JEDADULU.COM — Jika kamu tumbuh di era PC awal 2000-an, kemungkinan besar kamu mengenal PopCap, studio yang mengubah dunia game kasual selamanya. Mereka bukan hanya pembuat game; mereka adalah pionir dalam menciptakan pengalaman yang sederhana tapi adiktif, di mana siapa pun bisa masuk, bermain sebentar, dan terus kembali lagi.
Bejeweled dengan puzzle match-3 yang legendaris, Zuma dengan bola-bola warna yang memikat, dan Plants vs. Zombies, tower defense ringan tapi penuh strategi, adalah bukti kreativitas tanpa batas dari studio kecil ini. Setiap game PopCap memiliki jiwa, karakter, dan mekanik yang unik, sehingga berbeda dari game kasual lain yang banyak muncul pada masa itu.
Namun, segalanya mulai berubah pada tahun 2011 ketika Electronic Arts (EA), raksasa industri game yang lebih dikenal dengan fokus pada profit besar dan franchise global, membeli PopCap. Akuisisi ini membuka babak baru, tetapi bukan babak yang diinginkan oleh banyak fans lama. EA, dengan logikanya yang sederhana namun dingin, memutuskan untuk memusatkan perhatian hanya pada beberapa franchise yang sudah jelas menguntungkan: PvZ dan Bejeweled. Game-game lain yang dulu populer dan dicintai, seperti Bejeweled Frenzy atau Zuma Aquarium Deluxe, tiba-tiba dianggap terlalu berisiko atau tidak cukup menguntungkan. Mereka diabaikan, dan perlahan menghilang dari perhatian publik, menjadi semacam “lost media” yang hanya dikenang oleh mereka yang pernah memainkan versi aslinya.
Di bawah pengaruh EA, PopCap juga dipaksa mengubah filosofi kreatifnya. Dulu, studio ini berani bereksperimen, menciptakan game baru yang unik, dan mengutamakan pengalaman bermain di atas profit. Kini, EA menekankan monetisasi: mobile free-to-play, microtransactions, spin-off PvZ, dan pengulangan formula lama yang aman. Banyak desainer senior meninggalkan studio, meninggalkan para pemain dengan pertanyaan: “Apa yang terjadi pada PopCap yang dulu kreatif?” Karya-karya inovatif yang seharusnya bisa berkembang kini terbengkalai atau dihapus sama sekali, meninggalkan rasa kehilangan bagi komunitas fans yang setia.
Akibatnya, nostalgia menjadi pedih. Game-game yang dulu mengisi waktu luang dengan keseruan sederhana kini terasa hilang. Tidak ada porting modern, tidak ada sekuel yang menyaingi aslinya. Apa yang tersisa hanyalah PvZ dan Bejeweled dalam versi mobile, diubah agar sesuai dengan logika bisnis EA, tapi kehilangan sebagian besar “jiwa” yang membuat PopCap dulu dicintai. Fenomena ini menunjukkan dilema klasik industri game: kreativitas versus profit. Studio yang pernah memimpin inovasi bisa kehilangan identitasnya ketika berada di bawah bayang-bayang publisher besar yang lebih mengutamakan keuntungan jangka pendek daripada eksperimen dan inovasi.
Bagi para penggemar lama, melihat PopCap saat ini terasa pahit. Mereka masih bisa bermain PvZ dan Bejeweled, tentu, tapi pengalaman yang dulu menyenangkan, mengejutkan, dan penuh kreativitas telah berubah. EA telah mengubah warisan PopCap menjadi sesuatu yang lebih aman dan mudah dijual, meninggalkan banyak karya unik yang kini hanyalah kenangan dan cerita nostalgia. PopCap, yang dulu adalah mercusuar kreativitas game kasual, kini menjadi contoh nyata bagaimana logika bisnis bisa menggerus jiwa seni.
(Damar Pratama)

Komentar