Menu
Jedadulu

Kila Pembawa Pesan Kelinci (Komik)

 

Chapter 4

Cerita oleh: Damar PY dan Nindita Gatcha

  Chapter 4 Cerita oleh: Damar PY dan Nindita Gatcha
Menulis Indonesia 29 Okt 2020
Jedadulu

Sinister Film Paling Menakutkan

 

Sebuah studi ilmiah menetapkan film Sinister (2012) sebagai film paling menakutkan sepanjang masa. Menurut Forbes, belum lama ini, sebuah studi ilmiah oleh Broadbandchoices menetapkan bahwa tidak ada film yang lebih menakutkan daripada Sinister.

Melansir sea.ign.com pada Selasa, 20 Oktober 2020, pencipta studi tersebut, Daniel Clifford mengatakan, studi Science of Scare dirancang untuk membantu orang menemukan film paling menakutkan secara ilmiah yang pernah dibuat. Tim ingin membuat orang-orang menghemat waktunya dalam mencari ribuan judul di layanan streaming, seperti Amazon, Netflix, dan Shudder.

Studi itu mengukur detak jantung istirahat dari 50 orang dari berbagai usia saat menonton lebih dari 100 jam film menakutkan. Ketika semua dikatakan dan dilakukan, penelitian menentukan daftar 35 film paling menakutkan, dan urutan teratas adalah Sinister!

Denyut jantung istirahat rata-rata dari 50 orang adalah 65 denyut per menit. Selama Sinister, rata-rata denyut jantung itu melonjak menjadi 86 denyut per menit, yang setara dengan peningkatan 32 persen. Tidak ada film lain yang mengalami kenaikan rata-rata yang lebih tinggi.

Insidious (2010) dinobatkan sebagai raja kengerian, karena menyajikan ketakutan khusus yang membuat rata-rata denyut per menit naik menjadi 133 selama menontonnya. Tidak ada film lain yang mengalahkan ketakutan individu itu. Namun, secara keseluruhan, Insidious berada di posisi kedua di belakang Sinister.

Melengkapi 10 besar lainnya, The Conjuring berada di urutan ketiga, Herediter di urutan keempat, Paranormal Activity di urutan kelima, dan It Follows di urutan keenam. Kemudian, The Conjuring 2 menduduki urutan tujuh. Sementara The Babadook, The Descent, dan The Visit masing -masing menduduki urutan delapan, sembilan, dan sepuluh.

Jika Anda belum pernah menonton Sinister, film horor itu menceritakan Ellison Oswalt (Ethan Hawke) yang berprofesi sebagai penulis yang mencoba menggali alasan mengapa sebuah keluarga dibunuh secara mencurigakan di rumah barunya. Kisah dalam film berdurasi 110 menit ini dibuka dengan potongan rekaman film berisi gambar sebuah keluarga yang terdiri dari empat orang. Keempatnya tewas digantung di atas pohon.

Beberapa bulan berselang, seorang penulis novel kriminal bernama Ellison pindah ke rumah baru bersama keluarganya. Keluarganya terdiri dari sang istri Tracy (Juliet Rylance) serta dua anaknya, Ashley (Clare Foley) dan Trevor (Michael Hall D'Addario). Namun, Ellison merahasiakan tentang masa lalu rumah ini dari istri dan anak-anaknya. Beberapa hari menempati rumah tersebut, Ellison dan keluarga mulai merasakan banyak kejadian aneh.

Anda kemungkinan akan setuju dengan hasil survei setelah menonton Sinister. Sinister merupakan film bergenre horor supranatural yang digarap oleh sutradara Scott Derrickson yang bekerja sama dengan C Robert Cargill sebagai penulis skenario.

(nnn)

  S ebuah studi ilmiah menetapkan film Sinister (2012) sebagai film paling menakutkan sepanjang masa. Menurut Forbes, belum lama ini, sebuah...
Menulis Indonesia 21 Okt 2020
Jedadulu

18 Penerbit Indie Murah dan Ada Gratis

Salah satu tren perbukuan ke depan adalah maraknya penerbitan mandiri. Mengapa? Ya, karena sekarang menerbitkan buku sendiri sudah sedemikian mudahnya.

Selain itu, banyak manfaat yang bisa diambil, selain juga potensi bisnisnya yang lumayan. Kehadiran layanan self publishing dan independent publishing alias penerbit indie juga telah menjadi oase baru bagi para penulis pemula di Indonesia yang bermimpi membukukan tulisannya.

Sebelumnya, antusiasme dan kreativitas penulis pemula untuk mempublikasikan karyanya selama ini kerap terbentur dengan masalah klasik di dunia penerbitan, terutama di penerbit mayor, seperti Gramedia, Republika, dan Mizan. Mulai dari mahalnya ongkos cetak buku, seleksi ketat dan standar editorial oleh penerbit besar, hingga kecilnya royalti bagi penulis.

Kendala-kendala inilah yang mendorong banyak penulis terutama penulis pemula memilih menerbitkan buku secara mandiri atau self publishing. Atau adapula yang menyerahkan naskah ke penerbit indie.

Penerbit indie biasanya menerima semua karya penulis tanpa terkecuali asal tidak mengandung pornografi, kekerasan, dan unsur SARA. Karya si penulis akan diterbitkan tanpa kendala dan harga pun seringkali ditentukan oleh penulis. Hal ini juga agar penulis mengetahui keuntungan yang didapat jika bukunya terjual.

Penerbit indie umumnya menerima semua naskah dengan menggunakan situs sebagai media pengiriman naskah dari penulis ke penerbit. Walaupun terlihat sederhana, penerbit ini tidak kalah dari penerbit mayor. Tak jarang penerbit indie mencetak buku dengan kualitas super, pelayanan yang sangat baik, dan bahkan pengurusan ISBN ke Perpusda dan Perpusnas. Ongkos menerbitkan buku di sini terbilang murah bahkan ada pula yang menggratiskan semuanya.

Berikut penerbit (self-publisher/indie) yang menerima semua karya orisinil penulis pemula hingga ahli.

1. Diandracreative.com 

2. Nulisbuku.com 

3. Guepedia.com 

4. Nanopedia.com 

5. Penerbitbuku.com 

6. Halamanmoeka.com 

7. Jejakpublisher.com 

8. Penerbitbukudeepublish.com 

9. Inspocreative  

10.Asrifa.com 

11.Pustakapedia.com 

12.Penerbituwais.com 

13.Indivamediakreasi.com 

14.Aepublishing.id 

15. Leutikaprio.com

16. Mujahidpress.com

17. Penerbitgarudhawaca.com

18. Stilettobook.com


(nnn)

S alah satu tren perbukuan ke depan adalah maraknya penerbitan mandiri. Mengapa? Ya, karena sekarang menerbitkan buku sendiri sudah sedemiki...
Menulis Indonesia 13 Okt 2020
Jedadulu

Parasu: Nanti di Suatu Masa (Buku Novel)


 

Parasu: Nanti di Suatu Masa
Penulis: Endro Yuwanto
Ukuran : 14 x 21 cm
ISBN: 978-623-270-603-3
Terbit: Oktober 2020
Harga: Rp 82000
www.guepedia.com

Kekhawatiran Lintang Abang terhadap cucunya, Parasu, kian terjawab. Parasu masih memendam dendam begitu dalam semenjak kematian kedua orangtuanya di tangan orang-orang Perguruan Mata Angin. Dendam yang sebenarnya terlalu berat untuk dipikul anak usia sepuluh tahun.

Lintang Abang ingin membawa cucunya itu terus bersembunyi hingga prahara di Kediri berakhir. Seusai Lintang Abang melewati berbagai tragedi, ia tak lagi bisa membedakan, siapa penjahat dan siapa pahlawannya. Ia berpikir tak perlu memusingkannya jika bisa menanggalkan kehidupannya sebagai seorang pendekar. Tapi, apakah Lintang Abang masih punya pilihan lain?

Komentar:

"Nahhh....ini kereeeen...." (Farid Aja, Artis/Komedian)

"Mantap petualangan dua pendekar, kakek dan cucunya yang seru." (Irwan Kelana, Novelis)

"Novel yang menyerempet sejarah Majapahit, tapi punya sudut pandang lain." (Ali Akbar, Arkeolog UI)

Buku juga tersedia di sini ya:

GUEPEDIA
https://www.guepedia.com/Store/lihat_buku/MTc3ODQ=
TOKOPEDIA
https://tokopedia.com/guepedia/parasu-nanti-di-suatu-masa
BUKALAPAK
https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/novel/3t0oquj-jual-parasu-nanti-di-suatu-masa
TOKOTALK
https://tokoadmin.tokotalk.com/products/3921119
FACEBOOK
https://web.facebook.com/photo/?fbid=2597998440510720&set=a.1375179096126000&_cft[0]=AZVej2HpXmDxSf07kB5EDGdgYxxdEwRvq4EOUKrKrflUL9Zl1vnlm7wSeicdjIZvPAL_MFmHNKI7sTfblZcNZH5sNB2TgzQtW7ZB6BsxP9M1pA&tn_=EH-R
INSTAGRAM
https://www.instagram.com/p/CFy-5Ghn-Qg/

  Parasu: Nanti di Suatu Masa Penulis: Endro Yuwanto Ukuran : 14 x 21 cm ISBN: 978-623-270-603-3 Terbit: Oktober 2020 Harga: Rp 82000 www.gu...
Menulis Indonesia 7 Okt 2020