JEDADULU.COM โ Era elektrifikasi Mercedes-Benz kian mantap. Pabrikan bintang tiga itu secara resmi membuka keran pemesanan untuk mobil listrik terbarunya di Jerman, menandai babak baru bagi sedan ikonis C-Class yang kini sepenuhnya berbasis baterai.
Tak hanya itu, lini produksi SUV listrik GLC juga tengah dikebut di pabrik Bremen. Langkah agresif ini menegaskan posisi Mercedes-Benz dalam persaingan kendaraan listrik premium global, sekaligus menjawab tantangan dari para pesaingnya di segmen yang kian panas.
C-Class Listrik Meluncur: Performa Tinggi dengan Harga Fantastis
Dilansir dari berbagai sumber, varian perdana yang dipasarkan adalah Mercedes-Benz C 400 4MATIC. Di pasar asalnya, Jerman, banderol untuk konsumen perorangan dibanderol mulai EUR 67.711 atau sekitar Rp1,3 miliar (termasuk pajak). Sementara untuk pelanggan bisnis, harga lebih rendah di angka EUR 56.900 atau Rp1,1 miliar.
“Ini adalah C-Class paling sporty yang pernah kami buat dengan kemampuan jelajah jarak jauh yang luar biasa,” demikian pernyataan resmi Mercedes-Benz dikutip dari keterangan persnya, Selasa (6/5/2026).
Sektor dapur pacu menjadi andalan utama. C 400 4MATIC dibekali tenaga 360 kW dengan tusi 800 Nm, mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam hanya 4 detik. Kecepatan tertingginya dibatasi secara elektronik hingga 210 km/jam.
Yang lebih menarik adalah sektor efisiensi. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 762 km berdasarkan standar WLTP. Berkat arsitektur 800V, pengisian daya super cepat memungkinkan tambahan jarak tempuh 325 km hanya dalam 10 menit menancapkan kabel charger.
Secara desain, C-Class EV ini hadir dengan siluet mirip coupe, bodi lebih panjang dari versi ICE, serta legroom yang lebih lega. Interiornya dimanjakan dengan MBUX Hyperscreen yang merupakan bentangan layar hampir 40 inci di dashboard.
GLC EV Jadi Model Paling Laris dalam Sejarah Mercedes
Selain C-Class, perhatian juga tertuju pada model SUV: Mercedes-Benz GLC 400 4MATIC. Mobil ini mulai diproduksi di pabrik Bremen, Jerman, dengan sistem fleksibel yang merakit versi bensin, hybrid, dan listrik di lini yang sama.
Yang menarik, Mercedes menyebut bahwa model ini menjadi kendaraan listrik dengan jumlah pesanan terbanyak dalam sejarah perusahaan dalam tiga bulan pertama peluncurannya.
Mercedes-Benz GLC listrik ini menawarkan jarak tempuh hingga 715 km. Teknologi fast charging-nya mampu menambah jarak sekitar 305 km hanya dalam 10 menit. Untuk kenyamanan ekstra, Mercedes menyediakan suspensi udara AIRMATIC dan rear-axle steering sebagai opsi.
Saat ini, pabrik Bremen mempekerjakan sekitar 10.500 pekerja yang memproduksi 11 model kendaraan berbeda. Pabrik ini juga menjadi pusat keunggulan untuk model segmen inti Mercedes di seluruh dunia.
Rencana Masa Depan
Kejutan belum berakhir. Perusahaan dikabarkan tengah menyiapkan varian C-Class listrik dengan penggerak roda belakang (rear-wheel drive) yang diklaim memiliki jarak tempuh sekitar 800 km dalam sekali pengisian daya penuh. Varian tersebut rencananya akan meluncur pada 2027.
Dengan langkah ini, Mercedes menunjukkan keseriusannya dalam elektrifikasi lini core-nya, bersaing ketat dengan BMW i3 dan para pemain baru di segmen premium.
(Sumber: Mercedes)

Komentar