![]() |
| Ujian Nasional (ilustrasi: dara.co.id) |
Suasana kelulusan anak sekolah tahun ini terasa berbeda. Euforia kelulusan tak tampak terlihat. Terlihat datar.
Pengumuman kelulusan disampaikan via pesan WhatsApp (WA). Surat tanda kelulusan disampaikan langsung ke orang tua di hari berikutnya. Anak-anak cukup menunggu di rumah. Maklum, dunia dan juga Indonesia masih dilanda pandemi virus corona.
Terasa banget keceriaannya. Terasa pelepasannya setelah berbulan-bulan menegangkan otak menghadapi persiapan ujian nasional (UN).
Tahun ini memang jauh berbeda. Bahkan rencana perpisahan sekolah yang sudah dirancang jauh-jauh hari juga dibatalkan.
Selain karena tak adanya perayaan kelulusan, tak adanya UN juga turut menyumbang kehambaran itu. Ibaratnya seperti sebuah pertandingan yang dimenangkan dengan WO. Menang tanpa bertanding.
Sekolah-sekolah bisa saja mengobral nilai dengan murah kepada siswa-siswanya karena berharap siswa lulusan sekolahnya bisa melanjutkan ke sekolah negeri dengan gampang. Atau semangat belajar siswa jadi menurun karena tak perlu susah-susah belajar, toh sekolah akan meluluskan siswa itu demi reputasi sekolah itu sendiri. Atau buat siswa yang rumahnya sangat dekat dengan sekolah negeri tujuan alias zonasi, ia tak perlu repot-repot belajar toh pasti akan diterima di sekolah itu karena dekat dengan rumahnya.

