Kasih Sayang
Beranda ยป Berita ยป Bukan Cuma Pusing, Psikolog UI Sebut 7 Gejala Stres Halus Ini Sering Dianggap Sepele!

Bukan Cuma Pusing, Psikolog UI Sebut 7 Gejala Stres Halus Ini Sering Dianggap Sepele!

Wanita sedang stress.
Banyak dari kita tidak menyadari sedang stres karena gejalanya tampak begitu halus dan sering diabaikan. (Foto ilustrasi: Freepik)

JEDADULU.COM โ€“ Stres tidak selalu datang dengan teriakan atau wajah cemas. Justru yang paling berbahaya adalah ketika ia merayap masuk dalam diam, menyamar sebagai kelelahan biasa atau rasa “kosong” yang tak jelas asalnya.

Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia (UI), Teresa Indira, mengingatkan bahwa banyak dari kita tidak menyadari sedang stres karena gejalanya tampak begitu halus dan sering diabaikan.

“Stres tidak selalu muncul dalam bentuk ‘merasa tertekan’ atau ‘sedih’. Justru yang sering terjadi, stres muncul dalam bentuk yang lebih halus dan dianggap sepele,” ujar Teresa kepada Antara, Rabu (15/4/2026).

Lantas, apa saja gejala stres halus yang kerap tidak disadari? Simak ulasannya.

7 Gejala Stres Halus yang Sering tidak Disadari

Fakta Mencengangkan! Sebagian Besar Penderita Diabetes Kekurangan Vitamin, Ini yang Paling Sering Terjadi

Dalam pendekatan psikologi, manusia dipahami sebagai sistem yang saling berinteraksi antara pikiran, emosi, tubuh, dan perilaku. Stres bisa muncul di salah satu sisi tanpa kita sadari.

Berikut gejala-gejala tersebut:

  1. Mudah Lelah Padahal tak Banyak Aktivitas

Merasa tubuh lemas dan energi terkuras habis meski hanya melakukan rutinitas ringan? Ini bisa jadi sinyal tubuh sedang berjuang melawan stres.

  1. Sulit Fokus dan Konsentrasi

Pikiran terasa melayang, sulit menyelesaikan satu tugas karena mudah teralihkan. Stres membuat otak kewalahan memproses informasi.

  1. Lebih Mudah Tersinggung

Hal-hal kecil yang biasanya tidak masalah tiba-tiba memicu emosi. Kemarahan atau kesedihan muncul tanpa pemicu yang jelas.

6 Bahan “Red Flag” yang Sering Ngumpet di Camilan Favoritmu, Wajib Tahu Biar Gak Ketipu!

  1. Merasa “Kosong” dan tidak Bersemangat

Hilangnya gairah terhadap hobi atau aktivitas yang dulu disukai. Bukan malas, tapi ada rasa hampa yang sulit dijelaskan.

  1. Sakit Kepala dan Tegang di Leher dan Bahu

Stres memicu ketegangan otot tanpa disadari. Akibatnya, tubuh terasa pegal-pegal terutama di area leher dan bahu.

  1. Gangguan Tidur atau Perubahan Pola Makan

Sulit tidur meski badan lelah, atau justru tidur berlebihan. Nafsu makan bisa melonjak drastis atau hilang sama sekali.

  1. Sering Menunda Pekerjaan (Prokrastinasi)

Alih-alih mengerjakan tugas, Anda memilih scrolling media sosial atau tidur-tiduran. Ini bisa jadi bentuk pelarian dari kecemasan akan ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Stres tak Selalu dari Masalah Besar

Jangan Sampai Salah! Tidur Siang 20-30 Menit Ideal, Lebih dari Itu Bisa Bikin Insomnia

Teresa menjelaskan bahwa sumber stres tidak selalu berasal dari peristiwa besar seperti putus cinta, kehilangan orang tercinta, atau konflik rumah tangga.

Tekanan sehari-hari yang sering dianggap “biasa saja”โ€”seperti beban pekerjaan, kemacetan, kurang tidur, atau interaksi sosial yang melelahkanโ€”justru paling sering menjadi biang keladi stres kronis.

“Jika hal ini terjadi terus-menerus dalam rutinitas sehari-hari, maka bisa menumpuk dan berdampak pada kondisi mental,” jelas Teresa.

Yang penting dipahami: stres dari masalah besar dan stres dari rutinitas harian sama-sama valid. Keduanya sama-sama bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Tubuh dan Pikiran Saling Memengaruhi

Menariknya, hubungan antara stres dan kondisi fisik bersifat timbal balik. Psikolog Teresa menegaskan bahwa ketika seseorang mengalami tekanan emosional, tubuh akan ikut bereaksi: jantung berdebar, napas lebih cepat, otot menegang, bahkan sistem pencernaan terganggu.

Sebaliknya, kondisi fisik yang burukโ€”seperti kurang istirahat, sakit, atau kelelahanโ€”bisa membuat seseorang lebih sensitif secara emosional dan lebih sulit mengelola stres.

Ini sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan RI bahwa stres kronis yang tidak ditangani dapat memicu berbagai gangguan kesehatan fisik, mulai dari gastritis, GERD, hingga penyakit kardiovaskular.

Cara Sederhana Mengelola Stres Sehari-hari

Untuk membantu mengurangi stres, Teresa menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif:

  1. Sadari kondisi diri. Hentikan sejenak pekerjaan, tarik napas perlahan, lakukan peregangan ringan, atau berjalan sebentar untuk menurunkan ketegangan.
  2. Jangan terpaku pada pikiran negatif. Lihatlah pikiran buruk tentang diri sendiri bukan sebagai kebenaran mutlak.
  3. Rayakan momen kecil. Nikmati makanan dengan sadar, tertawa sebentar dengan teman, atau merasa lega setelah menyelesaikan satu hal kecil.

“Momen-momen ini terlihat kecil, tapi sangat membantu menjaga keseimbangan emosi,” pungkas Teresa.

(Sumber: Antara News)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tontonan