SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tontonan
Beranda ยป Berita ยป Membandingkan Kemiripan Anime ‘Neon Genesis Evangelion’ dengan Fillm ‘Pacific Rim’

Membandingkan Kemiripan Anime ‘Neon Genesis Evangelion’ dengan Fillm ‘Pacific Rim’

 Tangkapan layar Anime Evanggelion dan Film Pacific Rim 2013.

Tangkapan layar Anime Evanggelion dan Film Pacific Rim 2013.

“Pacific
Rim” merupakan film karya Guillermo del Toro yang telah berhasil meraih
sukses di Hollywood. Film ini mengisahkan kehidupan manusia pada tahun
2020 yang harus berhadapan dengan serangan monster alien raksasa yang
disebut Kaiju.

Namun,
meskipun meraih kesuksesan, film ini tidak luput dari kontroversi.
Banyak yang berpendapat bahwa “Pacific Rim” hanyalah sebuah plagiat dari
karya mecha terkenal asal Jepang, “Evangelion.” Artikel ini akan
membahas kontroversi tersebut dan melihat apakah benar “Pacific Rim”
hanya menjadi versi live-action yang tidak original dari “Evangelion.”

“Neon
Genesis Evangelion” dan “Pacific Rim” adalah dua karya fiksi populer
yang berasal dari dua medium yang berbeda, yaitu anime dan film.
Meskipun keduanya berfokus pada konsep pertempuran melawan makhluk
raksasa, yaitu “kaiju,” dan melibatkan robot raksasa yang dikenal
sebagai “mecha,” ada sejumlah perbedaan yang mencolok di antara
keduanya. Namun, ada juga kemiripan menarik yang layak untuk disimak

Kode Redeem Heartopia Februari 2026 Diburu Gamer, Ini Daftar Lengkap dan Cara Klaimnya

 Kontroversi

Kontroversi seputar “Pacific Rim”
sebagai plagiat “Evangelion” muncul ketika trailer film ini dirilis.
Para penggemar “Evangelion” yang tersebar di seluruh dunia langsung
melihat banyak persamaan antara kedua film tersebut. Mereka dengan tegas
menyuarakan pendapat bahwa “Pacific Rim” hanyalah versi plagiat yang
mencoba memanfaatkan popularitas “Evangelion” yang telah menjadi hits
besar di tahun 1996-1997.

Persamaan yang Ditemukan

Salah
satu persamaan yang mencolok adalah konsep pertempuran melawan monster
raksasa. Baik dalam “Evangelion” maupun “Pacific Rim,” manusia harus
menghadapi ancaman makhluk raksasa yang ingin menghancurkan dunia. Kedua
film ini juga menampilkan robot raksasa yang dikendalikan oleh manusia
untuk melawan musuh-musuh tersebut. Konsep ini sangat mirip dan menjadi
titik awal perdebatan.

Selain
itu, terdapat juga persamaan dalam karakter pilot. Baik di “Evangelion”
maupun “Pacific Rim,” pilot mecha harus menghadapi tantangan emosional
dan psikologis yang besar. Mereka harus belajar mengatasi trauma masa
lalu, menghadapi rasa takut, dan menjalin hubungan dengan rekan mereka.
Persamaan ini semakin memperkuat pendapat bahwa “Pacific Rim” mengadopsi
banyak elemen dari “Evangelion.”

Fortnite Bersiap Kolaborasi dengan Solo Leveling, Teaser “Weakest Hunter” Muncul

 Tanggapan dari Pembuat “Pacific Rim”

Guillermo
del Toro, pembuat “Pacific Rim,” telah memberikan tanggapannya terkait
tudingan plagiat ini. Del Toro menjelaskan bahwa “Pacific Rim” tidak
dimaksudkan sebagai plagiat dari “Evangelion” atau karya mecha lainnya.
Ia mengakui bahwa “Evangelion” merupakan salah satu pengaruhnya, tetapi
ia juga terinspirasi oleh berbagai sumber lain, termasuk film monster
klasik, komik, dan anime lainnya. Del Toro berpendapat bahwa “Pacific
Rim” adalah sebuah penghormatan bagi genre mecha dan monster yang ia
cintai.

Artikel ini akan menjelajahi beberapa persamaan menarik antara Neon Genesis Evangelion dan Pacific Rim: 

 1. Pertempuran Melawan Makhluk Raksasa
 

Sama seperti dalam “Pacific Rim,” “Neon Genesis Evangelion” menghadirkan ancaman dari makhluk raksasa yang dikenal sebagai “Angel.” Baik di “Pacific Rim” maupun “Neon Genesis Evangelion,” pertempuran melawan makhluk-makhluk tersebut menjadi poin utama cerita. Baik pilot Eva di “Neon Genesis Evangelion” maupun pilot Jaeger di “Pacific Rim” harus menggunakan robot raksasa mereka untuk melawan ancaman tersebut.

Gagal Bersaing, Call of Duty: Warzone Mobile Resmi Tutup April 2026

2. Penggunaan Mecha

Kedua karya ini menampilkan penggunaan mecha, yaitu robot raksasa yang dikendalikan oleh manusia. Pada “Neon Genesis Evangelion,” Eva digunakan untuk melindungi manusia dari serangan Angel. Sementara itu, di “Pacific Rim,” Jaeger digunakan untuk melawan serangan kaiju. Baik Eva maupun Jaeger merupakan senjata terakhir yang manusia miliki untuk melindungi diri mereka.

3. Fokus pada Karakter Pilot

Baik “Neon Genesis Evangelion” maupun “Pacific Rim” menekankan pentingnya karakter pilot yang mengendalikan mecha. Dalam kedua karya ini, pilot menghadapi tantangan emosional dan psikologis yang berat saat melawan musuh-musuh raksasa tersebut. Mereka harus belajar mengatasi trauma masa lalu, menghadapi rasa takut, dan menjalin hubungan dengan sesama pilot.

4. Aspek Psikologis yang Dalam

Kedua karya ini mengeksplorasi aspek psikologis yang kompleks. Dalam “Neon Genesis Evangelion,” karakter-karakter utama mengalami pertarungan batin dan mencoba mencari makna dalam hidup mereka. Di sisi lain, “Pacific Rim” juga menyoroti beban emosional yang dihadapi para pilot Jaeger saat mereka berhadapan dengan ancaman kaiju. Kedua karya ini menunjukkan bahwa pertempuran melawan makhluk raksasa tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang penghadiran tekanan psikologis yang besar.

Kesimpulan

Meskipun “Neon Genesis Evangelion” dan “Pacific Rim” berasal dari medium yang berbeda, keduanya memiliki beberapa kemiripan menarik. Baik dalam pertempuran melawan makhluk raksasa, penggunaan mecha, fokus pada karakter pilot, maupun aspek psikologis yang dalam, kedua karya ini menawarkan pengalaman yang intens dan menyajikan tema yang mendalam. Baik Anda penggemar anime maupun film aksi, kedua karya ini patut untuk dieksplorasi dan dinikmati.

Terdapat banyak persamaan antara Pacific Rim dan Evanggelion. Namun, perlu diingat bahwa inspirasi adalah hal umum dalam dunia kreatif. Sementara beberapa orang mungkin melihat “Pacific Rim” sebagai plagiat, yang lain menganggapnya sebagai sebuah penghormatan. Penting untuk diingat bahwa kedua karya ini memiliki pendekatan dan cerita yang berbeda, meskipun ada beberapa elemen yang serupa. “Pacific Rim” adalah sebuah film mecha yang berhasil meraih kesuksesan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *