Spotify kembali mencatat pencapaian besar di industri layanan streaming musik global. (Foto: Spotify)
JEDADULU.COM – Spotify kembali mencatat pencapaian besar di industri layanan streaming musik global. Platform asal Swedia itu mengumumkan jumlah pelanggan Premium telah menembus 300 juta pada kuartal II 2026, menegaskan dominasinya di pasar musik digital dunia.
Dalam laporan keuangan terbaru perusahaan, dikutip Rabu (5/8/2026), jumlah pelanggan berbayar Spotify meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut juga menempatkan Spotify jauh di depan para pesaingnya, termasuk Apple Music yang diperkirakan memiliki sekitar 100 juta pelanggan berbayar.
Tak hanya layanan Premium yang terus bertumbuh, basis pengguna Spotify secara keseluruhan juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir kuartal II 2026, layanan ini mencatat 777 juta pengguna aktif bulanan, termasuk pengguna paket gratis yang didukung iklan. Angka tersebut naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan jumlah pengguna ikut mendorong kinerja bisnis perusahaan. Spotify membukukan pendapatan sebesar 4,78 miliar euro pada kuartal kedua tahun ini atau meningkat sekitar 14 persen secara tahunan.
Pencapaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan, terutama terkait maraknya musik yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Sejumlah pengguna sempat menyuarakan kekhawatiran mengenai semakin banyaknya konten musik hasil AI yang beredar di platform tersebut. Menanggapi hal itu, Spotify memperkuat sistem verifikasi bagi para artis serta menghadirkan label opsional untuk menandai musik yang dihasilkan menggunakan AI.
Meski demikian, hingga kini belum tersedia sistem yang benar-benar efektif untuk mengidentifikasi seluruh musik berbasis AI. Kondisi itu membuat sebagian pengguna mulai mencoba layanan alternatif yang secara khusus membantu memilah atau mengidentifikasi konten semacam itu.
Di sisi lain, Spotify justru semakin agresif mengembangkan berbagai fitur berbasis AI sebagai bagian dari strategi inovasi perusahaan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Spotify meluncurkan beragam fitur baru, mulai dari alat pembuat podcast yang dipersonalisasi berdasarkan berbagai sumber informasi, fitur eksperimental di desktop yang memiliki kemampuan serupa NotebookLM, hingga fitur tanya jawab dan ringkasan otomatis untuk podcast.
Perusahaan juga memperluas layanan buku audio melalui kerja sama dengan ElevenLabs, penyedia teknologi suara berbasis AI. Selain itu, Spotify menggandeng sejumlah label musik untuk menghadirkan fitur remix buatan penggemar secara legal.
Terbaru, perusahaan meluncurkan asisten AI percakapan yang memungkinkan pengguna mencari, menemukan, dan mengatur konten di aplikasi menggunakan perintah berbasis teks atau prompt.
Kombinasi antara pertumbuhan pelanggan, peningkatan pendapatan, serta inovasi berbasis AI menunjukkan Spotify masih menjadi pemimpin pasar layanan streaming musik global. Meski dihadapkan pada tantangan baru terkait konten AI, perusahaan terus berupaya menjaga kepercayaan pengguna sambil menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih personal dan interaktif.
(Sumber: TechCrunch)
