JEDADULU.COM — Megabintang sepak bola asal Argentina, Lionel Messi, dikenal sebagai pemain dengan segudang prestasi. Namun, di balik gemerlap delapan Ballon d’Or dan gelar juara dunia, La Pulga menyimpan satu penyesalan besar yang tak ada hubungannya dengan lapangan hijau: tak bisa berbahasa Inggris.
Dalam wawancara terbuka bersama podcast Meksiko, Miro de Atras, pada Rabu (25/2/2026), pemain Inter Miami itu mengaku menyesal tidak serius mempelajari bahasa Inggris sejak muda. Pengakuan ini pun menjadi sorotan karena datang dari salah satu atlet paling berpengaruh di dunia.
“Saya menyesali banyak hal. Salah satunya tidak belajar bahasa Inggris sewaktu kecil. Saya punya waktu untuk setidaknya belajar bahasa Inggris dan saya tidak melakukannya,” ujar Messi, seperti dikutip dari Antara.
Malu Saat Bersama Orang-Orang Hebat
Pemain berusia 38 tahun itu mengaku kerapkali merasa canggung ketika harus berinteraksi dengan tokoh-tokoh dunia. Ia merasa tidak bisa terlibat penuh dalam percakapan karena keterbatasan bahasa.
“Ketika saya berbicara dan mengobrol dengan mereka, saya merasa setengah bodoh,” ungkap Messi blak-blakan.
Perasaan ini semakin terasa sejak Messi bermain di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, di mana bahasa Inggris menjadi bahasa utama dalam ruang ganti, konferensi pers, dan berbagai acara komersial.
Pendidikan Terbengkalai karena Bola
Messi kecil pindah ke Barcelona di usia 13 tahun untuk mengejar mimpi di akademi La Masia. Transisi besar ini membuat pendidikannya di Argentina terhenti.
“Tahun terakhir saya bersekolah di Argentina adalah bencana. Saya tahu bahwa saya akan pergi ke Barcelona,” kenang Messi.
Di Spanyol, Messi menyelesaikan pendidikan menengahnya bersama rekan-rekan muda di asrama La Masia. Namun, prioritasnya saat itu jelas: sepak bola.
Pesan buat Anak-Anak: Jangan Tiru Ayah!
Pengalaman pahit ini membuat Messi kini lebih menekankan pentingnya pendidikan kepada ketiga putranya, Thiago, Mateo, dan Ciro.
“Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya untuk memanfaatkan kesempatan belajar. Mereka memiliki situasi yang berbeda dari yang saya alami meskipun saya tidak pernah kekurangan apa pun,” jelas Messi.
Di usia yang tak lagi muda, Messi mengakui bahwa belajar bahasa baru di luar lingkungan profesional terasa jauh lebih sulit. Ia pun menyesali waktu-waktu yang terbuang di masa muda.
Meski begitu, Messi menegaskan bahwa sepak bola tetap menjadi guru terbaik dalam hidupnya.
“Sepak bola mengajarkan banyak hal, memberikan banyak nilai. Sepak bola menciptakan ikatan seumur hidup. Anda mengenal berbagai tempat,” pungkas peraih delapan Ballon d’Or (gelar pemain terbaik dunia) itu.
(Sumber: Antara)

Komentar