JEDADULU.COM โ Dunia hiburan China kembali dihebohkan oleh aktris legendaris Liu Xiaoqing. Di usia senjanya yang menginjak 75 tahun, ia kembali dipercaya untuk memerankan seorang gadis remaja.
Kali ini, Liu Xiaoqing membintangi micro-drama berjudul Jin Xiu An Ran sebagai karakter gadis berusia 20 tahun yang ditelantarkan oleh suami dan anaknya.
Ini bukan kali pertama Liu Xiaoqing “melawan usia” di layar kaca. Sebelumnya, ia pernah menuai kontroversi saat memerankan gadis 17 tahun di film Ice Sniper 2 kala usianya 68 tahun. Kini, keputusan casting itu kembali terjadi dan langsung memicu perdebatan sengit di media sosial.
Adegan Ciuman Beda Usia yang Bikin Heboh
Bukan sekadar peran, micro-drama ini juga menyuguhkan adegan intim yang membuat publik terkejut. Liu Xiaoqing harus melakoni adegan ciuman dengan lawan mainnya, Jin Jia, yang terpaut usia hingga 45 tahun lebih muda. Wajar jika para penonton kemudian mempertanyakan kewarasan tim casting.
Sontak, kolom komentar di berbagai platform media sosial China banjir protes. Netizen mempertanyakan mengapa aktris muda tidak dilibatkan untuk peran yang sesuai usia.
“Emang gak ada aktris muda lainnya yang bisa mengambil peran itu?” tulis seorang netizen.
“Aku rasa dia lebih cocok untuk peran ibunya aja,” tambah yang lain.
“Tolong lah mainin peran yang lebih cocok dengan umurmu saja,” pinta netizen lainnya dengan nada kesal.
Bukan Sekali Ini, Sebelumnya Juga Kontroversial
Kontroversi serupa pernah terjadi saat Liu Xiaoqing membintangi Ice Sniper 2 yang tayang di platform seperti iQiyi dan Tencent. Saat itu, ia berperan sebagai Dan Niang, gadis 17 tahun, meski usianya sudah 68 tahun.
Sutradara Zhao Ruiyong tak hanya nekat memilih Liu untuk peran remaja, tetapi juga memilih aktor pemeran ayah dan suami yang usianya 20 tahun lebih muda darinya. Hasilnya, film tersebut menuai kritik pedas bukan hanya karena miscasting, tapi juga plot yang dinilai kacau dan tempo yang terlalu lambat.
Ice Sniper 2 merupakan adaptasi dari peristiwa bersejarah Siping Campaign pada 1947, yang mengisahkan pasukan gerilya yang dipimpin sniper Yang Jianfeng dalam usahanya menyingkirkan tentara Kuomintang dan Jepang.
Kontroversi Casting Liu Xiaoqing: Dua Sisi Mata Uang
| Tahun | Judul | Usia Liu | Karakter | Reaksi Publik |
|---|---|---|---|---|
| 2021 | Ice Sniper 2 | 68 | Gadis 17 tahun | Kritik keras, plot kacau, miscasting |
| 2026 | Jin Xiu An Ran | 75 | Gadis 20 tahun | Protes, adegan ciuman beda usia jadi sorotan |
Apa Kata Psikolog dan Pengamat Film?
Beberapa pengamat film China menilai fenomena ini sebagai dampak dari kompetisi ketat di industri hiburan. Aktris senior kadang tak punya pilihan peran selain yang secara usia tidak lagi relevan. Namun di sisi lain, publik mulai kritis dan menuntut realisme dalam pemilihan pemain.
Psikolog klinis dari Beijing, Dr. Han Mei, mengatakan bahwa ketidakcocokan usia dalam peran bisa mengganggu imersi penonton. “Penonton modern, terutama generasi muda, lebih menghargai autentisitas. Mereka bisa menerima aktor senior, tapi untuk peran yang sangat muda, ini menciptakan disonansi kognitif,” jelasnya.
Netizen Indonesia Ikut Nimbrung
Gegernya berita ini sampai juga ke jagat maya Indonesia. Warganet Tanah Air ikut memberikan komentar kocak sekaligus kritis.
“75 tahun main ciuman sama yang 30 tahunan? Ini mah nggak cocok jadi istri, cocoknya jadi simbah,” tulis akun @komeng_gokil.
“Mungkin ini strategi baru biar filmnya viral. Daripada bikin konten biasa, mending bikin kontroversi casting biar rame,”* tulis @film_indoz.
“Jujur salut sama Liu Xiaoqing, masih kelihatan muda. Tapi casting-nya yang salah. Sutradaranya perlu diperiksa matanya,” tambah @dramachina_lovers.
“Di Indonesia juga ada fenomena kayak gini nggak ya? Pemeran sinetron 50 tahun-an masih main cewek ABG?”* tanya akun @srimulat_channel.
Liu Xiaoqing: Legenda yang Terus Berkarya
Tak bisa dimungkiri, Liu Xiaoqing adalah legenda hidup sinema China. Kariernya membentang lebih dari empat dekade dengan puluhan penghargaan.
Namun, pilihan peran kontroversial di masa senjanya justru mengaburkan reputasinya sebagai aktris berbakat. Sementara ia mungkin ingin terus berkarya, publik sepertinya lebih ingin melihatnya memerankan karakter yang lebih dewasa dan bermartabatโsesuai dengan usianya yang matang.
Yang jelas, kontroversi ini belum akan reda dalam waktu dekat. Apalagi jika para sineas China masih memaksakan aktris senior untuk berperan sebagai gadis belia. Publik hanya bisa berharap: semoga ke depannya, pemilihan peran lebih mempertimbangkan akal sehat, bukan hanya nama besar.
(Berbagai Sumber)

Komentar