Momen
Beranda » Berita » Maestro Mode yang Abadikan Keanggunan di Karpet Merah Dunia, Valentino, Meninggal pada Usia 93 Tahun

Maestro Mode yang Abadikan Keanggunan di Karpet Merah Dunia, Valentino, Meninggal pada Usia 93 Tahun

Perancang busana legendaris asal Italia, Valentino Garavani, meninggal dunia pada usia 93 tahun di kediamannya di Roma. (Foto: Instagram/@realmrvalentino)

JAKARTA — Dunia mode internasional berduka. Perancang busana legendaris asal Italia, Valentino Garavani, meninggal dunia pada usia 93 tahun di kediamannya di Roma, Senin (19/1/2026) waktu setempat. Kepergian sosok yang selama puluhan tahun identik dengan kemewahan dan keanggunan ini menandai berakhirnya satu era penting dalam sejarah fashion dunia.

Menurut laporan The Hollywood Reporter, jenazah Valentino akan disemayamkan di PM23, Piazza Mignanelli 23, Roma, pada Rabu (21/1/2026) dan Kamis (22/1/2026), mulai pukul 11.00 hingga 18.00 waktu setempat. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Jumat di Basilika Santa Maria degli Angeli e dei Martiri, Piazza della Repubblica, Roma, pukul 11.00 waktu setempat.

Valentino Clemente Ludovico Garavani lahir pada 11 Mei 1932 di Voghera, sebuah kota kecil di wilayah Lombardia, Italia, yang terletak di antara Milan dan Genoa. Nama ‘Valentino’ dipilih sang ibu, Teresa, yang terinspirasi oleh ketenaran aktor film bisu Rudolph Valentino.

Ketertarikannya pada seni dan dunia mode sudah tumbuh sejak usia muda. Pada usia 17 tahun, Valentino mulai mempelajari sketsa mode di Institut Santa Maria, Milan. Tak lama kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke Paris dan menimba ilmu di École des Beaux-Arts, sebuah langkah awal yang mengantarkannya menjadi ikon mode dunia.

Selama hampir 48 tahun memimpin rumah mode Valentino, ia dikenal memiliki filosofi kuat bahwa seorang perempuan harus merasa memancarkan aura dan kepercayaan diri melalui busana yang dikenakannya. Prinsip inilah yang membuat karyanya tak pernah kehilangan tempat di karpet merah, dari masa ke masa.

Duka Dunia Hiburan, Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal di Usia 26 Tahun

Valentino juga dikenal konsisten menjunjung tinggi keanggunan, keindahan, dan kegembiraan hidup. Ia tidak pernah bergeser dari misinya untuk membuat perempuan merasa cantik, elegan, dan istimewa, apa pun zamannya.

Sejak mendirikan rumah modenya pada 1960 hingga pensiun pada Januari 2008, Valentino menjadi pilihan utama banyak perempuan paling berpengaruh dan terkenal di dunia. Deretan namanya panjang, mulai dari Putri Diana, Audrey Hepburn, Putri Mahkota Marie-Chantal dari Yunani, hingga Meryl Streep, Oprah Winfrey, dan Gwyneth Paltrow. Putri Paltrow, Apple, bahkan diketahui menjadi anak baptis Valentino.

Kedekatannya dengan dunia Hollywood dan para bintang besar menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan dan ketenarannya selama hampir setengah abad. Salah satu pendukung awal kariernya adalah Elizabeth Taylor, yang kerap tampil memukau dalam rancangan Valentino.

Sejarah mode juga mencatat momen ikonik ketika Jacqueline Kennedy, istri mendiang Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, mengenakan gaun hitam rancangan Valentino selama masa berkabung setelah pembunuhan JFK pada November 1963.

Di ajang Oscar, karya Valentino berkali-kali mencuri perhatian. Salah satunya adalah gaun kuning satu bahu yang dikenakan Cate Blanchett pada Academy Awards 2005.

Persija Resmi Rekrut Shayne Pattynama, Skuad Macan Kemayoran Semakin Kokoh di Sisi Kiri

Momen lain yang tak terlupakan terjadi pada Oscar 2001, saat Julia Roberts menerima Piala Oscar Aktris Terbaik lewat film Erin Brockovich dengan balutan gaun hitam Valentino yang dihiasi garis satin putih lebar dan ekor tulle dramatis. Valentino menyebut pencapaian itu sebagai salah satu puncak kariernya.

Ucapan duka dan kenangan pun mengalir dari berbagai tokoh dunia. Aktris Gwyneth Paltrow, melalui akun Instagram pribadinya, mengenang Valentino sebagai sosok yang mencintai keindahan dan memiliki hubungan erat dengan kisah-kisah Hollywood.

“Aku sangat beruntung bisa mengenal dan mencintai Valentino, mengenal sosok aslinya secara pribadi. Pria yang mencintai keindahan, keluarganya, inspirasinya, teman-temannya, anjingnya, kebunnya, dan kisah-kisah Hollywood yang indah,” tulis Paltrow.

Paltrow juga mengenang momen-momen kecil namun berkesan, seperti ketika Valentino—yang akrab disapa Vava—pernah memintanya mengenakan maskara sebelum keluar makan malam. Tawa nakal sang desainer, menurut dia, selalu menghadirkan kebahagiaan yang kini akan sangat ia rindukan.

Kepergian Valentino Garavani meninggalkan warisan besar bagi dunia mode. Namanya akan selalu dikenang sebagai simbol keanggunan abadi, kemewahan yang penuh rasa, serta dedikasi tanpa kompromi untuk keindahan.

Cuaca Ekstrem Plus Banjir Jakarta Picu WFH dan PJJ, Orang Tua Lega tapi Siswa Curhat Sekolah Online Lagi

(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *