Ulas Dulu
Beranda ยป Berita ยป Gajian, THR, dan Bonus Datang Bersamaan? Ini Strategi Cerdas agar Uang tak Habis Setelah Lebaran

Gajian, THR, dan Bonus Datang Bersamaan? Ini Strategi Cerdas agar Uang tak Habis Setelah Lebaran

Uang
Mengatur uang Lebaran dan gajian. (Foto: Pixabay)

JEDADULU.COM — Akhir Febuari gajian. Pertengahan Maret THR turun. Akhir Maret gaji berikutnya menyusul. Belum lagi bonus tak terduga yang bisa saja mampir.

Dalam waktu singkat, rekening terasa lebih tebal dari biasanya. Namun, tanpa strategi yang tepat, kondisi ini justru bisa menjadi jebakan finansial uang datang cepat, habis pun cepat.

Momentum tahun 2026 ini sesungguhnya adalah peluang emas untuk memperkuat fondasi keuanganโ€”tanpa mengorbankan kebahagiaan Lebaran bersama keluarga. Berikut panduan mengelolanya secara bijak, berdasarkan prinsip perencanaan keuangan yang sehat.

1. Pisahkan Dulu, Jangan Campur Jadi Satu

Kesalahan umum saat menerima pemasukan besar dalam waktu singkat adalah menganggap semuanya sebagai โ€œuang ekstraโ€. Padahal, gaji tetaplah gaji untuk kebutuhan rutin, sementara THR dan bonus memiliki fungsi berbeda.

Langkah awal yang disarankan:

Tetap Kuat Puasa 15 Jam! Ini 12 Negara dengan Durasi Puasa Terlama di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

  • Gunakan gaji bulanan untuk kebutuhan rutin seperti cicilan, listrik, transportasi, dan belanja harian.
  • Alokasikan THR untuk kebutuhan Lebaran dan sebagian untuk tabungan/investasi.
  • Anggap bonus sebagai akselerator tujuan finansial (melunasi utang atau investasi).

Dengan pemisahan ini, Anda terhindar dari ilusi โ€œuang banyakโ€ yang sering memicu belanja impulsif.

2. Terapkan Formula 40โ€“30โ€“20โ€“10 Saat THR Turun

Agar lebih terstruktur, Anda bisa membagi THR dengan pendekatan berikut:

  • 40% untuk kebutuhan Lebaranย (zakat, sedekah, hampers, mudik, pakaian, jamuan keluarga).
  • 30% untuk melunasi atau mengurangi utang konsumtif.
  • 20% untuk tabungan atau investasi.
  • 10% untuk dana darurat.

Proporsi ini fleksibel, namun prinsipnya sama: THR tidak boleh habis hanya untuk konsumsi.

3. Perkuat Dana Darurat Sebelum Investasi

Sebelum tergoda membeli aset atau menambah portofolio, pastikan dana darurat sudah aman. Idealnya:

  • 3โ€“6 bulan pengeluaran bagi lajang.
  • 6โ€“12 bulan pengeluaran bagi yang sudah berkeluarga.

Dana darurat sebaiknya disimpan di instrumen likuid seperti tabungan atau deposito jangka pendek agar mudah diakses.

Ramadan di Ujung Bumi: Tantangan dan Keunikan Puasa di Murnmask Rusia

4. Prioritaskan Melunasi Utang Berbunga Tinggi

Jika memiliki utang kartu kredit atau paylater dengan bunga tinggi, momentum THR adalah saat terbaik untuk memangkasnya.

Bunga kartu kredit di Indonesia bisa mencapai sekitar 1,75% per bulan (atau 21% per tahun). Melunasinya setara dengan mendapatkan โ€œimbal hasil pastiโ€ sebesar bunga tersebut. Itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata deposito.

5. Sisakan untuk Investasi yang Terukur

Jika dana darurat aman dan utang terkendali, barulah alokasikan dana untuk investasi sesuai profil risiko. Beberapa pilihan populer di Indonesia antara lain:

  • Reksa dana pasar uang untuk tujuan jangka pendek.
  • Reksa dana campuran atau saham untuk jangka menengah-panjang.
  • Emas sebagai lindung nilai.

Menurut dataย Otoritas Jasa Keuanganย (OJK), literasi keuangan masyarakat Indonesia terus meningkat, namun disiplin dalam perencanaan jangka panjang masih menjadi tantangan. Momentum pemasukan beruntun seperti ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebiasaan investasi rutin.

6. Buat Anggaran Lebaran yang Realistis

Lebaran tetap harus menyenangkan. Namun, kesenangan tidak identik dengan pemborosan.

Jejak Walisongo di Nusantara: Kisah Para Wali yang Mengubah Sejarah Indonesia

Tips agar tetap nyaman:

  • Tetapkan batas maksimal belanja pakaian dan hampers.
  • Gunakan sistem amplop atau rekening terpisah untuk biaya mudik.
  • Hindari membayar semua kebutuhan dengan paylater.

Ingat, tujuan utama Lebaran adalah kebersamaan, bukan kompetisi gaya hidup.

7. Gunakan Momentum untuk Reset Keuangan Tahunan

Karena pemasukan datang berdekatan, periode ini bisa dijadikan โ€œreset keuangan tahunanโ€:

  • Evaluasi target tabungan.
  • Tinjau ulang asuransi.
  • Susun ulang target investasi.
  • Perbaiki rasio cicilan (idealnya tidak lebih dari 30โ€“35% penghasilan).

Menurut berbagai panduan perencanaan keuangan, termasuk yang dirilis oleh Bank Indonesia, pengelolaan arus kas yang disiplin menjadi kunci stabilitas finansial rumah tangga.

Strategi Praktis: Simulasi Sederhana

Misalnya total pemasukan dalam dua bulan mencapai Rp25 juta (gaji Februari + THR + gaji Maret + bonus).

Contoh pembagian:

  • Rp10 juta untuk kebutuhan rutin dua bulan.
  • Rp5 juta untuk kebutuhan Lebaran.
  • Rp5 juta untuk melunasi utang.
  • Rp3 juta untuk dana darurat.
  • Rp2 juta untuk investasi.

Dengan pola ini, Lebaran tetap hangat, tetapi kondisi keuangan setelahnya tetap sehat.

Rezeki yang datang beruntun adalah amanah. Tanpa rencana, ia bisa berlalu begitu saja. Dengan strategi yang tepat, momen gajian dan THR justru menjadi titik balik untuk memperkuat masa depan finansial.

Berlebaranlah dengan bahagia, tetapi pastikan setelah takbir usai, rekening tetap tersenyum.

(berbagai sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *