Pebulu tangkis muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, sukses merebut gelar juara tunggal putra BWF World Junior Championships 2026. (Foto: PBSI)
JEDADULU.COM — Pebulu tangkis muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, menorehkan prestasi besar dengan menjuarai tunggal putra BWF World Junior Championships 2026. Ia mengalahkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, dalam final sesama wakil Indonesia di Kairo, Mesir, Sabtu (17/10/2026).
Radithya menang melalui pertandingan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, 15-8. Gelar ini terasa istimewa karena menjadi penampilan pertamanya di kejuaraan dunia junior. Ia langsung pulang dengan medali emas setelah melewati laga ketat melawan pemain yang sudah kerap menjadi lawannya.
“Alhamdulillah, bersyukur bisa ikut WJC untuk pertama kalinya dan langsung juara,” kata Radithya dalam keterangan resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Radithya mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Ia mampu mengontrol permainan dan mengamankan gim pertama 15-9. Fardhan kemudian bangkit pada gim kedua. Setelah persaingan poin demi poin, Fardhan memanfaatkan turunnya fokus Radithya untuk merebut gim tersebut dengan skor 15-11.
Pada gim penentuan, Radithya kembali menjaga konsentrasi dan bermain lebih agresif. Ia mengendalikan jalannya pertandingan hingga menang 15-8 sekaligus memastikan gelar juara dunia junior.
Radithya mengaku masih sulit memercayai pencapaiannya. Meski sudah berdiri di podium tertinggi, ia merasa perjalanan kariernya masih panjang dan tantangan berikutnya akan jauh lebih besar.
“Bisa juara dunia junior masih berasa seperti mimpi. Cukup puas saya rasa belum karena masih ada tantangan lagi ke depannya,” ujarnya.
Ia juga bertekad memaksimalkan kesempatan saat bergabung dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas). Radithya ingin belajar dari para pemain senior agar kemampuannya terus berkembang dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia.
“Ketika masuk pelatnas nanti, saya akan belajar banyak dari para senior agar bisa terus menampilkan yang terbaik buat Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, Fardhan harus puas dengan medali perak. Hasil ini menjadi kekecewaan tersendiri karena ia kembali finis sebagai runner-up setelah meraih perak pada Badminton Asia Junior Championships 2026. Meski demikian, ia menilai pertandingan final tersebut memberinya pelajaran penting tentang mental dan fokus ketika menghadapi poin-poin krusial.
“Pelajaran yang saya dapatkan dari WJC tahun ini adalah mental dan fokusnya. Apalagi di poin 15 ini semuanya bisa terjadi,” kata Fardhan.
Final sesama Indonesia ini menambah catatan penting bagi tunggal putra Merah Putih. PBSI mengonfirmasi hasil final dan skor pertandingan, sementara laporan PB Djarum menyebut Indonesia kembali menciptakan momen bersejarah dengan menempatkan dua wakil di final tunggal putra untuk pertama kalinya sejak kejuaraan tersebut dimulai pada 1992.
Daftar Juara Tunggal Putra Kejuaraan Dunia Junior BWF
Radithya menjadi juara Indonesia kedua di nomor tunggal putra setelah Alwi Farhan meraih gelar pada 2023. Berikut daftar juara tunggal putra BWF World Junior Championships sejak edisi pertama hingga 2026. Edisi 2020 dan 2021 tidak digelar akibat pandemi COVID-19.
| Tahun | Kota Tuan Rumah | Juara Tunggal Putra | Negara |
|---|---|---|---|
| 1992 | Jakarta, Indonesia | Sun Jun | Tiongkok |
| 1994 | Kuala Lumpur, Malaysia | Chen Gang | Tiongkok |
| 1996 | Silkeborg, Denmark | Zhu Feng | Tiongkok |
| 1998 | Melbourne, Australia | Zhang Yang | Tiongkok |
| 2000 | Guangzhou, Tiongkok | Bao Chunlai | Tiongkok |
| 2002 | Pretoria, Afrika Selatan | Chen Jin | Tiongkok |
| 2004 | Richmond, Kanada | Chen Jin | Tiongkok |
| 2006 | Incheon, Korea Selatan | Hong Ji-hoon | Korea Selatan |
| 2007 | Waitakere City, Selandia Baru | Chen Long | Tiongkok |
| 2008 | Pune, India | Wang Zhengming | Tiongkok |
| 2009 | Alor Setar, Malaysia | Tian Houwei | Tiongkok |
| 2010 | Guadalajara, Meksiko | Viktor Axelsen | Denmark |
| 2011 | Taoyuan, Taiwan | Zulfadli Zulkiffli | Malaysia |
| 2012 | Chiba, Jepang | Kento Momota | Jepang |
| 2013 | Bangkok, Thailand | Heo Kwang-hee | Korea Selatan |
| 2014 | Alor Setar, Malaysia | Lin Guipu | Tiongkok |
| 2015 | Lima, Peru | Lu Chia-hung | Tionghoa Taipei |
| 2016 | Bilbao, Spanyol | Sun Feixiang | Tiongkok |
| 2017 | Yogyakarta, Indonesia | Kunlavut Vitidsarn | Thailand |
| 2018 | Markham, Kanada | Kunlavut Vitidsarn | Thailand |
| 2019 | Kazan, Rusia | Kunlavut Vitidsarn | Thailand |
| 2022 | Santander, Spanyol | Kuo Kuan-lin | Tionghoa Taipei |
| 2023 | Spokane, Amerika Serikat | Alwi Farhan | Indonesia |
| 2024 | Nanchang, Tiongkok | Hu Zhe’an | Tiongkok |
| 2025 | Guwahati, India | Liu Yangmingyu | Tiongkok |
| 2026 | Kairo, Mesir | Radithya Bayu Wardhana | Indonesia |
Prestasi Radithya dan Fardhan memperlihatkan potensi besar sektor tunggal putra Indonesia. Gelar emas menjadi awal penting bagi Radithya, sedangkan medali perak bisa menjadi bekal bagi Fardhan untuk memperbaiki konsistensi dan kembali mengejar prestasi di turnamen internasional berikutnya. (*)
