29/10/2026
Hiking - Strava1

Strava memperbarui fitur peta dan navigasi untuk memudahkan pengguna menemukan rute lari, bersepeda, berjalan kaki, hingga mendaki. Pembaruan yang diumumkan pada 22 Oktober 2026 ini menghadirkan pencarian rute yang lebih intuitif, informasi jalur yang lebih lengkap, serta peningkatan fungsi offline.

JEDADULU.COM — Strava memperbarui fitur peta dan navigasi untuk memudahkan pengguna menemukan rute lari, bersepeda, berjalan kaki, hingga mendaki. Pembaruan yang diumumkan pada 22 Oktober 2026 ini menghadirkan pencarian rute yang lebih intuitif, informasi jalur yang lebih lengkap, serta peningkatan fungsi offline.

Strava, aplikasi kebugaran yang memiliki lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 185 negara, juga menyiapkan navigasi audio turn-by-turn. Fitur tersebut akan memberikan petunjuk arah secara langsung sehingga pengguna bisa mengikuti rute tanpa harus terus-menerus menatap layar ponsel.

Menurut pengumuman resmi perusahaan, pembaruan ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan komunitas yang menginginkan proses pencarian jalur lebih praktis dan informasi yang memadai sebelum memulai aktivitas outdoor.

Pencarian Rute Lebih Mudah

Melalui tab Peta atau Maps, pengguna kini dapat mencari jalur berdasarkan nama rute maupun tempat tujuan dengan bahasa sehari-hari. Sistem akan mencocokkan pencarian dengan kebutuhan pengguna untuk berlari, berjalan kaki, mendaki, atau bersepeda.

Strava juga memperluas koleksi rute dan menyempurnakan kurasinya. Kartu informasi rute kini menampilkan foto serta data aktivitas komunitas, sehingga pengguna memiliki gambaran awal tentang jalur yang ingin dicoba.

Informasi tersebut dapat membantu pengguna membandingkan pilihan rute sebelum berangkat. Meski demikian, foto dan catatan aktivitas tetap menjadi referensi awal karena kondisi di lapangan bisa berubah.

Rekam Aktivitas Tetap Bisa Tanpa Sinyal

Pembaruan lainnya menyasar penggunaan Strava di wilayah yang sulit dijangkau jaringan internet. Pengguna tetap dapat merekam aktivitas ketika ponsel kehilangan sinyal, lalu mengunggah catatan tersebut secara otomatis setelah koneksi kembali tersedia.

Strava juga menampilkan rute yang sudah disimpan pada layar utama ketika pengguna berada dalam kondisi offline. Namun, perusahaan membedakan akses untuk merekam aktivitas dan mengikuti rute tanpa jaringan.

Berdasarkan panduan resmi Strava, seluruh pengguna dapat merekam aktivitas secara offline. Sementara itu, mengunduh dan mengikuti rute yang tersimpan tanpa koneksi internet memerlukan langganan Strava. Fitur rute offline tersedia melalui aplikasi seluler iOS dan Android.

Navigasi Audio dan Informasi Jalur Menyusul

Strava berencana menghadirkan panduan suara turn-by-turn bagi pelanggan. Petunjuk arah secara real-time itu akan mendukung aktivitas mendaki, berjalan kaki, dan berlari, sehingga pengguna dapat lebih fokus bergerak tanpa terus memeriksa layar.

Perusahaan juga menyiapkan informasi jalur berbasis komunitas berupa tag dan deskripsi yang divalidasi melalui aktivitas pengguna. Informasi itu nantinya dapat mencakup objek menarik seperti air terjun, pepohonan rindang, hingga keberadaan satwa liar di sepanjang rute.

Selain itu, Strava akan memperluas eksplorasi rute melalui situs web agar pengguna dapat menelusuri peta lewat browser. Dalam pengumuman 22 Oktober, perusahaan belum menetapkan tanggal peluncuran untuk ketiga fitur tambahan tersebut.

Rangkaian pembaruan ini memperkuat fungsi Strava bukan hanya sebagai aplikasi pencatat olahraga, tetapi juga sebagai sarana untuk menemukan dan merencanakan aktivitas luar ruang. Pengguna tetap perlu mempersiapkan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi jalur, cuaca, dan keselamatan selama beraktivitas.

(Strava)