Menu
Jedadulu

Daftar Juara Serie A Liga Italia

Serie A Liga Italia (forzaitalianfootball.com)

Juventus resmi menjuarai Serie A Liga Italia untuk ke-36 kali sepanjang sejarah kompetisi atau yang kesembilan secara beruntun. Kepastian Juventus juara Serie A 2019/2020 didapat berkat kemenangan 2-0 atas Sampdoria, Senin (27/7) dini hari WIB.

Daftar juara Serie A Liga Italia dalam 20 tahun terakhir:

2019/2020   Juventus
2018/2019   Juventus
2017/2018   Juventus
2016/2017   Juventus
2015/2016   Juventus
2014/2015   Juventus
2013/2014   Juventus
2012/2013   Juventus
2011-2012   Juventus
2010/2011   AC Milan
2009/2010   Inter Milan
2008/2009   Inter Milan
2007/2008   Inter Milan
2006/2007   Inter Milan
2005/2006   Inter Milan (gelar Juventus ditarik karena Calciopoli)
2004/2005   Tidak ada juara (gelar Juventus ditarik karena Calciopoli)
2003/2004   AC Milan
2002/2003   Juventus
2001/2002   Juventus
2000/2001   AS Roma

Koleksi juara (Scudetto) Serie A Liga Italia sepanjang masa:

1. Juventus: 36 trofi
2. Inter Milan, AC Milan: 18
3. Genoa: 9
4. Torino, Bologna, FC Pro Vercelli 1892: 7
5. AS Roma: 3
6. Lazio, Fiorentina, Napoli: 2
7. Cagliari: 1

Serie A Liga Italia (forzaitalianfootball.com) Juventus resmi menjuarai Serie A Liga Italia untuk ke-36 kali sepanjang sejarah kompetis...
Menulis Indonesia 29 Jul 2020
Jedadulu

Zidane Pelatih Tersukses Real Madrid

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane

Juru taktik asal Prancis, Zinedine Zidane, kembali mengantar Real Madrid menyabet gelar La Liga Spanyol, kali ini untuk musim 2019/2020. Ini merupakan trofi La Liga kedua yang diraih Zidane sebagai pelatih untuk Madrid.

Sebelumnya, Zidane membawa Los Blancos juara La Liga 2016/2017. Berikut rekor Zidane yang kembali membesut Madrid pada awal Maret 2019 saat skuat ibu kota Spanyol itu sedang dalam kondisi berantakan.

- Gelar Kedua La Liga
Kini Zidane sudah mengumpulkan dua gelar La Liga Spanyol. Gelar pertama ia raih pada 2016/2017

- Koleksi 11 Trofi
Jika ditotal, Zidane mengoleksi 11 trofi sebagai pelatih Madrid. Rinciannya, dua titel La Liga, dua Piala Super Spanyol, tiga Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub

- Pelatih Tersukses Sejak 2016
Karier kepelatihan Zidane baru 4,5 tahun termasuk masa istirahat 10 bulan. Tak ada pelatih lain yang memenangi trofi lebih banyak di dunia sejak 2016 selain dirinya. Koleksi 11 trofi Zidane mengalahkan 10 trofi pelatih Manchester City, Pep Guardiola, dan delapan trofi Max Allegri saat membesut Juventus

- Beri Trofi Tiap 19 Laga
Dengan gelar terayar, secara keseluruhan sebagai pelatih Zidane menyumbangkan 11 trofi untuk Madrid. Hebatnya, Zidane meraihnya dalam 209 laga saja. Artinya, ia mempersembahkan satu trofi untuk Madrid setiap 19 laga

- Menuju Pelatih Tersukses Madrid
Zidane hanya butuh tiga trofi lagi untuk menyamai prestasi pelatih tersukses Madrid, Miguel Munoz, yang meraih 14 trofi

- Gelar Juara Ke-34 Madrid
Ini jadi gelar juara La Liga ke-34 Madrid. Angka itu sekaligus menjadikannya sebagai klub tersukses Spanyol. Barcelona membuntuti Madrid dengan 26 trofi. Koleksi 34 gelar Madrid hampir mendekati kombinasi gelar Barca (26) dan Atletico Madrid (10) yang jika ditotal mengoleksi 36 gelar

- Ciptakan Skuat Gotong Royong
Sepeninggal sang bintang Cristiano Ronaldo yang hengkang ke Juventus, Zidane berhasil menyatukan skuatnya dalam urusan mencetak gol. Madrid jadi tim dengan jumlah pencetak gol berbeda terbanyak pada abad ke-21. Jumlah pencetak gol di skuat El Real mencapai 21 pemain dalam semusim.


nnn

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane Juru taktik asal Prancis, Zinedine Zidane, kembali mengantar Real Madrid menyabet gelar La Liga Spa...
Menulis Indonesia 17 Jul 2020
Jedadulu

Menikmati Kota Rio de Janiero dari Kaki Cristo Redentor

Kota Rio de Janeiro, Brasil, dilihat dari puncak Gunung Corcovado.
Selain pantai Copacabana, tujuan utama pelesir para wisatawan ke Brasil adalah patung Cristo Redentor di puncak Gunung Corcovado. Cristo Redentor atau Kristus Sang Penebus di Rio de Janiero memang menjadi salah satu destinasi yang paling banyak diincar wisatawan.

Tak sulit untuk mencapai lokasi Cristo Redentor meski patung itu berada pada ketinggian 710 meter. Agaknya, Pemerintah Brasil telah mempersiapkan diri sejak lama agar dua lokasi favorit, Copacabana dan Cristo Redentor, mudah dijangkau turis.

Di Rio de Janeiro, hampir semua bus melalui rute ke Copacabana. Tapi, untuk menuju Cristo Redentor agak berbeda. Dibutuhkan sedikit perjuangan dan uang lebih untuk mencapai puncak gunung itu.

Jika datang terlambat, jangan harap bisa menggunakan vertical cog train dari Stasiun Largo do Machado dengan tarif 50 reais atau sekitar Rp 275 ribu. Sekitar pukul 14.00 saja, loket vertical cog train sudah ditutup karena dipenuhi pengunjung. Tapi, bagi turis yang gagal naik train masih mungkin mendaki puncak Gunung Corcovado. Ada alternatif transportasi di luar stasiun, yakni menggunakan extra van dengan tarif 51 reais atau sekitar Rp 280 ribu.

Perjalanan dari Largo do Machado ke puncak Gunung Corcovado membutuhkan waktu tak terlalu lama, sekitar 30 menit. Saat melakukan pendakian, para pengunjung sudah mendapat sajian pemandangan indah Kota Rio de Janeiro.

Tapi, jangan kaget setibanya di puncak. Para turis harus mengantre panjang mendaki ratusan anak tangga sepanjang sekitar 100 meter untuk mencapai patung Cristo Redentor. Untunglah sesampainya di puncak, kelelahan saat mendaki segera terbayar dengan mata yang dimanjakan pemandangan menakjubkan.

Rio de Janeiro dari atas Gunung Corcovado terlihat amat menawan. Sebuah kota dengan lanskap yang sangat lengkap. Ada pantai Ipanema dan Copacabana dengan pasir putihnya, bukit-bukit hijau di sepanjang kawasan hutan Tijuca, pegunungan cokelat hijau Sugarloaf, gedung-gedung pencakar langit, rumah-rumah yang menempel bukit, jembatan yang membelah Teluk Guanabara Rio-Niteroi, danau biru Lagoa Rodrigo de Freites, dan tentu saja stadion legendaris; Maracana.

Tepat di bawah patung Cristo Redentor yang merentangkan tangannya, ratusan turis sibuk berpose mengabadikan diri. Ada pula yang sekadar melihat hamparan Kota Rio de Janeiro dari samping patung Cristo Redentor yang mulai dibangun pada 1922. Di sisi tangga juga tersedia beberapa kafe dan toko-toko suvenir khas tentang Cristo Redentor yang berdiri sejak masa kejayaan gerakan Art Deco.

Tak hanya saat naik, saat turun pun, semua pengunjung harus rela mengantre. Pun, saat hendak pulang dengan mengendarai train maupun menumpang extra van, semuanya harus mengantre. Berbaris hingga ratusan meter. Tapi, wajah-wajah puas dan gembira tersirat jelas. Mungkin, Rio de Janeiro akan selalu dikenang sebagai salah satu kota terindah yang pernah disinggahi wisatawan.

Kota Rio de Janeiro, Brasil, dilihat dari puncak Gunung Corcovado. Selain pantai Copacabana, tujuan utama pelesir para wisatawan ke Bras...
Menulis Indonesia 10 Jul 2020