Kasih Sayang
Beranda ยป Berita ยป Waspada! Kebanyakan Makan Garam Bikin Jantung Keras dan Pembuluh Darah Rusak, Ini Kata Ahli

Waspada! Kebanyakan Makan Garam Bikin Jantung Keras dan Pembuluh Darah Rusak, Ini Kata Ahli

Di balik kenikmatannya, garam menyimpan ancaman bagi tekanan darah. Kandungan natrium di dalamnya disebut sebagai biang kerok hipertensi.
Di balik kenikmatannya, garam menyimpan ancaman bagi tekanan darah. Kandungan natrium di dalamnya disebut sebagai biang kerok hipertensi. (Foto: Pixabay)

JEDADULU.COM โ€“ Garam atau natrium adalah bumbu dapur yang hampir tak pernah absen dari setiap masakan. Selain memberi rasa gurih, natrium juga berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur tekanan darah, serta memastikan saraf dan otot bekerja dengan baik.

Tapi, pernahkah Anda bertanya, seberapa banyak konsumsi garam yang aman?

Dilansir dari Eating Well, Kamis (12/3/2026), para ahli mengingatkan bahwa meskipun natrium penting bagi tubuh, mengonsumsinya dalam jumlah tinggi justru bisa memicu masalah serius.

๐Ÿง‚ Apa yang Terjadi Jika Kebanyakan Garam?

Ahli diet Drew Hemler, M.Sc., RD, CDN, menjelaskan mekanisme di balik bahaya konsumsi garam berlebih.

“Terlalu banyak natrium dapat menyebabkan tubuh menahan air berlebih. Cairan tambahan tersebut dapat meningkatkan jumlah darah yang mengalir melalui pembuluh darah Anda, yang bagi banyak orang berkontribusi pada tekanan darah tinggi seiring waktu,” ujar Hemler.

Tips Bertahan dari Pola Asuh Orang Tua Toxic: Memulihkan Diri yang Terluka

Ginjal yang bekerja keras menjaga keseimbangan natrium dan cairan akan kewalahan jika asupan garam terus-menerus tinggi. Akibatnya, keseimbangan tersebut sulit dipertahankan.

๐Ÿ’” Dampak Serius pada Jantung dan Pembuluh Darah

Konsumsi garam berlebih berdampak langsung pada peningkatan tekanan darah, baik pada orang dengan tekanan normal maupun yang sudah memiliki riwayat hipertensi. Tekanan tinggi ini memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, memberi tekanan ekstra pada otot jantung.

Dalam jangka panjang, hipertensi bisa menyebabkan perubahan struktur jantung dan merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.

Yang lebih mengkhawatirkan, asupan tinggi garam juga dapat merusak lapisan pembuluh darah secara langsung. Akibatnya, pembuluh darah menjadi kaku, meradang, dan kehilangan kemampuan untuk rileks, sehingga aliran darah terganggu.

Tidak hanya itu, garam berlebih juga dapat mengganggu mikrobioma usus, menurunkan senyawa bermanfaat seperti asam lemak rantai pendek yang seharusnya mendukung kesehatan jantung.

Mengapa Generasi Z Merasa Kurang Bahagia di Tengah Kemajuan Zaman?

๐Ÿ“‰ Tips Mengurangi Konsumsi Garam

Hemler menyarankan untuk secara bertahap mengubah pola makan dengan perlahan mengurangi asupan garam dari waktu ke waktu. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

LangkahKeterangan
Kurangi BertahapKurangi penggunaan garam sedikit demi sedikit agar lidah terbiasa
Baca Label MakananPerhatikan kandungan natrium pada makanan kemasan
Masak SendiriPrioritaskan makanan rumahan daripada makanan olahan atau restoran
Ganti BumbuGunakan rempah-rempah dan herbal sebagai pengganti garam untuk menambah cita rasa

Mulai sekarang, yuk lebih bijak dalam menggunakan garam. Kesehatan jantung dan pembuluh darah ada di tangan kita sendiri.

(Sumber: Eating Well)

Awas, Kebanyakan Scroll Medsos, Remaja Bisa Alami FOMO dan Gangguan Tidur!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *