JEDADULU.COM — Adaptasi anime dari Manga A Witch’s Life in Mongolia (Tenmaku no Jādūgar) karya Tomato Soup, baru saja mengungkap sejumlah informasi penting. Pada hari Rabu 25 Maret 2026, tim produksi merilis video promosi pertama, visual karakter, serta jajaran pengisi suara utama.
Anime ini akan menampilkan deretan seiyuu berbakat, di antaranya Miyu Irino sebagai Shira, seorang anak laki-laki yang hidup sebagai tawanan Kekaisaran Mongol. Jun Saitō berperan sebagai Muhammad, putra Fatima yang digambarkan sebagai anak jenius. Akira Sekine mengisi suara Shitara (Sitara), seorang gadis yang kehilangan ibunya dan terpisah jauh dari tanah kelahirannya.
“Jaadugar: A Witch in Mongolia” (Tenmaku no Jaadugar) adalah anime sejarah yang dijadwalkan tayang Juli 2026, berfokus pada Fatima, gadis Persia yang dijadikan tawanan di Mongolia abad ke-13. Berbekal ilmu medis, ia bersekutu dengan Töregene, istri ke-6 Ögedei Khan, untuk mengguncang politik istana dan kekaisaran.
Houko Kuwashima memerankan Fatima, sosok wanita berhati lembut yang merupakan ibu dari Muhammad. Sementara itu, Ryōta Suzuki akan mengisi suara Tolui, putra dari Genghis Khan sekaligus pangeran keempat dari Kekaisaran Mongol.
Dari sisi produksi, anime ini dijadwalkan tayang pada bulan Juli melalui blok program “IMAnimation W” di TV Asahi serta 23 stasiun afiliasinya, termasuk BS Asahi. Proyek ini dikerjakan oleh tim kreatif berpengalaman, dengan Naoko Yamada (dikenal melalui The Heike Story dan A Silent Voice) sebagai chief director.
Sementara itu, Abel Góngora bertugas sebagai sutradara di bawah studio Science SARU. Desain karakter dan pengawasan animasi ditangani oleh Kenichi Yoshida, dengan Kanichi Katō sebagai penanggung jawab naskah, serta Kōshirō Hino sebagai komposer musik.
Manga aslinya sendiri diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh Yen Press, yang menggambarkan cerita berlatar abad ke-13 di wilayah Yeke Mongol Ulus, salah satu kekaisaran terbesar dalam sejarah dunia. Kisah ini mengikuti Fatima, seorang wanita dari Persia yang memiliki pengetahuan medis dan ilmiah yang maju.
Keinginan Fatima untuk menerapkan ilmunya membawanya ke istana Mongol, di mana ia bertemu dengan Töregene, istri keenam dari Ögedei, Khan Agung kedua. Kedua wanita ini kemudian memainkan peran penting dalam dinamika politik istana yang pada akhirnya memengaruhi arah kekaisaran—dan bahkan dunia.
Anime ini juga dijadwalkan akan ditayangkan dalam kompetisi di Festival Film Animasi Internasional Annecy di Prancis, dalam kategori TV Films, menandakan kualitas dan potensi besar dari proyek ini di kancah internasional.
Manga A Witch’s Life in Mongolia sendiri mulai diserialisasikan di situs Souffle milik Akita Shoten pada September 2021. Volume kompilasi kelima telah dirilis pada April 2025. Seiring popularitasnya, serial ini juga mulai diterbitkan di majalah Mystery Bonita sejak Maret 2025, melengkapi publikasinya di platform digital.
Sebelumnya, manga ini sempat terbit secara berkala setiap dua bulan, namun mengalami jeda karena penulis Tomato Soup mengambil cuti melahirkan. Kabar baiknya, manga ini direncanakan akan kembali berlanjut pada tahun ini.
Prestasi manga ini juga cukup menonjol. Jaadugar berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar Kono Manga ga Sugoi! 2023 untuk pembaca perempuan, serta berada di posisi ke-11 pada tahun 2024. Selain itu, manga ini juga masuk nominasi Manga Taisho Awards pada tahun 2023 dan kembali dinominasikan pada tahun 2024. Karya ini juga mendapatkan nominasi dalam kategori Best New Manga pada ajang American Manga Awards kedua.
Dengan kombinasi cerita sejarah yang kuat, karakter perempuan yang kompleks, serta dukungan tim produksi berpengalaman, Jaadugar: A Witch in Mongolia menjadi salah satu anime yang paling dinantikan dalam waktu dekat.
(Sumber: Anime News Network, 25 Maret 2026)

Komentar