Ulas Dulu
Beranda ยป Berita ยป Tips Memulai Bisnis dengan Modal Minim

Tips Memulai Bisnis dengan Modal Minim

Tips memulai bisnis dengan modal minim (foto: pixabay).
Tips memulai bisnis dengan modal minim (foto: pixabay).

Modal minim seringkali menjadi kendala bagi siapa saja yang tertarik terjun ke dunia bisnis. Padahal hal tersebut bukanlah menjadi kendala besar.

Co-Founder dan CEO Ternak Uang, Raymond Chin, dalam keterangan kepada media, Rabu, 27 Juli 2022, berbagi tips untuk para pemula yang ingin memulai bisnis namun minim modal. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan untuk memulai bisnis dengan modal yang tidak besar.

– Riset

Riset diperlukan untuk validasi, apakah ide akan bekerja atau tidak. Dalam praktiknya, riset terbagi dua, yaitu riset pasar dan riset kompetitor.

Riset pasar fokus ke survei konsumen, sedangkan riset kompetitor bisa dengan menganalisa lalu membandingkan kekurangan dan kelebihan produk kompetitor dengan produk yang akan dijual. Seandainya banyak kompetitor di sekitar, fokus ke Unique Selling Proposition (USP), yaitu keunikan atau hal yang membedakan produk yang akan ditawarkan.

Hati-Hati! Duit THR Kamu Lagi Diincar Penipu Digital, 2 Modus Ini Lagi Ngegas Abis!

– Produk

Untuk memulai bisnis, usahakan antistok barang dengan jumlah yang banyak. Ciptakan minimum viable product (MVP) untuk mendapatkan feedback dari konsumen sehingga bisa mengetahui apa yang diinginkan konsumen.

Kemudian, untuk besaran margin keuntungan dari modal, direkomendasikan keuntungan di kisaran 50 persen. Tapi untuk pemula, dipersilakan untuk memperkecilnya lagi.

– Pemasaran

Ada tiga hal yang perlu ditekankan pada bagian pemasaran. Pertama, perhatikan fondasi bisnis, seperti logo. Kedua, komunikasi yang baik, termasuk dengan suplier dan konsumen. Ketiga, pasarkan lewat jalur organic channel dengan menggunakan platform media sosial. Kemudian, jangan malu untuk menjemput bola, coba tawarkan produk yang dijual kepada orang terdekat.

Realme C83 5G Resmi Meluncur: Baterai Jumbo 7.000 mAh dan Layar 144Hz, Harga Cuma Rp2,4 Jutaan!

– Operasional

Pada dasarnya, operasional bisnis disokong oleh kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk menggerakkan bisnis, termasuk urusan administrasi. Setelah proses administrasi beres, catat pemasukan dan pengeluaran.

Lalu, catat inventori, juga stok barang. Biar simpel, sebenarnya mengusahakan agar perputaran bisnis lebih cepat.

– Lean/Bersandar

Modal tidak menjadi ukuran kesuksesan dalam berbisnis. Kalau modal minim sekali, bisa menggunakan sistem pre-order. Untuk alokasi modal, direkomendasikan komposisi 40 persen (R&D) : 40 persen (produk) : 20persen (distribusi).

Dari Rush hingga Fortuner: 6 Mobil Toyota Andalan untuk Mudik 2026, Kabin Luas dan Irit BBM!