JEDADULU.COM โ Dunia maya kembali dihebohkan dengan ulah seorang publik figur. Komedian Sule mendadak jadi sorotan tajam setelah mengunggah konten di media sosial saat sedang melayat ke rumah duka penyanyi Vidi Aldiano yang meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) lalu.
Aksi tersebut langsung menuai pro dan kontra dari warganet. Dalam unggahan yang beredar, Sule terlihat melakukan syuting konten di lokasi pelayatan. Banyak pihak menilai tindakan itu tidak etis dan tidak peka terhadap situasi duka yang sedang dialami keluarga Vidi Aldiano.
Menanggapi gelombang kritik, Sule akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Insertlive, Rabu (11/3/2026), pelantun “Susis” itu menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi.
“Ya kita terima masukan, kalau memang salah ya minta maaf. Saya tidak ada indikasi apa pun yang jelas saya minta maaf semuanya ini menjadi pro dan kontra,” ujar Sule.
Pro dan Kontra di Media Sosial
Unggahan Sule saat melayat langsung memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Tagar #SuleKontenVidi sempat menjadi perbincangan hangat di platform X (Twitter).
Sejumlah warganet melayangkan kritik pedas. Akun @netizen_prihatin menulis, “Waktu orang lagi berduka, bukannya ikut berduka malah bikin konten. Emang sepenting itu ya konten?”
“Jadi inget, jangan jadikan segala momen sebagai bahan konten. Ada kalanya kita harus tahu diri dan menghormati suasana,” tulis @etika_bermedia.
Namun, di tengah kritik, ada juga yang membela Sule. “Mungkin niatnya cuma mendokumentasikan kedatangan, tapi timing dan kontennya aja yang kurang pas,” ujar @sule_army.
Sule sendiri mengaku bahwa tidak semua respons negatif. Ada juga pihak yang berterima kasih atas unggahannya. “Meskipun banyak yang nyinyir, tapi ada juga yang berterima kasih. Ya saya terima semua sebagai masukan,” jelasnya.
Pelajaran Etika Bermedia Sosial
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam bermedia sosial, terutama bagi publik figur. Momen duka atau pelayatan adalah situasi sensitif yang membutuhkan empati tinggi.
Aktivitas dokumentasi pribadi sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak mengganggu privasi keluarga yang sedang berduka.
Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena “konten di segala situasi” memang kerapkali menuai kritik. Publik figur diharapkan bisa membedakan kapan waktu yang tepat untuk berbagi konten hiburan dan kapan harus menunjukkan sikap empati tanpa kamera.
Tanggapan Netizen: Antara Kritik dan Dukungan
| Respons | Persentase (estimasi) | Contoh Komentar |
|---|---|---|
| Kritik | 65% | “Tidak peka, seharusnya hargai suasana duka” |
| Netral/Maklum | 25% | “Mungkin niatnya baik, tapi kurang tepat saja” |
| Dukung/Bela | 10% | “Sudah minta maaf, jangan diperpanjang” |
*Estimasi berdasarkan percakapan di media sosial
Yang Bisa Dipelajari
Kasus Sule ini setidaknya memberikan beberapa pelajaran berharga:
- Peka terhadap situasi โ Tempat duka bukan lokasi yang tepat untuk konten hiburan
- Minta izin sebelum unggah โ Jika ingin mengunggah sesuatu yang berkaitan dengan orang lain, utamanya yang sedang berduka, mintalah izin terlebih dahulu
- Siap menerima kritik โ Sebagai publik figur, setiap tindakan akan menjadi konsumsi publik
- Minta maaf jika salah โ Langkah Sule meminta maaf patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab
Dengan klarifikasi dan permintaan maaf yang telah disampaikan, semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama pada momen-momen sensitif seperti saat berduka cita.
(Berbagai Sumber)

Komentar