JEDADULU.COM — Akhir Febuari gajian. Pertengahan Maret THR turun. Akhir Maret gaji berikutnya menyusul. Belum lagi bonus tak terduga yang bisa saja mampir.
Dalam waktu singkat, rekening terasa lebih tebal dari biasanya. Namun, tanpa strategi yang tepat, kondisi ini justru bisa menjadi jebakan finansial uang datang cepat, habis pun cepat.
Momentum tahun 2026 ini sesungguhnya adalah peluang emas untuk memperkuat fondasi keuanganโtanpa mengorbankan kebahagiaan Lebaran bersama keluarga. Berikut panduan mengelolanya secara bijak, berdasarkan prinsip perencanaan keuangan yang sehat.
1. Pisahkan Dulu, Jangan Campur Jadi Satu
Kesalahan umum saat menerima pemasukan besar dalam waktu singkat adalah menganggap semuanya sebagai โuang ekstraโ. Padahal, gaji tetaplah gaji untuk kebutuhan rutin, sementara THR dan bonus memiliki fungsi berbeda.
Langkah awal yang disarankan:
- Gunakan gaji bulanan untuk kebutuhan rutin seperti cicilan, listrik, transportasi, dan belanja harian.
- Alokasikan THR untuk kebutuhan Lebaran dan sebagian untuk tabungan/investasi.
- Anggap bonus sebagai akselerator tujuan finansial (melunasi utang atau investasi).
Dengan pemisahan ini, Anda terhindar dari ilusi โuang banyakโ yang sering memicu belanja impulsif.
2. Terapkan Formula 40โ30โ20โ10 Saat THR Turun
Agar lebih terstruktur, Anda bisa membagi THR dengan pendekatan berikut:
- 40% untuk kebutuhan Lebaranย (zakat, sedekah, hampers, mudik, pakaian, jamuan keluarga).
- 30% untuk melunasi atau mengurangi utang konsumtif.
- 20% untuk tabungan atau investasi.
- 10% untuk dana darurat.
Proporsi ini fleksibel, namun prinsipnya sama: THR tidak boleh habis hanya untuk konsumsi.
3. Perkuat Dana Darurat Sebelum Investasi
Sebelum tergoda membeli aset atau menambah portofolio, pastikan dana darurat sudah aman. Idealnya:
- 3โ6 bulan pengeluaran bagi lajang.
- 6โ12 bulan pengeluaran bagi yang sudah berkeluarga.
Dana darurat sebaiknya disimpan di instrumen likuid seperti tabungan atau deposito jangka pendek agar mudah diakses.
4. Prioritaskan Melunasi Utang Berbunga Tinggi
Jika memiliki utang kartu kredit atau paylater dengan bunga tinggi, momentum THR adalah saat terbaik untuk memangkasnya.
Bunga kartu kredit di Indonesia bisa mencapai sekitar 1,75% per bulan (atau 21% per tahun). Melunasinya setara dengan mendapatkan โimbal hasil pastiโ sebesar bunga tersebut. Itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata deposito.
5. Sisakan untuk Investasi yang Terukur
Jika dana darurat aman dan utang terkendali, barulah alokasikan dana untuk investasi sesuai profil risiko. Beberapa pilihan populer di Indonesia antara lain:
- Reksa dana pasar uang untuk tujuan jangka pendek.
- Reksa dana campuran atau saham untuk jangka menengah-panjang.
- Emas sebagai lindung nilai.
Menurut dataย Otoritas Jasa Keuanganย (OJK), literasi keuangan masyarakat Indonesia terus meningkat, namun disiplin dalam perencanaan jangka panjang masih menjadi tantangan. Momentum pemasukan beruntun seperti ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebiasaan investasi rutin.
6. Buat Anggaran Lebaran yang Realistis
Lebaran tetap harus menyenangkan. Namun, kesenangan tidak identik dengan pemborosan.
Tips agar tetap nyaman:
- Tetapkan batas maksimal belanja pakaian dan hampers.
- Gunakan sistem amplop atau rekening terpisah untuk biaya mudik.
- Hindari membayar semua kebutuhan dengan paylater.
Ingat, tujuan utama Lebaran adalah kebersamaan, bukan kompetisi gaya hidup.
7. Gunakan Momentum untuk Reset Keuangan Tahunan
Karena pemasukan datang berdekatan, periode ini bisa dijadikan โreset keuangan tahunanโ:
- Evaluasi target tabungan.
- Tinjau ulang asuransi.
- Susun ulang target investasi.
- Perbaiki rasio cicilan (idealnya tidak lebih dari 30โ35% penghasilan).
Menurut berbagai panduan perencanaan keuangan, termasuk yang dirilis oleh Bank Indonesia, pengelolaan arus kas yang disiplin menjadi kunci stabilitas finansial rumah tangga.
Strategi Praktis: Simulasi Sederhana
Misalnya total pemasukan dalam dua bulan mencapai Rp25 juta (gaji Februari + THR + gaji Maret + bonus).
Contoh pembagian:
- Rp10 juta untuk kebutuhan rutin dua bulan.
- Rp5 juta untuk kebutuhan Lebaran.
- Rp5 juta untuk melunasi utang.
- Rp3 juta untuk dana darurat.
- Rp2 juta untuk investasi.
Dengan pola ini, Lebaran tetap hangat, tetapi kondisi keuangan setelahnya tetap sehat.
Rezeki yang datang beruntun adalah amanah. Tanpa rencana, ia bisa berlalu begitu saja. Dengan strategi yang tepat, momen gajian dan THR justru menjadi titik balik untuk memperkuat masa depan finansial.
Berlebaranlah dengan bahagia, tetapi pastikan setelah takbir usai, rekening tetap tersenyum.
(berbagai sumber)

Komentar