18/10/2026
raditya-bayu-wardhana-1792106023658_169

Pebulu tangkis muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, sukses merebut gelar juara tunggal putra BWF World Junior Championships 2026. (Foto: PBSI)

Radithya Bayu Wardhana menjuarai tunggal putra BWF World Junior Championships 2026 setelah mengalahkan Fardhan Rainanda Joe di final sesama Indonesia.

JEDADULU.COM — Pebulu tangkis muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, menorehkan prestasi besar dengan menjuarai tunggal putra BWF World Junior Championships 2026. Ia mengalahkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, dalam final sesama wakil Indonesia di Kairo, Mesir, Sabtu (17/10/2026).

Radithya menang melalui pertandingan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, 15-8. Gelar ini terasa istimewa karena menjadi penampilan pertamanya di kejuaraan dunia junior. Ia langsung pulang dengan medali emas setelah melewati laga ketat melawan pemain yang sudah kerap menjadi lawannya.

“Alhamdulillah, bersyukur bisa ikut WJC untuk pertama kalinya dan langsung juara,” kata Radithya dalam keterangan resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Radithya mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Ia mampu mengontrol permainan dan mengamankan gim pertama 15-9. Fardhan kemudian bangkit pada gim kedua. Setelah persaingan poin demi poin, Fardhan memanfaatkan turunnya fokus Radithya untuk merebut gim tersebut dengan skor 15-11.

Pada gim penentuan, Radithya kembali menjaga konsentrasi dan bermain lebih agresif. Ia mengendalikan jalannya pertandingan hingga menang 15-8 sekaligus memastikan gelar juara dunia junior.

Radithya mengaku masih sulit memercayai pencapaiannya. Meski sudah berdiri di podium tertinggi, ia merasa perjalanan kariernya masih panjang dan tantangan berikutnya akan jauh lebih besar.

“Bisa juara dunia junior masih berasa seperti mimpi. Cukup puas saya rasa belum karena masih ada tantangan lagi ke depannya,” ujarnya.

Ia juga bertekad memaksimalkan kesempatan saat bergabung dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas). Radithya ingin belajar dari para pemain senior agar kemampuannya terus berkembang dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia.

“Ketika masuk pelatnas nanti, saya akan belajar banyak dari para senior agar bisa terus menampilkan yang terbaik buat Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, Fardhan harus puas dengan medali perak. Hasil ini menjadi kekecewaan tersendiri karena ia kembali finis sebagai runner-up setelah meraih perak pada Badminton Asia Junior Championships 2026. Meski demikian, ia menilai pertandingan final tersebut memberinya pelajaran penting tentang mental dan fokus ketika menghadapi poin-poin krusial.

“Pelajaran yang saya dapatkan dari WJC tahun ini adalah mental dan fokusnya. Apalagi di poin 15 ini semuanya bisa terjadi,” kata Fardhan.

Final sesama Indonesia ini menambah catatan penting bagi tunggal putra Merah Putih. PBSI mengonfirmasi hasil final dan skor pertandingan, sementara laporan PB Djarum menyebut Indonesia kembali menciptakan momen bersejarah dengan menempatkan dua wakil di final tunggal putra untuk pertama kalinya sejak kejuaraan tersebut dimulai pada 1992.

Daftar Juara Tunggal Putra Kejuaraan Dunia Junior BWF

Radithya menjadi juara Indonesia kedua di nomor tunggal putra setelah Alwi Farhan meraih gelar pada 2023. Berikut daftar juara tunggal putra BWF World Junior Championships sejak edisi pertama hingga 2026. Edisi 2020 dan 2021 tidak digelar akibat pandemi COVID-19.

Tahun Kota Tuan Rumah Juara Tunggal Putra Negara
1992 Jakarta, Indonesia Sun Jun Tiongkok
1994 Kuala Lumpur, Malaysia Chen Gang Tiongkok
1996 Silkeborg, Denmark Zhu Feng Tiongkok
1998 Melbourne, Australia Zhang Yang Tiongkok
2000 Guangzhou, Tiongkok Bao Chunlai Tiongkok
2002 Pretoria, Afrika Selatan Chen Jin Tiongkok
2004 Richmond, Kanada Chen Jin Tiongkok
2006 Incheon, Korea Selatan Hong Ji-hoon Korea Selatan
2007 Waitakere City, Selandia Baru Chen Long Tiongkok
2008 Pune, India Wang Zhengming Tiongkok
2009 Alor Setar, Malaysia Tian Houwei Tiongkok
2010 Guadalajara, Meksiko Viktor Axelsen Denmark
2011 Taoyuan, Taiwan Zulfadli Zulkiffli Malaysia
2012 Chiba, Jepang Kento Momota Jepang
2013 Bangkok, Thailand Heo Kwang-hee Korea Selatan
2014 Alor Setar, Malaysia Lin Guipu Tiongkok
2015 Lima, Peru Lu Chia-hung Tionghoa Taipei
2016 Bilbao, Spanyol Sun Feixiang Tiongkok
2017 Yogyakarta, Indonesia Kunlavut Vitidsarn Thailand
2018 Markham, Kanada Kunlavut Vitidsarn Thailand
2019 Kazan, Rusia Kunlavut Vitidsarn Thailand
2022 Santander, Spanyol Kuo Kuan-lin Tionghoa Taipei
2023 Spokane, Amerika Serikat Alwi Farhan Indonesia
2024 Nanchang, Tiongkok Hu Zhe’an Tiongkok
2025 Guwahati, India Liu Yangmingyu Tiongkok
2026 Kairo, Mesir Radithya Bayu Wardhana Indonesia

Prestasi Radithya dan Fardhan memperlihatkan potensi besar sektor tunggal putra Indonesia. Gelar emas menjadi awal penting bagi Radithya, sedangkan medali perak bisa menjadi bekal bagi Fardhan untuk memperbaiki konsistensi dan kembali mengejar prestasi di turnamen internasional berikutnya. (*)