Jalan-Jalan
Beranda » Berita » Introvert Tetap Bisa Punya Teman Baru Saat Liburan, Ini Trik Santainya

Introvert Tetap Bisa Punya Teman Baru Saat Liburan, Ini Trik Santainya

iburan bukan tentang seberapa banyak orang yang kita temui, melainkan kualitas pengalaman yang dirasakan. (Foto: Freepik)

JEDADULU.COM; JAKARTA — Liburan identik dengan cerita seru dan pertemuan baru. Namun bagi seorang introvert, bertemu orang asing—apalagi saat ikut perjalanan berkelompok—kerapkali terasa menegangkan.

Rasa canggung, bingung harus mulai dari mana, hingga keinginan untuk menarik diri seringkali muncul lebih dulu. Kabar baiknya, menjadi introvert bukan berarti harus sendirian sepanjang liburan.

Dengan pendekatan yang tepat, momen wisata justru bisa menjadi pintu untuk mengenal teman baru tanpa harus memaksakan diri. Sejumlah tips sederhana ini dibagikan pakar perjalanan Aviral Gupta, CEO Zo World and Zostel, seperti dikutip dari Hindustan Times, awal Januari 2026.

  • Pilih penginapan yang “mengundang obrolan”

Langkah pertama dimulai dari tempat menginap. Menurut Gupta, koneksi antarmanusia lebih mudah terbangun di ruang-ruang bersama. Hostel dengan area santai, meja sarapan panjang, dapur komunal, atau rooftop sering kali menjadi titik awal percakapan ringan.

“Momen kecil seperti menunggu roti panggang matang, meminjam garam untuk mi instan, atau mengisi daya ponsel di stop kontak yang sama bisa mencairkan suasana tanpa terasa dipaksa,” ujar Gupta.

Sering tak Enak Badan Saat Traveling? Ahli Ini Ungkap Biang Keroknya

  • Manfaatkan kekuatan makanan

Makanan punya cara ajaib untuk mendekatkan orang. Membawa camilan atau berbagi makanan kecil saat perjalanan bisa menjadi pemecah kebekuan yang efektif. Tak perlu topik berat karena berbagi rasa seringkali lebih ampuh daripada basa-basi panjang.

“Makanan menciptakan rasa nyaman. Kadang, itu lebih ampuh daripada obrolan yang terlalu dipikirkan,” kata Gupta.

  • Tahu kapan mendekat, kapan memberi ruang

Dalam perjalanan kelompok, introvert perlu peka terhadap ritme sosial. Tidak semua orang siap berbincang terus-menerus. Memberi ruang saat dibutuhkan, tanpa benar-benar menghilang, justru menunjukkan kedewasaan dalam berinteraksi.

“Beberapa orang butuh waktu dan keheningan sebelum terbuka. Menjaga jarak yang pas adalah kuncinya,” jelas Gupta.

  • Rayakan momen kecil bersama

Terakhir, jangan remehkan kemenangan-kemenangan kecil. Obrolan singkat, tawa bersama, atau pengalaman sederhana yang dibagi dengan orang baru bisa membuat perjalanan terasa lebih bermakna. Dari hal-hal kecil itulah, rasa kebersamaan perlahan tumbuh.

Menjelajah Ragunan di Bawah Cahaya Malam, Wisata Edukatif yang Kian Diminati

Pada akhirnya, liburan bukan tentang seberapa banyak orang yang kita temui, melainkan kualitas pengalaman yang dirasakan. Bagi introvert, langkah kecil yang nyaman justru bisa membuka pintu menuju pertemanan baru, tanpa harus mengubah jati diri.

(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *