JEDADULU.COM โ Ketegangan di Timur Tengah mulai menunjukkan titik terang. Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz bagi sejumlah negara yang dianggap bersahabat. Langkah ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran global akan terganggunya pasokan energi dunia.
Pernyataan ini pertama kali disampaikan melalui akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai, yang mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Setidaknya ada lima negara yang masuk dalam daftar prioritas, termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.
๐ณ๏ธ Enam Negara Dapat Lampu Hijau
Berdasarkan pernyataan resmi dari pihak Iran dan konfirmasi beberapa negara, berikut negara-negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz:
| Negara | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| China | โ Diizinkan | Mitra dagang utama Iran |
| Rusia | โ Diizinkan | Sekutu strategis |
| India | โ Diizinkan | Hubungan diplomatik kuat |
| Irak | โ Diizinkan | Tetangga langsung |
| Pakistan | โ Diizinkan | Sahabat regional |
| Malaysia | โ Diizinkan | Hasil lobi PM Anwar Ibrahim |
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, secara terpisah mengonfirmasi bahwa negaranya juga mendapat izin khusus. Keputusan ini merupakan hasil dari komunikasi intensif dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki, dan negara-negara regional lainnya.
“Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,” ujar Anwar dalam pidato yang disiarkan televisi.
๐ฎ๐ฉ Lantas, Bagaimana dengan Indonesia?
Hingga berita ini diturunkan, nama Indonesia belum tercantum dalam daftar resmi yang diumumkan Iran. Namun, sebagai negara dengan hubungan diplomatik yang relatif baik dan anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam), Indonesia diyakini memiliki peluang untuk mendapatkan izin serupa.
Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari perjalanan ke wilayah konflik. Namun belum ada pernyataan resmi terkait pembebasan kapal tanker atau akses melalui Selat Hormuz.
๐ Mengapa Selat Hormuz Penting?
Selat Hormuz adalah jalur air strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia. Sekitar 20 persen minyak dunia melewati selat ini, menjadikannya jalur paling vital bagi pasokan energi global.
Penutupan selat ini selama beberapa pekan terakhir telah memicu kekhawatiran akan krisis energi. Harga minyak sempat melonjak hingga menyentuh USD 115 per barel sebelum kembali stabil setelah adanya kabar pembukaan bertahap ini.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam unggahan di X menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh. “Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz telah menghambat pasokan minyak, gas, dan pupuk pada momen penting musim tanam global,” tulisnya.
๐ฎ Prospek ke Depan
Dengan dibukanya Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat, stabilitas pasokan energi global mulai membaik. Namun, ketegangan antara Iran dan koalisi pimpinan AS masih berpotensi memanas kapan saja.
Pembukaan ini juga menjadi momentum bagi diplomasi Indonesia untuk menjalin komunikasi lebih erat dengan Teheran, terutama untuk memastikan kelancaran pasokan energi dan keselamatan pelayaran nasional.
Bagi Malaysia, keberhasilan Anwar Ibrahim melobi izin ini menjadi bukti efektivitas diplomasi proaktif di tengah konflik. Indonesia, dengan posisi strategisnya, tentu memiliki peluang yang sama.
(Berbagai Sumber)

Komentar