“Penting gak si punya rumah sendiri?” Kalau ada yang melontarkan pertanyaan seperti ini, jawabannya mungkin beragam. Penting, belum penting, atau malah gak penting kan nyewa atau kontrak aja bisa.
Seorang teman yang saat ini tengah menetap di Inggris pun pernah bercerita bagaimana banyak orang usia produktif yang menjadi homeless di sana. Yang untuk menyewa rumah saja mereka tak sanggup akibat biaya sewa yang juga melambung tinggi melampaui pendapatan mereka.
“Malah ada kasir supermarket, setiap hari kalau malam setelah tokonya tutup gelar sleeping bag di depan tempat kerjanya, karena gak mampu sewa rumah, lho.” Begitu kira-kira cerita teman saya itu.
Kasir supermarket yang mungkin bergaji UMR di sini setidaknya masih bisalah sewa atau kost. Karena tarif kontrak rumah atau kost bulanan masih ada yang terjangkau di kantong.
Tapi, balik lagi apakah mau selamanya kontrak/sewa/kost? Bagaimana kalau sudah tak berpenghasilan tetap lagi?
Nah pada awal 2020, Presiden RI Jokowi juga meluncurkan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat), yang juga bisa dimanfaatkan.
“Ah rumah subsidi lokasinya jauh dari pusat kota, jauh dari tempat kerja.” Kalau masih ada yang punya komen atau pikiran seperti ini, saya bisa pastikan orang itu pasti mainnya kurang jauh. Pasalnya, saat ini yang namaya moda transportasi sudah sangat memadai. Sudah sangat terintegrasi. Terutama di wilayah Jabodetabek. Belum lagi jalan tol yang sudah saling sambung menyambung ke seantero Jabodetabek. Jadi akses yang sulit sudah tak masuk akal lagi untuk dijadikan alasan tak mau tinggal di pinggiran kota.
(Dinar K Dewi)

