Tontonan
Beranda ยป Berita ยป MangaDex Terkena Ratusan Takedown DMCA, Banyak Seri Dihapus

MangaDex Terkena Ratusan Takedown DMCA, Banyak Seri Dihapus

Foto: Mangadex Dibersihkan dari Pelanggaran Hak Cipta. (Sumber; Chibi Review).

Situs baca manga populer MangaDex baru-baru ini menerima ratusan pemberitahuan DMCA (Digital Millennium Copyright Act) dari berbagai penerbit besar Jepang. Pemberitahuan ini mencakup sejumlah besar judul mangaโ€”termasuk seri yang tidak memiliki lisensi resmi untuk rilis internasionalโ€”yang menyebabkan banyak konten harus segera dihapus dari situs tersebut.

 

Dilansir dari update.anime, langkah ini tampaknya merupakan bagian dari gelombang penegakan hak cipta besar-besaran yang sedang berlangsung. Dalam beberapa hari terakhir, komunitas manga di Reddit juga mengalami insiden serupa, dengan sejumlah thread dan konten manga terkena takedown mendadak. Banyak yang menduga bahwa penerbit Jepang, atau perusahaan pihak ketiga yang mewakili mereka, kini mengambil pendekatan yang jauh lebih agresif dalam menindak penyebaran manga bajakan secara online.

 

Colony Siap Hantui Bioskop pada Mei 2026, Yeon Sang-ho Kumpulkan Jun Ji-hyun Hingga Ji Chang-wook Lawan Virus Mutan

MangaDex sendiri dikenal sebagai platform yang dibuat oleh penggemar manga (scanlator) untuk sesama penggemar. Situs ini memberikan kontrol penuh kepada grup scanlation atas rilisan merekaโ€”sebuah sistem yang sebelumnya menjadikan MangaDex sebagai tempat utama untuk membaca manga terjemahan tidak resmi dari seluruh dunia.

 

Meski selama bertahun-tahun komunitas scanlation dan penerbit besar hidup berdampingan dalam ketegangan, eskalasi terbaru ini dapat menandai perubahan besar dalam lanskap distribusi manga digital yang selama ini abu-abu secara hukum. Para penggemar pun kini menantikan apakah ini hanya gelombang sementara, atau awal dari era baru penegakan hak cipta yang lebih ketat di dunia manga.

 

(Damar Pratama Yuwanto/berbagai sumber)

Deretan Skandal Manga Terheboh Sepanjang Satu Dekade: Dari Kasus Kriminal hingga Plagiarisme

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *