JEDADULU.COM โ Dunia sepak bola kembali diwarnai pernyataan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Lewat media sosial X, Trump menyarankan Iran untuk tidak ikut serta dalam Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko.
Alasannya? “Demi keselamatan dan hidup mereka sendiri”. Timnas Iran pun langsung merespons dengan kata-kata pedas yang tak kalah tajam!
Trump: “Iran Dipersilakan, tapiโฆ”
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menulis, “Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan untuk Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan hidup mereka sendiri.”
Pernyataan ini sontak menuai kontroversi karena dianggap mencampuradukkan politik dengan olahraga. Pernyataan Trump ini pun berubah-ubah dalam hitungan hari.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino mengaku telah bertemu Trump di Gedung Putih dan menyatakan bahwa Trump menegaskan Iran “tentu saja diterima” untuk berkompetisi di turnamen tersebut. Namun, dalam pernyataan terbaru, Trump justru membalikkan sikapnya.
Respons Timnas Iran: Sindir Balik!
Timnas Iran tak tinggal diam. Lewat akun Instagram resmi @teammellifootball, mereka membalas ucapan Trump dengan sindiran tajam. Dalam pernyataan resminya, Iran mempertanyakan jaminan keamanan dari tuan rumah.
“Kami ingin mengingatkan bahwa satu-satunya pihak yang patut dipertanyakan adalah negara tuan rumah apabila tidak mampu menjamin keamanan seluruh tim peserta selama turnamen berlangsung,” demikian bunyi pernyataan Iran.
Iran juga menegaskan bahwa Piala Dunia merupakan ajang internasional di bawah kewenangan FIFA, bukan ditentukan oleh individu atau satu negara tertentu. “Partisipasi kami tidak seharusnya dipengaruhi oleh pernyataan politik dari pihak mana pun,” tegas mereka.
Kontroversi di Tengah Ketegangan Geopolitik
Isu ini muncul di tengah memanasnya konflik Timur Tengah setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu, yang menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan negara-negara sekitar yang menjadi pangkalan militer AS.
Situasi ini membuat partisipasi Iran dalam Piala Dunia 2026 menjadi tanda tanya besar. Bahkan Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, sempat menyatakan bahwa Iran tidak mungkin ikut serta karena “pemain kami tidak aman, dan kondisi untuk berpartisipasi tidak ada.”
Namun, federasi sepak bola Iran belum mengambil keputusan resmi. Pengamat BBC News Persia, Pooria Jafereh, menilai masih terlalu dini untuk memastikan Iran mundur.
Keputusan akhir ada di tangan Federasi Sepak Bola Iran, dan FIFA sendiri masih bersikeras bahwa Iran akan memainkan laga grupnya melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Piala Dunia 2026: Antara Olahraga dan Politik
Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara: AS, Kanada, dan Meksiko. Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir, dengan semua laga grupnya dijadwalkan di AS.
Jika Iran benar-benar mundur, beberapa nama seperti Irak (peringkat 58 FIFA) atau Italia (peringkat 13 FIFA) disebut-sebut sebagai calon pengganti potensial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari Federasi Sepak Bola Iran. Yang jelas, polemik ini kembali membuktikan bahwa politik dan olahraga memang sulit dipisahkan.
(Berbagai Sumber)

Komentar