Selasar Pintar
Beranda ยป Berita ยป Dr. Santi Dwi Astuti: Membawa Program “100 Hari Bergerak Bersama” untuk IKASMANSA yang Lebih Berdampak

Dr. Santi Dwi Astuti: Membawa Program “100 Hari Bergerak Bersama” untuk IKASMANSA yang Lebih Berdampak

Calon Ketua Umum IKASMANSA dalam agenda Rembug Ageng 2 pada 16 Mei 2026, Dr. Santi Dwi Astuti. (Foto: Dok.Pribadi)
Calon Ketua Umum IKASMANSA dalam agenda Rembug Ageng 2 pada 16 Mei 2026, Dr. Santi Dwi Astuti. (Foto: Dok.Pribadi)

JEDADULU.COM; PURWOKERTO โ€“ Pemilihan Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Purwokerto (IKASMANSA), Jawa Tengah, memasuki babak baru. Di tengah kebutuhan organisasi alumni yang semakin adaptif dan kolaboratif, nama Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si., muncul dengan penawaran program konkret, bukan sekadar janji.

Alumni angkatan 1996 yang juga dosen Teknologi Pangan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto ini membawa visi besar: menjadikan IKASMANSA sebagai kekuatan kolektif yang solid dan berdampak nyata, tidak hanya bagi alumni tetapi juga bagi almamater dan masyarakat luas.

“SMANSA telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya. Nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan kebersamaan yang saya terima di bangku sekolah dulu kini saya rasakan panggilan untuk memberi kembali,” ujar perempuan kelahiran Purwokerto, 23 April 1978, itu kepada awak media, Minggu (10/5/2026).

Profil Singkat: Lebih dari Sekadar Akademisi

Dr. Santi bukanlah wajah baru dalam dunia organisasi dan pemberdayaan. Dengan gelar doktor Ilmu Pangan dari IPB (2017), ia telah menorehkan 34 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa paten dan hak cipta produk inovasi berbasis komoditas lokal. Ia juga tercatat sebagai peraih hibah penelitian kompetitif dari Kemendiktisaintek selama periode 2010-2026.

Rekam jejaknya di dunia pendampingan UMKM di wilayah Barlingmascakep (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen) dan Wonosobo menjadi modal penting. Ia bahkan tersertifikasi sebagai pendamping UMKM, pengembang digital marketing, hingga penyelia halal oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Bukan Calon Biasa! Dr. Santi Dwi Astuti, Inovator dengan 34 HKI, Maju Jadi Ketum IKASMANSA

“Potensi alumni SMANSA luar biasa. Ada akademisi, birokrat, dokter, pengusaha, hingga kreator. Yang perlu dibangun adalah ruang kolaborasinya,” tegas Dr. Santi.

Visi-Misi: “Asah, Asih, Asuh” sebagai Fondasi

Mengusung semboyan “Asah, Asih, Asuh โ€“ Guyub, Rukun, Bebrayan Selawase”, Dr. Santi memadukan nilai tradisional gotong royong dengan pendekatan profesional modern. Visinya adalah mewujudkan IKASMANSA yang tidak hanya menjadi tempat bernostalgia, tetapi juga pusat jejaring, rumah kolaborasi lintas generasi, dan motor penguatan almamater.

Lima misi utama yang digaungkannya meliputi: mendukung penguatan akademik dan karakter siswa, melaksanakan mentoring lintas profesi bagi guru dan civitas sekolah, mengembangkan program beasiswa dan fasilitas pendidikan, mendorong pemberdayaan alumni melalui akses peluang karier, serta menguatkan hubungan antaralumni secara berkelanjutan.

Fokus 100 Hari Pertama: Bergerak Bersama, Berdampak Nyata

Dalam 100 hari pertama jika terpilih, Dr. Santi telah menyiapkan peta jalan jelas yang terbagi dalam enam program utama:

  1. Legal dan Profesional (IKASMANSA Naik Kelas)

Pengesahan AD/ART, pengurusan legalitas ke Kemenkumham, serta penataan organisasi yang aktif dan modern menjadi prioritas. “Organisasi besar harus dibangun dengan fondasi yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Marcelino Lefrandt Kagum Lihat Putrinya Bisa Tembus Arsitektur UI tanpa Bantuan Siapa-siapa

  1. Satu Data Satu Keluarga

Program digitalisasi database alumni lintas angkatan. Tujuannya sederhana: memastikan tidak ada alumni yang terputus jejaringnya.

  1. IKASMANSA Connect

Penguatan media sosial, forum lintas angkatan, hingga kanal informasi peluang kerja dan usaha. “Alumni bukan hanya tentang reuni lima tahunan, tetapi hubungan yang terus hidup,” katanya.

  1. IKASMANSA Care

Program sosial nyata berupa bantuan kesehatan, pemeriksaan gratis, hingga bantuan pendidikan bagi alumni, guru, dan pensiunan.

  1. Dari Alumni untuk Almamater

Kelas inspirasi, mentoring siswa, beasiswa, dan dukungan fasilitas sekolah. Targetnya adalah adik-adik SMANSA tidak hanya pintar secara akademik tetapi siap menghadapi dunia nyata.

  1. IKASMANSA Berdampak

Membangun jejaring alumni lintas sektor: akademisi, birokrasi, pengusaha, profesional, hingga kreator.

20 SMA Terbaik Versi UTBK 2025, Rebutan di SPMB 2026: Ada Sekolah Incaranmu?

Program 4 Tahun: Jangka Pendek hingga Panjang

Dr. Santi membagi program kerjanya dalam tiga tahapan strategis:

  • Jangka Pendek (Tahun 1) fokus pada konsolidasi organisasi, pembentukan kartu alumni, forum lintas angkatan, serta pelatihan soft skills siswa.
  • Jangka Menengah (Tahun 2-3) mengarah pada pengembangan SMANSA Entrepreneur Hub, inkubasi bisnis alumni, marketplace alumni, hingga pelatihan AI dan digital skills bagi siswa dan guru.
  • Jangka Panjang (Tahun 4) menargetkan pendirian Dana Abadi Alumni, pusat data permanen, dan yang paling ambisius: SMANSA Innovation & Leadership Center sebagai pusat pengembangan kepemimpinan, inovasi, dan karakter generasi muda.

“Kami tidak menawarkan janji besar yang sulit diwujudkan. Sebaliknya, kami ingin membangun secara bertahap, rapi, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar ibu dengan tiga anak ini.

Program Unggulan Flagship

Enam program unggulan yang menjadi pembeda dari kandidat lain antara lain:

  1. SMANSA Connect โ€“ platform digital alumni terintegrasi
  2. SMANSA Care โ€“ program sosial kesehatan dan solidaritas
  3. SMANSA Mentoring โ€“ pendampingan siswa oleh alumni profesional
  4. SMANSA Preneur โ€“ pengembangan bisnis dan UMKM alumni
  5. SMANSA Scholarship โ€“ beasiswa siswa dan bantuan pendidikan
  6. SMANSA Berdampak โ€“ gerakan kolaborasi alumni untuk masyarakat

Penutup: 2026 Saatnya 1996

Tahun 2026 menandai 30 tahun perjalanan angkatan 96 meninggalkan SMANSA. Dr. Santi mengajak seluruh alumni untuk tidak lagi memikirkan sekat angkatan.

“Bukan tentang satu angkatan. Bukan tentang kelompok tertentu. Tetapi tentang bagaimana seluruh alumni bisa merasa memiliki, merasa terhubung, dan merasa dibutuhkan. IKASMANSA yang kuat bukan dibangun oleh satu orang, tetapi oleh alumni yang saling menguatkan.”

Dengan jadwal Rembug Ageng 2 yang rencananya digelar pada 16 Mei 2026, warga IKASMANSA akan menentukan apakah kepemimpinan berbasis program dan dampak nyata seperti yang ditawarkan Dr. Santi akan menjadi pilihan untuk periode 2026-2030.

“Pada akhirnya, organisasi alumni bukan tentang siapa ketuanya. Tetapi tentang bagaimana kita semua bisa bersama-sama memberi arti bagi almamater yang kita cintai,” pungkas Dr. Santi.

(Siaran Pers)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tontonan