Efek Pandemi, Warga AS dan Inggris Pilih Melancong Dibanding Seks

Berwisata bersama keluarga ke pantai (Pixabay)
 

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama setahun ini membuat hasrat untuk melancong atau berwisata kian meninggi. Paling tidak hal ini terjadi pada warga Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Dilansir dari laman Stuff, Selasa, 2 Maret 2021, sebagian warga AS dan Inggris ternyata sudah sangat ingin melancong. Jajak pendapat yang digagas situs pencari akomodasi dan hotel Trivago mengungkapkan, sebagian dari mereka mengaku memilih liburan dibandingkan berhubungan intim.

Trivago melakukan survei terhadap 2.000 orang dewasa Inggris dan AS pada awal Januari 2021. Sebanyak 38 persen responden asal AS dan 40 persen responden Inggris lebih suka berwisata, meski itu membuat mereka tidak bisa berhubungan seks selama satu tahun.

Survei juga menemukan bahwa seperempat dari seluruh responden bersedia memakai semua tabungannya untuk melakukan perjalanan ke destinasi yang sangat diinginkan. Hampir setengah warga AS bahkan mau meninggalkan pekerjaan demi liburan.

Seperempat responden AS dan hampir sepertiga responden Inggris ingin berlibur bersama keluarga dan sahabat yang tidak bisa mereka temui selama pandemi Covid-19. Angkanya lebih tinggi pada kalangan usia lebih tua, 35 persen untuk AS dan 47 persen untuk Inggris.

Lebih dari setengah responden memiliki hobi baru selama pandemi. Setelah pandemi usai, sebanyak 68 persen peserta AS dan 64 persen peserta Inggris lebih memilih liburan daripada hobi itu. Sebanyak lebih dari setengah responden bersemangat merencanakan liburan pascapandemi.

Empat dari lima responden menganggap perjalanan liburan sebagai bagian fundamental dalam kehidupan yang baik. Dua per tiga peserta survei pun berencana liburan lebih sering jika kondisi sudah memadai atau ketika pandemi Covid-19 benar-benar mereda.

(nnn)

2 comments: