JEDADULU.COM โ Sebuah insiden mengerikan terjadi di Kebun Binatang Shantou Zhongshan Park, Guangdong, China, pada Kamis (5/3/2026). Seorang gadis kecil berusia 10 tahun yang nekat masuk ke area terlarang untuk memberi makan singa justru menjadi sasaran amukan sang hewan buas.
Peristiwa yang terekam kamera pengawas ini langsung viral di media sosial dan membuat publik gempar. Dalam rekaman berdurasi singkat, terlihat seekor singa betina tiba-tiba menjulurkan cakarnya dari balik jeruji besi dan dengan cepat mencengkeram kaki sang anak.
Tarik-menarik Selama 30 Detik yang Menegangkan
Gadis kecil itu berteriak histeris saat cakar singa mencengkeram erat celananya. Penjaga kebun binatang yang berada di dekat lokasi segera berlari dan berusaha menariknya menjauh. Namun, tarikan sang penjaga justru direspons oleh singa lain yang juga mencoba meraih korban dari balik jeruji.
Aksi tarik-menarik yang sangat tegang itu berlangsung sekitar 30 detik. Penjaga akhirnya menggunakan batang logam untuk memukul cakar singa besar yang mencengkeram celana korban. Setelah perjuangan dramatis, sang gadis akhirnya berhasil dibebaskan.
Korban Luka Ringan, Petugas Disanksi
Anak itu segera dilarikan ke rumah sakit setempat. Beruntung, ia hanya mengalami cedera ringan di bagian kaki dan sudah mendapatkan vaksinasi rabies. Kondisinya dilaporkan stabil dan diperbolehkan pulang untuk menjalani perawatan lebih lanjut di rumah bersama orang tuanya.
Menariknya, pihak keluarga disebut tidak menyalahkan pengelola kebun binatang atas insiden ini. Namun, penyelidikan internal tetap dilakukan. Petugas yang diduga mengizinkan dan membawa korban masuk ke area terlarang untuk sesi pemberian makan akhirnya diskors dari pekerjaannya.
Kebun Binatang Ditutup Sementara
Kebun Binatang Shantou Zhongshan Park dikenal sebagai tempat wisata yang memiliki program interaktif dengan hewan, termasuk sesi pemberian makan. Namun, pascainsiden ini, pihak manajemen memutuskan untuk menutup sementara operasional kebun binatang untuk investigasi lebih lanjut dan evaluasi prosedur keselamatan.
Kejadian ini sontak memicu perdebatan di media sosial. Banyak warganet mengkritik kelalaian orang tua dan petugas yang membiarkan anak kecil berada di zona berbahaya.
Akun @safety_first menulis, “Ini bukan salah singa, ini salah manusia. Anak sekecil itu seharusnya tidak pernah diizinkan mendekati kandang hewan buas tanpa pengawasan ketat dan tanpa pagar ganda.”
Warganet lain, @beast_whisperer, menambahkan, “Singa adalah hewan liar. Meskipun sudah di penangkaran, insting mereka tetap ada. Jangan pernah menganggap mereka jinak hanya karena sering diberi makan.”
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi semua pengelola wisata satwa dan para pengunjung. Area terlarang ada karena suatu alasan: untuk melindungi manusia dari hewan, dan sebaliknya.
Aturan keselamatan harus selalu dipatuhi, dan anak-anak harus selalu dalam pengawasan ketat saat berada di sekitar satwa liar, sekalipun di lingkungan kebun binatang yang tampak aman.
(Sumber: New York Post)

Komentar