JEDADULU.COM — Sutradara sekaligus kreator Mobile Suit Gundam, Yoshiyuki Tomino, baru-baru ini menyampaikan pandangannya mengenai konflik dunia yang sedang berlangsung. Dalam edisi Mei 2026 majalah Animage terbitan Tokuma Shoten, Tomino membahas isu perang, politik, hingga kondisi masyarakat modern.
Dalam kolom bulanannya โTomino ni Kikeโ (Ask Tomino), ia menjawab pertanyaan pembaca tentang pandangannya terhadap Jepang masa kini dan perang, mengingat ia hidup di masa akhir World War II.
Tomino mengakui bahwa dirinya masih sangat kecil saat perang berakhir, sehingga tidak mengalami langsung kekejaman perang. Namun, ia banyak belajar dari orang-orang di sekitarnya, termasuk teman kuliahnya yang selamat dari pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki. Pengalaman tidak langsung itu membuatnya memahami perang secara lebih realistis.
Pemikiran tersebut kemudian ia tuangkan ke dalam karya-karyanya, termasuk Gundam. Ia juga menyoroti bahwa sebagian penggemar justru menafsirkan seri tersebut secara keliru dan cenderung mendukung perang, padahal inti ceritanya justru sebaliknya.
Tomino tidak segan mengkritik konflik dunia saat ini. Mengenai Russo-Ukrainian War, ia menyoroti bagaimana pemerintah Rusia masih menyebut invasi sebagai โoperasi militer khususโ, meskipun konflik telah berlangsung bertahun-tahun. Ia menilai hal tersebut mencerminkan kurangnya tanggung jawab dari kepemimpinan, termasuk Presiden Vladimir Putin.
Ia juga menyinggung konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 2026. Dalam pandangannya, basis politik Presiden Donald Trump berkaitan erat dengan kelompok evangelis kulit putih yang merasa terancam oleh perubahan sosial global. Menurut Tomino, kondisi ini dapat memicu ketergantungan pada figur pemimpin kuat dan berpotensi mengaitkan agama dengan kekuatan militer.
Berpindah ke situasi domestik, Tomino mengingatkan bahwa pemerintahan otoriter sering kali lahir melalui proses demokratis, seperti yang terjadi pada Nazi Germany sebelum Perang Dunia II.
Ia melihat adanya kecenderungan serupa di Jepang modern, terutama terkait wacana perubahan konstitusi damai, peningkatan kekuatan militer, hingga kemungkinan kepemilikan senjata nuklir. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang kurang informasi dapat menjadi faktor berbahaya dalam perkembangan politik.
Meski demikian, Tomino juga menolak gagasan bahwa solusi terletak pada kepercayaan penuh kepada kaum intelektual. Ia mencontohkan kegagalan berbagai revolusi besar seperti French Revolution, Russian Revolution, serta rezim Pol Pot di Kamboja yang berujung tragedi.
Menurutnya, politik yang efektif membutuhkan individu yang mampu bekerja secara praktis di tingkat masyarakat sehari-hari. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu sosok pun yang bisa sepenuhnya dipercaya untuk memegang semua keputusan.
โPada akhirnya, setiap individu harus berpikir secara serius,โ ujarnya.
Tomino menutup komentarnya dengan harapan agar Jepang dapat berperan sebagai pemimpin dalam menciptakan perdamaian dunia.
Kolom โTomino ni Kikeโ sendiri telah menjawab ratusan pertanyaan pembaca dan bahkan telah dibukukan dalam beberapa volume, menunjukkan konsistensi Tomino dalam menyuarakan pandangan kritisnya terhadap masyarakat dan dunia.
(Sumber: Anime News Network, 26 April 2026)

Komentar