Ulas Dulu
Beranda ยป Berita ยป Musibah di Negeri 1.000 Megalit! Batu Berusia 1.000 Tahun di Dongi-Dongi Dirusak Penambang Ilegal

Musibah di Negeri 1.000 Megalit! Batu Berusia 1.000 Tahun di Dongi-Dongi Dirusak Penambang Ilegal

Megalit diduga berusia 1.000 tahun yang dirusak di Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (5/3/2026). (Foto: Antara/Dok.Pribadi)
Megalit diduga berusia 1.000 tahun yang dirusak di Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (5/3/2026). (Foto: Antara/Dok.Pribadi)

POSO โ€“ Kebanggaan Sulawesi Tengah terhadap warisan leluhurnya kembali terusik. Batu megalitikum yang baru ditemukan di Desa Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, pada Selasa (3/3/2026) lalu, diduga kuat telah dirusak oleh penambang ilegal hanya dalam hitungan hari.

Ahli Arkeolog Sulawesi Tengah, Iksam Djorimi, memperkirakan batu besar dengan pahatan wajah manusia itu berusia sekitar 1.000 tahun. Namun, umur panjang yang melewati ribuan tahun itu harus berakhir tragis di tangan manusia modern.

“Hari Kamis (5/3/2026) sekitar jam 10 pagi, kami temukan sudah dirusak,” kata sebuah sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Antara di Palu, Jumat (6/3/2026).

Kilas Balik Penemuan dan Kehancuran

Penemuan megalit ini sebenarnya sempat menjadi kabar gembira. Pada Selasa, 3 Maret 2026, masyarakat Desa Dongi-Dongi melaporkan adanya batu besar yang diduga kuat sebagai kalamba bermotifโ€”sebuah tempayan batu yang menjadi ciri khas megalitikum Lore. Tim survei bahkan sempat datang ke lokasi pada Rabu (4/3/2026) dan memastikan batu itu dalam kondisi baik.

Darurat Digital: Pemerintah Siap Nonaktifkan Akun Medsos hingga Roblox Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026!

Namun, sehari kemudian, kehancuran sudah terjadi. Di sekitar lokasi situs yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) โ€”yang juga masuk daftar tentatif UNESCO untuk warisan budaya megalitik Lore Linduโ€”terdapat aktivitas tambang emas dengan sejumlah unit ekskavator.

Mengenal Megalit Dongi-Dongi

AspekDeskripsi
Perkiraan UsiaSekitar 1.000 tahun
LokasiDesa Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulteng
KarakteristikBatu besar dengan pahatan menyerupai wajah manusia, mirip kalamba di Lembah Napu
KawasanTaman Nasional Lore Lindu (warisan budaya tentatif UNESCO)

Migrasi Megalit dari Selatan ke Utara

Iksam Djorimi menjelaskan bahwa penyebaran situs megalit di Sulawesi Tengah memiliki pola yang menarik. Dimulai dari Lembah Behoa dan Bada, Kabupaten Poso, yang diperkirakan berusia sekitar 2.000 tahun, lalu menyebar ke arah utara hingga Lembah Palu.

“Jadi semakin ke arah utara dari Lembah Behoa, usia megalit semakin muda,” ungkap mantan Wakil Kepala Museum Sulawesi Tengah itu.

Jangan Habis untuk Belanja, Ini 4 Tips Menginvestasikan THR ke Emas agar Lebih Menguntungkan

Penemuan di Dongi-Dongi ini memperkuat teori tersebut, karena usianya lebih muda sekitar 1.000 tahun dari megalit di lembah selatan.

Menariknya, di Lembah Palu, tidak ditemukan kalamba atau patung seperti di Lembah Behoa. Yang ada hanya lesung batu, seperti yang ditemukan di Desa Watunonju, Kabupaten Sigi. Ini menunjukkan adanya variasi bentuk megalit seiring perjalanan waktu dan pergeseran budaya.

Kecaman Budayawan: “Ini Pelecehan Sejarah!”

Penemuan megalit ini sebenarnya menjadi angin segar bagi upaya pelestarian. Ketua Umum Komunitas Seniman Tampo Lore (KSTL) Sulawesi Tengah, Yonathan Tokii, sebelumnya menyatakan bahwa dalam tradisi megalitikum, keberadaan kalamba atau tempayan batu biasanya berkaitan dengan unsur megalit lain, seperti menhirโ€”batu tegak yang kerap menyerupai wajah manusiaโ€”yang biasanya ditemukan tidak jauh dari kalamba.

“Ini bisa jadi satu kesatuan peninggalan budaya yang utuh. Kemungkinan masih ada artefak lain dalam radius 100 hingga 200 meter dari lokasi penemuan,” ujar Yonathan.

Infinix Note 60 Ultra Pininfarina Resmi Rilis: Ponsel dengan Fitur Telepon Satelit dan Kamera 200MP

Sayangnya, harapan untuk meneliti kawasan itu secara utuh kini sirna. Aksi perusakan oleh penambang ilegal tidak hanya menghancurkan benda bersejarah, tetapi juga berpotensi menutup akses pengetahuan tentang masa lalu.

Ironi di Negeri 1.000 Megalit

Sulawesi Tengah tengah gencar mempromosikan diri sebagai “Negeri 1.000 Megalit”. Situs-situs di Lembah Bada, Napu, dan Behoa bahkan diusulkan menjadi Warisan Dunia UNESCO. Namun, di tengah upaya promosi dan pelestarian itu, aksi perusakan justru terjadi di wilayah yang sama.

Penemuan dan perusakan megalit di Dongi-Dongi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan pusat. Tanpa pengawasan ketat dan penegakan hukum yang tegas terhadap tambang ilegal, warisan berusia ribuan tahun ini bisa lenyap dalam sekejap, dikalahkan oleh nafsu ekonomi jangka pendek.

(Sumber: Antara, Kompas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *