31/10/2026
lexus ux300e

Ilustrasi mobil listrik Lexus. Dalam foto ini Lexus UX300e. (Foto: Web Lexus)

JEDADULU.COM — Persaingan mobil listrik di China mendorong Lexus mengubah strategi bisnisnya. Produsen kendaraan premium asal Jepang tersebut menyiapkan fasilitas produksi sendiri di Shanghai untuk menggarap SUV listrik yang ditargetkan meluncur pada 2027.

Langkah ini menjadi perubahan penting bagi Lexus. Selama hampir 30 tahun, merek tersebut mengandalkan kendaraan impor untuk memenuhi permintaan konsumen di pasar China. Melalui pabrik baru, Toyota sebagai induk perusahaan ingin memperkuat posisi Lexus di tengah ketatnya persaingan dengan produsen kendaraan listrik lokal.

Fasilitas yang diberi nama Lexus Electrified Shanghai itu berlokasi di Distrik Jinshan. Pembangunannya dimulai pada 2025 dan dijalankan melalui perusahaan yang sepenuhnya dimiliki asing. Dengan skema tersebut, Toyota dapat mengoperasikan produksi kendaraan Lexus secara mandiri, terpisah dari dua perusahaan patungan yang telah lebih dahulu menjalankan bisnisnya di China.

Pabrik tersebut dirancang menggunakan teknologi manufaktur modern. Salah satu teknologi utamanya adalah gigacasting aluminium, metode pengecoran berukuran besar yang memungkinkan sejumlah komponen disatukan menjadi bagian struktural kendaraan.

Toyota berencana menerapkan teknologi ini pada bagian depan dan belakang mobil. Penggunaan komponen berukuran besar diharapkan memangkas jumlah suku cadang serta menyederhanakan proses perakitan.

Sistem produksi pabrik juga tidak lagi sepenuhnya mengandalkan konveyor. Kendaraan nantinya dapat bergerak secara mandiri di antara stasiun kerja, sehingga proses perakitan memiliki pola yang lebih fleksibel.

Pada tahap awal, fasilitas tersebut diperkirakan memproduksi sekitar 1.000 kendaraan setiap bulan. Jika berjalan sesuai perkiraan, jumlahnya setara 12.000 unit dalam setahun. Meski demikian, Toyota belum mengumumkan kapasitas produksi jangka panjang maupun rencana peningkatannya.

Lexus juga masih merahasiakan identitas SUV listrik yang akan diproduksi. Informasi mengenai harga, kapasitas baterai, tenaga motor listrik, dan jarak tempuh belum diumumkan.

Keputusan memperkuat produksi lokal tidak terlepas dari tantangan penjualan Lexus di China. Pengiriman kendaraan merek tersebut sempat mencapai 227.000 unit pada 2021. Namun, jumlahnya menyusut menjadi 182.458 unit pada 2025.

Produksi di dalam negeri dapat memberikan keuntungan dari sisi harga. Lexus berpeluang menghindari bea masuk 15 persen yang dikenakan pada mobil penumpang impor. Keuntungan tersebut bisa memberikan ruang lebih luas bagi perusahaan untuk bersaing dengan merek kendaraan listrik premium China, termasuk Nio dan Zeekr.

Meski demikian, keberhasilan strategi baru Lexus akan sangat bergantung pada penerimaan konsumen terhadap SUV listrik yang dijadwalkan hadir pada 2027.

(Sumber: Lexus)