Peri Soal Cari Pasangan Anak Kampung, Psikolog Jelaskan Tanda-Tanda Pedofil yang Harus Diwaspadai Orang Tua

(Sumber: Antara News)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *