Momen
Beranda » Berita » Siswi SD di Denpasar Lompat dari Lantai 3, Diduga Terinspirasi Konten Game Omori

Siswi SD di Denpasar Lompat dari Lantai 3, Diduga Terinspirasi Konten Game Omori

Tangkapan Layar Game Omori.
Tangkapan Layar Game Omori.

JEDADULU.COM– Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kota Denpasar, Bali, pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Seorang siswi sekolah dasar berinisial KA (13) dilaporkan melompat dari lantai tiga sebuah pasar. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan pengaruh konten dari sebuah game.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius berupa patah tulang pada kedua kaki serta tangan kanan. KA telah menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Bali Mandara dan kini masih dalam tahap pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis.

Pihak kepolisian mengungkap adanya indikasi bahwa tindakan korban berkaitan dengan konten digital yang dikonsumsi sebelumnya. Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menjelaskan bahwa petunjuk tersebut ditemukan setelah dilakukan penelusuran jejak digital pada ponsel milik korban.

Dalam penyelidikan tersebut, diketahui bahwa sebelum kejadian, korban sempat merekam video berjoget dengan latar musik berjudul “My Time” yang merupakan bagian dari soundtrack game Omori. Lagu tersebut diketahui memiliki keterkaitan langsung dengan suasana dan alur cerita dalam game tersebut.

Berdasarkan hasil analisis sementara, korban diduga mencoba mengikuti tren atau adegan yang terinspirasi dari permainan tersebut. Dalam salah satu bagian cerita game, terdapat adegan tragis di mana karakter utama melompat dari ketinggian.

Movie The Amazing Digital Circus Tayang di Indonesia: “The Last Act” Siap Tutup Kisah Epik Pomni

Omori merupakan game indie bergenre role-playing (RPG) dengan tema horor psikologis yang dikembangkan oleh studio OMOCAT asal Amerika Serikat. Game ini pertama kali dirilis pada 25 Desember 2020 untuk PC dan Mac, kemudian hadir di berbagai platform lain seperti Nintendo Switch, PlayStation 4, dan Xbox pada tahun 2022.

Permainan ini mengajak pemain menjelajahi dunia yang unik dan penuh simbolisme untuk mengungkap masa lalu karakter utama. Cerita berfokus pada seorang remaja bernama Sunny yang hidup menyendiri, serta alter egonya di dunia mimpi yang disebut Omori.

Sepanjang permainan, Sunny harus menghadapi trauma, ketakutan, serta rahasia masa lalunya. Game ini juga menghadirkan dua dunia berbeda, yaitu dunia nyata (Faraway Town) dan dunia mimpi (Headspace), dengan berbagai karakter pendukung seperti Aubrey, Kel, dan Hero.

Sistem permainan mengusung mekanisme turn-based yang unik, di mana emosi karakter memengaruhi jalannya pertempuran. Selain itu, alur cerita memiliki berbagai kemungkinan akhir, mulai dari akhir bahagia hingga akhir yang tragis, tergantung pada pilihan pemain.

Meski secara visual terlihat sederhana dan bahkan cenderung lucu, Omori mengangkat tema-tema yang cukup berat, seperti trauma psikologis, kecemasan, rasa bersalah, hingga depresi. Oleh karena itu, game ini dilengkapi dengan peringatan konten dan umumnya tidak direkomendasikan untuk anak-anak tanpa pendampingan.

Chelsea Bantai Pelatihnya Lagi, Liam Rosenior Dipecat Hanya dalam Hitungan Bulan

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan lingkungan sekitar untuk lebih memperhatikan jenis konten digital yang diakses anak, serta memastikan adanya komunikasi terbuka dan pendampingan dalam penggunaan media digital.

Sumber: denpasar.kompas.com 25 April 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *