JEDADULU.COM โ Dunia gadget seolah tak pernah berhenti membuat kejutan. Kali ini kabar paling hangat datang dari OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT. Mereka disebut-sebut sedang serius menjajaki pengembangan ponsel pintar generasi baru yang tidak lagi mengandalkan aplikasi.
Publikasi teknologi Gizmochina, Kamis (30/4/2026), mengutip analis ternama Ming-Chi Kuo. Menurutnya, OpenAI sedang merancang “ponsel agen AI” yang revolusioner. Bedanya? Ponsel ini dirancang tanpa perlu tumpukan aplikasi seperti yang kita kenal sekarang.
“Agen AI bawaan akan menjalankan berbagai tugas secara menyeluruh hanya berdasarkan perintah pengguna,” tulis Kuo dalam laporannya.
Cukup Bertanya, Semesinanya Beres
Bayangkan Anda ingin mengatur jadwal rapat, cek pesan, dan mencari restoran. Di ponsel biasa, Anda harus bolak-balik membuka Kalender, WhatsApp, lalu Google Maps. Di ponsel OpenAI nanti, Anda cukup bertanya. Selesai.
Sistem AI akan langsung merespons, mengakses informasi yang tepat, menawarkan opsi, bahkan menyelesaikan tindakan tanpa perlu Anda menyentuh layar demi layar.
Konsep ini dinilai akan menghadirkan pergeseran besar. Dari era aplikasi-ke-aplikasi menuju era percakapan murni dengan agen AI.
Bukan yang Pertama, Tapi Paling Ambisius
Sebetulnya, ide mengurangi ketergantungan pada aplikasi pernah dicoba. Rabbit R1 hadir lebih dulu, namun dengan cara yang terbatas dan sekadar sebagai perangkat pendamping.
Nah, OpenAI disebut lebih ambisius. Mereka membawa gagasan ini ke ponsel pintar yang utuh. Bukan sekadar gawai sampingan.
Raksasa Teknologi Ada di Balik Layar
Untuk mewujudkan mimpi ini, OpenAI tidak sendirian. Menurut Ming-Chi Kuo, mereka sedang menjajaki kolaborasi dengan perusahaan semikonduktor kelas dunia seperti MediaTek dan Qualcomm. Tujuannya menciptakan chip yang lebih cocok untuk tugas-tugas berat berbasis AI.
Adapun urusan produksi massal, OpenAI disebut bakal menggandeng Luxshare, perusahaan yang sudah berpengalaman manufaktur elektronik skala besar.
Sabar, Masih Jauh
Sayangnya, ponsel masa depan ini tidak akan meluncur dalam waktu dekat. Kuo memperkirakan spesifikasi dan rantai pasok baru akan ditetapkan pada akhir 2026 atau awal 2027. Adapun produksi massal kemungkinan baru dimulai pada 2028.
Artinya, kita masih harus menunggu sekitar dua tahun lagi untuk melihat wujud nyata ponsel tanpa aplikasi ini. Tapi satu hal yang pasti: lanskap ponsel pintar sedang menuju perubahan besar.
(Sumber: Gizmochina)

Komentar