Jalan-Jalan
Beranda » Berita » Sering tak Enak Badan Saat Traveling? Ahli Ini Ungkap Biang Keroknya

Sering tak Enak Badan Saat Traveling? Ahli Ini Ungkap Biang Keroknya

Penyebab utama tubuh terasa tidak fit saat bepergian adalah kurangnya asupan serat. Perubahan rutinitas dan pilihan makanan yang serba praktis membuat nutrisi sering kali terabaikan. (Foto: Freepik)

JEDADULU.COM; JAKARTA — Liburan atau perjalanan jauh yang seharusnya menyenangkan justru terkadang berujung badan terasa tidak nyaman. Mulai dari perut kembung, lemas, hingga sembelit, kondisi ini ternyata sering dialami banyak orang saat bepergian.

Fenomena tersebut ramai dibahas setelah media kesehatan Eating Well mengulas penyebab umum gangguan pencernaan saat traveling. Artikel yang beredar sejak Sabtu (24/1/2026) itu langsung memicu respons warganet yang merasa pengalamannya “terwakili”.

“Setiap road trip pasti begini, makan enak tapi badan malah nggak enak,” tulis seorang pengguna Instagram di kolom komentar akun kesehatan yang membagikan artikel tersebut.

Menurut ahli gizi Lauren Manaker, MS, RDN, LD, CLEC, penyebab utama tubuh terasa tidak fit saat bepergian adalah kurangnya asupan serat. Perubahan rutinitas dan pilihan makanan yang serba praktis membuat nutrisi sering kali terabaikan.

“Serat sangat penting saat bepergian karena membantu tubuh tetap seimbang meskipun rutinitas berubah,” ujar Manaker seperti dikutip Eating Well.

Introvert Tetap Bisa Punya Teman Baru Saat Liburan, Ini Trik Santainya

Manaker menjelaskan, saat traveling orang cenderung lebih sering makan di restoran, ngemil sembarangan, atau melewatkan jam makan. Akibatnya, kebutuhan serat harian tak terpenuhi.

National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat menyebutkan, kebutuhan serat harian orang dewasa berada di kisaran 25 hingga 38 gram per hari, tergantung usia dan jenis kelamin. Angka ini kerap sulit tercapai saat bepergian jauh dari menu harian yang biasa dikonsumsi. Tak heran jika tubuh mulai “protes”.

“Kalau lagi jalan-jalan, yang dicari kan enaknya dulu. Soal sehat belakangan,” komentar warganet di platform X yang ikut ramai diperbincangkan.

Kurangnya serat juga berdampak pada kestabilan gula darah. Jadwal makan yang berantakan saat perjalanan membuat tubuh lebih sering mengandalkan karbohidrat cepat dan camilan instan.

Ahli gizi Maddie Pasquariello, MS, RD, menjelaskan bahwa serat berperan penting dalam menahan lonjakan gula darah. “Memastikan karbohidrat yang dikonsumsi mengandung serat membantu tubuh tetap kenyang, menjaga energi, dan mencegah perubahan suasana hati,” ujarnya.

Menjelajah Ragunan di Bawah Cahaya Malam, Wisata Edukatif yang Kian Diminati

Menurut Maddie, kondisi lemas dan bad mood saat traveling sering kali berakar dari pola makan yang tidak seimbang.

Masalah lain yang tak kalah sering muncul adalah sembelit. Serat diketahui berperan besar dalam melancarkan pencernaan dengan menambah volume tinja dan membantu pergerakannya di usus.

Makanan seperti oat dan kacang-kacangan mengandung serat larut yang membantu melunakkan tinja. Sementara serat tidak larut dari sayuran dan biji-bijian berfungsi menjaga sistem pencernaan tetap aktif.

“Serat tidak larut bertindak seperti sapu yang membantu proses pencernaan tetap berjalan,” kata Manaker.

Tak hanya itu, serat juga menjadi “makanan” bagi bakteri baik di usus yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh.

Menghindari Copet di Negara Ramai Para Wisatawan, Ini Caranya

Meski penting, Manaker mengingatkan agar peningkatan asupan serat dilakukan secara bertahap, terutama bagi yang tidak terbiasa. “Menambah serat secara perlahan membantu tubuh beradaptasi dan menghindari rasa tidak nyaman,” ujarnya.

(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *