Momen
Beranda ยป Berita ยป Warga Jakarta Darurat Ojol! Selama Ramadan, Aplikasi Sepi, Driver Ghosting, Warganet: “Kita Kembali ke Angkot?”

Warga Jakarta Darurat Ojol! Selama Ramadan, Aplikasi Sepi, Driver Ghosting, Warganet: “Kita Kembali ke Angkot?”

Layanan ojek online.
Layanan ojek online. (Foto Ilustrasi: Freepik)

JEDADULU.COM; JAKARTA โ€“ Bulan Ramadan 2026 yang seharusnya penuh berkah justru menjadi momok bagi pengguna ojek online (ojol) di Jakarta. Sejak beberapa hari terakhir, keluhan soal sulitnya mendapatkan layanan Grab dan Gojek membanjiri media sosial, terutama pada jam-jam kritis menjelang waktu berbuka puasa.

Fenomena yang dijuluki “Krisis Ojol” ini viral setelah akun Instagram @jktdiemplease mengunggah keresahan warga pada Kamis (12/3/2026). “Ternyata krisis ojol ini lagi serentak dialamin sama warga Jakarta. Belum lagi, umat Muslim yang jadi nunda buka karena enggak dapet ojol buat anter order makanan kita,” tulis akun tersebut.

Curhat Warganet: Dari Dighosting sampai Lirik Taksi

Di kolom komentar, pengguna mengungkapkan frustrasi mereka. Damar (21 tahun) mengaku sampai tiga kali pesanannya dicancel tanpa kejelasan.

“Driver-nya enggak mau (ambil), ojol biasanya diem, di aplikasi enggak gerak-gerak, di DM pun gak dijawab. Pilihan lain naik TJ dan kereta pun penuh banget,” keluh Damar.

Rekor! Harga Emas Hari Ini 12 Maret 2026 Kompak Naik, Antam Tembus Rp3,226 Juta per Gram, UBS dan Galeri24 Ikut Meroket

Akun @novie.octa menceritakan pengalaman pahitnya di-ghosting mitra pengemudi yang sudah menerima order. Beberapa pengguna bahkan mulai melirik alternatif transportasi lama seperti taksi konvensional atau Maxim yang dinilai lebih mudah didapatkan saat jam sibuk.

Sisi Lain Koin: Driver Buka Suara

Namun, di balik keluhan pengguna, para mitra pengemudi ternyata punya alasan kuat. Akun @luthfifauzan06 yang mengaku sebagai driver menjelaskan dengan gamblang kenapa mereka memilih “off” di jam sibuk.

“Menyalakan di jam sibuk itu tidak worth karena argo tidak seberapa tapi kejebak macetnya lama. Mohon maaf tetapi faktanya hanya menghabiskan bensin,” ungkapnya jujur.

Senada dengan itu, akun @s_kirayuki menyoroti ketimpangan tarif. “Harga di aplikasi naik buat customer doang, tetapi buat ke driver harganya enggak naik, malah potongan aplikasinya gede,” cetusnya.

Geger! Foto Freya JKT48 Diedit Pakai AI Jadi Vulgar, Polisi Panggil Sang Idola Kamis Besok

Perbandingan Situasi Menjelang Buka Puasa

AspekPengalaman PenggunaAlasan Driver
Waktu TungguSangat lama, sampai 3 kali dicancelTidak worth karena macet panjang
TarifNaik drastis buat customerTidak naik untuk driver, potongan besar
KomunikasiDriver ghosting, tidak responsifLebih memilih off untuk menghindari rugi
AlternatifBeralih ke taksi/Maxim

Tanggapan Grab Indonesia

Menanggapi kegaduhan ini, Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, angkat bicara. Ia mengakui adanya peningkatan waktu tunggu (high waiting time) di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir.

“Hal ini terjadi karena dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas maupun pengantaran, termasuk GrabExpress dan GrabFood, mengalami peningkatan yang cukup tinggi,” ujar Tyas dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).

Tyas juga menambahkan bahwa faktor eksternal seperti cuaca ekstrem dan banjir di beberapa ruas jalan Jakarta turut memperparah ketersediaan mitra di lapangan. Pihak Grab mengklaim tengah melakukan penyesuaian operasional untuk menyeimbangkan antara permintaan (demand) dan ketersediaan mitra (supply).

Heboh Bikin Konten Saat Melayat Vidi Aldiano, Sule Minta Maaf

Hingga berita ini diturunkan, Gojek Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait fenomena serupa yang dialami penggunanya.

Warganet pun berseloroh dengan situasi ini. “Krisis ojol bikin kita kayak balik ke zaman angkot. Lihat kiri-kanan, mangkal dulu baru jalan,” tulis @jakarta_lore. “Semoga ini jadi alarm buat aplikator buat evaluasi kesejahteraan driver. Kalau drivernya pada kabur, siapa yang nganter kita buka puasa?” tanya @smartcity_id.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap sabar dan mulai merencanakan perjalanan lebih awal, terutama saat menjelang buka puasa, atau mempertimbangkan alternatif transportasi umum lainnya yang masih beroperasi.

(Berbagai Sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *